Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 131 "Bertemu"


__ADS_3

"Tapi, nak Bryan apakah orang tua mu tahu kalau kau suka anakku?" tanya ibu Himawari.


"Mamaku sudah meninggal, dan Papaku itu sudah menikah lagi, saya hidup sendiri saja." ucap Kak Bryan jujur dan agak bersedih saat mengingat kata mama yang keluar dari bibir nya saat ini.


"Maafkan aku ya, kau pasti mandiri dengan semua yang sudah kau lalui itu." ucapnya ibu Himawari dan tersenyum kecil.


"Iya bu, bolehkah saya menganggap anda ini sebagai mama saya?" tanya Kakak Bryan dia amat senang sekali, bisa bertemu dengan ibu Himawari.


Karena bisa memperkenalkan dirinya walau secara dadakan, membuat jantungnya mulai berdesir, dan berdegup tidak menentu.


"Tentu saja nak, tapi Himawari kedatangan seorang temannya tadi, dia juga mengajak ke rumah di dekat situ." ucap Ibu Himawari, dia tidak memberitahu nama temannya sambil menunjukkan jarinya ke arah rumah kecilnya.


"Baiklah bu kalau begitu, aku akan memakan masakan ibu semua, setelahnya boleh saya mampir." ucap Kak Bryan memohon, dan dia mulai melahap makananya.


"Silahkan nanti lewat jalan itu, setelahnya kau akan melihat rumah kecil disitu kami tinggal." ujar dari ibu Himawari sembari mengelusnya punggung Kak Bryan dengan lembut kembali ke dapur .


Karena sedari siang Kak Bryan kelaparan tak memakan makanan apapun, maka ia melahap masakan itu dengan nikmat. Masakan yang saat ini berada di atas meja membuat nafsu makan Kak Bryan tergugah. Dia memenuhi perutnya yang kelaparan, dan beberapa menit saja, semua hidangan sudah tidak bersisa .


Dia pun segera menghabiskan minumannya, dan berpamitan pada ibu Himawari.Berjalan mendekat dan mencium tangannya .


"Bu, saya mampir ke rumah Himawari ya." ucap Kak Bryan dengan sopan lalu ia pun membungkukkan badannya.


"Iya, nanti kau juga akan tahu di ujung jalan, ada rumah kecil, ibu masih harus meneruskan jualan ya."ucap Ibu Himawari dan melanjutkan memasaknya.


Kak Bryan melanjutkan berjalan dan sesuai petunjuk ibunya Himawari berjalan mencari rumah paling ujung, dan terlihat paling kecil.


Kak Bryan melihat ada sebuah sepatu kecil yang di pakai Himawari tadi siang ,dan pasti bisa di artikan kalau itulah rumah Himawari .


"Tok..tok..tok..."Kak Bryan mengetuk pintunya beberapa kali.


Dan keluarlah seseorang dari rumah kecil itu, dan membukanya dengan cepat.Tapi bukan Himawari melainkan seorang pria bertubuh tinggi, tampan dan bermata teduh .

__ADS_1


"Ceklek, iya siapa ya?" tanya Kak Langit, dia melihat wajahnya Kak Bryan seketika mereka berdua saling menatap dengan penuh arti.


"Kenapa kau itu berada disini?,apa yang kau mau lakukan di rumah Himawari??" tanya Kak Bryan dengan penuh amarah, dia mendorong tubuh Kak Langit dengan kasar secepatnya.


Dia mulai menerobos masuk dengan kasar langsung, tanpa basa-basi lagi karena geram.


Sehingga tubuh Kak Langit mundur, dan Kak Bryan melepas sepatunya masuk ke dalam rumah kecil Himawari.Melihat gadis kecil itu dia pun tidak jadi marah dia duduk di bawah dan membangunkan Himawari saat ini.


"Bangunlah Hima, ini aku." sambil mnggoyang sedikit lengan tangan Himawari yang nyenyak tertidur pulas.


Himawari yang kelelahan harus bangun pagi, juga membantu ibunya setiap hari, membuat kelelahan saat tertidur maka tak mendengar suara Kak Bryan. Karena saking nyenyaknya.


Kak Bryan pun berdiri dan mendekati Kakak Langit seketika pandangannya berubah total, dia pun marah besar karena Himawari yang polos itu, di permainkan oleh Kakak Langit.


"Dengar... aku tahu kau ini pria dengan muka tebal, tapi jangan memanfaatkan Himawari, dia ini masih polos."Kak Bryan pun memberi peringatan kepadanya.


