Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 81 "Berangkat Bersama"


__ADS_3

Akhirnya benar malam ini Kakak Bryan tidur dengan Abang Gamma, Bang Gamma minta bantuan untuk memberikan obat pada luka di seluruh punggungnya. Mereka berdua tampak akur sekali dan Kak Bryan mengolesi salep di setiap memar dan luka gores di punggungnya Bang Gamma.Luka yang banyak di punggung Bang Gamma memang tampak menyakitkan .


Sesekali Bang Gamma menyeringai kesakitan karena, saat di olesi salep luka agak tertekan mengakibatkan rasa nyeri perih bersamaan di sekujur tubuhnya.


"Aaarggggh...pelan-pelan kau tak ikhlas." Ujar Bang Gamma kesakitan lalu dia menyeringai pada Kak Bryan, memutar kepalanya .


"Maaf-maaf Bang, abis gimana lagi hayoo." Ujar dari Kak Bryan sambil meringis menatap wajah Abang Gamma yang kesakitan.


"Ya pelan-pelan lah...cck lagi pula kenapa kau mau tidur disini?, kenapa tak pulang?" Tanya Abang Gamma sambil menyeringai tatapan yang penuh kecurigaan.


"Ya kan sekalian, besok pagi membawa Cute dan berangkat sekolah bersama Himawari." Jawab Kak Bryan sambil tersenyum ke Abang Gamma, dia pun mengelus tangannya.


"Aish, aku kira kau modus jangan harap kau mau berfikiran kotor pada adikku." Ujar Abang Gamma memberi peringatan pada Kak Bryan.


"Berfikir kotor apa Abang?" Sambil menelan seliva, dan melotot kepada Abang Gamma.


"Kau kan laki-laki jadi paham maksudku,oh ya kenapa kau suka adikku?,padahal dia masih kecil." Tanya Abang Gamma pada Kak Bryan


"Ehm, tak tahu Abang ya suka aja tapi aku ini berjanji akan berusaha terus melatih beladiri agar tangguh." Ujar dari Kak Bryan pada Bang Gamma , dia pun tersenyum berharap Abang Gamma agak melunak padanya.


"Kau tahu kenapa aku selalu pulang di penuhi luka di sekujur tubuhku?" Tanya dari Abang Gamma kepada Kakak Bryan sambil terlihat raut wajahnya agak sedih, dan muram.

__ADS_1


"Kenapa Bang?" Tanya Kak Bryan pada Abang Gamma.


"Ya karena aku ingin mengejar mimpiku,dan walaupun tubuhku ini sakit semua aku akan tetap berusaha." Ujar Abang Gamma kepada Kak Bryan sambil melihat wajahnya dengan tatapan serius sekali.


"Iya Bang semoga kelak usaha Abang bisa membuahkan hasil." Ujar dari Kak Bryan lalu dia menaruh semua kotak obatnya ke dalam lemari.


"Apakah kau benar menyukai Himawari?" Tanya Abang Gamma dengan tatapan tajam.


"Iya, maka dari itu tadi aku tanya sama adik Abang tadi dia mau menjawab iya,aku sangat senang." Ujar Kak Bryan sambil tertunduk.


"Namun aku harap jika aku benar-benar bisa mengalahkan Abang, aku bisa menjaga adik Abang ya." Permohonan tulus dari Kak Bryan pada Abang Gamma malam ini lalu menatap wajahnya.


Walaupun merasakan sakit Abang Gamma menahannya sekuat tenaga.


Kakak Bryan juga meringkuk tidur di sebelah Abang Gamma saat ini. Berusaha menutup matanya agar bisa bangun pagi karena besok dia akan berangkat ke sekolah.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Apa yang di lakukan para pria itu ya semoga tidak bertengkar." Batin dari Himawari sambil menutup kelopak matanya agar bisa tertidur.


Akhirnya semua tidur terlelap di buai mimpi Himawari berdampingan dengan Shakira saat ini, Kakak Bryan bersebelahan dengan Abang Gamma, dan Cute tertidur di sofa sendirian .

__ADS_1


Ternyata pagi hari sudah tiba sang fajar pun menyingsing, semua kabut terusir oleh sinar mentari tak itu juga kiacauan burung di pagi hari menambah suasana semakin ceria .


Himawari ,Shakira dan Kak Bryan sudah siap untuk berangkat mereka sudah rapi dengan mengenakan seragam sekolah.Ternyata Kak Mentari sudah ada di depan rumah Himawari berniat untuk menjemput Cute,dia tak sabar sama sekali kalau harus menunggu mereka berangkat ke sekolah.


"Mana Cute aduh... kenapa kau nakal sekali? lain kali jangan pergi sembarangan." Gerutu dari Kak Mentari sambil memasukki rumah Abang Gamma, lalu dia menggendong Cute .


Kakak Bryan dan Himawari menatap dengan pandangan yang aneh, Shakira masih enak saja mengunyah rotinya, dan tiba-tiba Abang Gamma bangun ,dan sudah berdiri di ruang makannya,melihat ada Kakak Mentari sudah nongol di rumahnya sepagi ini.


"Oh ,kau itu kucingmu dia hampir mati dan terbawa arus di selokan kemarin, hujannya amat deras." Abang Gamma pun memberi peringatan pada Kak Mentari agar menjaga kucingnya dengan baik.


"Oh. jadi kamu yang menyelamatkan makasih ya Gamma." Permohonan terimakasih pada Abang Gamma terdengar amat tulus ,lalu Kak Mentari pun duduk sambil memeluk Cute.


"Kami berangkat dulu ya lagipula karena kau sudah kemari aku tinggal ya." Pamit dari Kak Bryan pada Kak Mentari menarik lengannya Himawari agar mengikutinya.


"Aku berangkat bang." Pamit dari Kak Bryan pada Abang Gamma sambil melambaikan tangannya.


"Iya hati-hati..." Jawab dari Abang Gamma.


Shakira ,Himawari dan juga Kak Bryan pergi berangkat sekolah bersama-sama naik mobil Kak Bryan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2