
Di sore harinya Kak Bryan yang sedang gusar, dia kini berfikir panjang juga khawatir pada Himawari, kenapa selama ini dia tak pernah mempunyai perasaan yang aneh, namun pada saat Himawari dekat dengan Kak Langit, dia terkejut juga. Apalagi saat kemarin dia sudah memeluk Himawari ada suatu perasaan yang tak bisa di ungkapkannya . Dia pun heran juga masih belum mengetahui apa perasaan aneh yang sedang berada di fikiran dan hatinya ini.
"Huuu ..,ada apa denganku, padahal aku tidak biasanya seperti ini?,tapi kenapa sangat aneh apakah yang terjadi?"Gumam dari Kak Bryan sendirian, dia galau apa yang harus ia lakukan
"Kenapa pria itu berbuat baik hm, sok menjadi pahlawan, di fikir dia siapa?" Gerutu dari Kak Bryan dengan sebal akhirnya dia pun pergi mandi , dan berendam di bak mandinya yang besar dan mewah. Sambil mendengar musik kesukaannya agar fikiran galaunya itu hilang .
Saat berendam dalam bak mandinya dia pun masih tak berhenti, memikirkan gadis itu, dan juga Kak Langit yang sudah berubah menjadi pria yang mau sedikit berbicara dan berbaur dengan Himawari, apalagi dia juga tampak mulai akrab.
"Sial, kenapa aku galau haa?, aku akan pergi ke rumah Himawari saja lagipula kenapa aku harus mengalah? " bergumam sendirian dan berfikir keras apa gerangan alasan dari dia bisa menjadi seperti ini.
"Kalau begitu habis ini, ya aku akan pergi ke rumah Himawari saja, kenapa aku yang harus mengalah, kalau aku bisa maju satu langkah." Ujar dari Kak Bryan sambil tersenyum manis dan sumringah.
Beberapa menit kemudian dia sudah fresh, sangat tampan nan rupawan, dengan baju yang indah dengan parfum yang harum, tak lupa juga dengan senyum sumringah siap pergi ke rumah Himawari .
Dalam perjalanan dia pun mulai tersenyum sendiri, karena mengingat-ingat tingkah dari Himawari yang konyol. Dia sering bersama Himawari namun kali ini dia sedikit aneh dan juga sangat tak menyukai Kak Langit yang mulai dekat dengan Himawari.
__ADS_1
"Hei, Langit kau mau mendekati gadis kecil itu jangan bermimpi , aku akan mendahuluimu." Gerutu dari Kakak Bryan sambil mencibirkan bibirnya dan menginjak pedal gas dengan lebih cepat .
"Ngeeeeennggggg"
Beberapa menit kemudian dia pun sudah ada di depan rumah Himawari.Memarkir mobilnya dan masuk ke dalam rumahnya.
"Kemana gadis itu? kenapa sepi sekali rumah ini ,sedang kemana dia?" Gumam dari Kakak Bryan yang celingukkan mencari keberadaan gadis bernama Himawari ini.
"Kak Bryan ada apa kenapa kemari?" Tanya Himawari sambil duduk di sampingnya saat ini.
"Aku, hanya ingin kemari saja, dan aku akan menemanimu ."Jawabnya lirih dan sopan sambil melayangkan senyuman maut amat sumringah.
__ADS_1
"Tumben, terserah Kakak kalau begitu, oh ya Kak aku tanya apakah ada suatu pekerjaan sampingan di kerjakan sepulang sekolah?" Tanya dari Himawari sambil tersenyum lalu ia pun menatap televisi yang menyala.
"Kau cari kerjaan?" Tanya Kak Bryan sambil menatap wajahnya.
"Tentu saja, lagipula Ibuku tak bisa kirim uang aku harus menghemat, mencari uang untuk aku sendiri." Ujar dari Himawari lesu dan juga tak bersemangat .
"Bagus sekali ini kesempatanku." Gumam dari Kak Bryan dalam hati kecilnya ,dan tersenyum penuh kemenangan.
"Aku ada ide, kerja saja di tempat kemarin aku ajak melihat fashion show mau tidak?" Tanya Kak Bryan pada Himawari, dan menggerakkan kelopak matanya yang indah beberapa kali.
"Aku bekerja sebagai apa di sana?" Tanya dari Himawari penasaran.
"Ehm, nanti kamu tinggal datang saja besok aku antar ok mau tidak?" Tawaran Kak Bryan yang terdengar lembut di telinga gadis itu pun membuat Himawari sedikit berfikir keras.
"Apakah aku akan bertemu Yuri kak?"Tanya dari Himawari lagi dengan tersenyum kecut .
__ADS_1
"Ehm, tentu saja dia kan model di situ jangan khawatir dia tak kan berani padamu." Ujar dari Kak Bryan sambil tersenyum manis dan juga melihat gadis itu dari samping ,membuatnya sedikit terpanah.
Bersambung...