"Aku tak memanfaatkannya, aku mencintai gadis itu, kenapa aku yang harus mengalah?" protes Kak Langit tak mau kalah karena dia juga merasa mencintai Himawari tidak mau mundur begitu saja.


"Apakah kalian sudah menikah?" tanya Kakak Langit dengan sorot mata tajam menatapnya.


"Walau kami belum menikah, tapi kami sudah mempunyai janji bersama, ketika ada kamu kami jadi berpisah." Kakak Bryan bertambah marah siap menghajar Kak Langit, dia mulai mengepalkan kedua tanganya denga wajah merah karena emosi.


Himawari bangun berdiri di dekat Kak Bryan dan memeluknya dari belakang,agar tidak jadi memukul ,sambil beberapa kali mengerjapkan matanya yang baru terbuka, dengan separuh kesadaran, dengan kepala yang agak pusing.


"Kak, pulanglah aku mohon, agar tidak ada pertengkaran dan juga baku hantam disini." Himawari memelas pada Kak Langit, agar dia yang mau mengalah.


Kak Langit hanya tertunduk lesu saja, menuju keluar dengan gontai, ada perasaan sakit di sekujur tubuh. Kenapa lagi-lagi takdir kejam selalu menyertai langkahnya.Terlebih hatinya saat ini terluka menganga, Himawari memilih Kak Bryan lagi daripada dia .


Maka dia paham dengan posisinya sekarang. Kalau Himawari lebih menyukai Kakak Bryan. Dibanding dirinya, karena perasaan terluka itu dia berjalan menyusuri jalanan dan masuk ke dalam mobil merahnya. Lalu menyetir mobil nya dengan kepala agak pusing.


"Kenapa kau lebih memilih pria itu lagi?,dan kenapa bukan aku saja?" ujar Kak Langit dia menghela nafas panjang .Sesekali matanya tidak terlalu fokus dalam menyetir.

__ADS_1


"Aku lebih menyukaimu di banding dirinya." batin Kak Langit sambil menyetir tak tentu arah.


🌻🌻🌻🌻🌻


Himawari melepas pelukannya dan Kak Bryan memutar badanya lalu memandang wajahnya Himawari.Dengan perasaannya yang beribu macam dia akan menghujaninya pertanyaan .


Namun karena melihat Himawari baru bangun dari tidurnya Kak Bryan mengusap rambutnya


Melihat wajahnya Himawari yang masih saja belum sadar sepenuhnya.Himawari itu sedikit mengerjapkan kelopak matanya, merasa dia terkejut dengan pertengkaran tadi.


"Hem, kenapa kau bisa tidur di dekat pria itu? kau ini anak gadis jangan sembarangan kalau menerima tamu apalagi pria !!" ucap Kakak Bryan dengan nada tinggi dengan wajahnya yang kacau. Matanya merah dan mendengus amat sebal kepada Himawari.


"Oh, maaf kak tapi aku benar-benar lelah ,dan harus bangun pagi lalu membantu ibu, baru bisa istirahat barusan." ujar Himawari mulai membela dirinya.


Dia pun duduk karena merasa masih pusing, dia melihat wajah Kak Bryan tidak memerah lagi, dan sudah tidak marah lagi kepadanya .


"Ya sudah duduk dengan tenang, lain kali kau tak boleh menerima tamu pria, apalagi dia itu aku tak suka." protes Kakak Bryan kepadanya


"Tapi aku baru ketemu Kak Langit pagi tadi, sama dengan kakak bertemu hari ini, karena sekian lama kita berpisah." ucap Himawari.


"Kau tahu,aku tak mau kehilangan lagi orang yang aku sayangi jadi berjanjilah agar tidak terlalu dekat dengannya." ucap Kakak Bryan dengan jongkok di dekat Himawari, dengan sorot mata teduh dan serta wajahnya yang tampan nan rupawan.


"Baiklah, aku berjanji." ucap Himawari pada Kak Bryan membuat sebuah senyuman itu tersimpul di bibirnya.


"Terimakasih ya, cup.." sambil mengecup pipi gadis kecil itu, seketika matanya melotot dan pipinya berubah memerah.


Karena kecupan di pipinya membuat pusing itu segera menghilang dengan sendirinya.


Matanya langsung terbelalak, dan tersenyum juga terkejut karena satu kecupan lembutnya membuat perasaan aneh itu muncul kembali.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2