
Pukul 14.00 wib Waktu pulang sekolah, dan Himawari duduk dengan sebal karena masih mengingat kejadian tadi waktu siang , maju mengerjakan tugas Bahasa Indonesia jatuh di bawah lantai, dan kepalanya terbentur meja .
Tak itu saja semua teman sekelasnya tidak ada yang membantu, malahan mereka hanya menertawakan Himawari yang bodoh itu .
"Sialan, kenapa hari ini aku sangat sial sekali tak satu kali, dua kali, beberapa kali." Gumam dari gadis itu sambil duduk di dekat taman sekolah.
"Apakah, kesialan ini terus akan membuat aku menjadi sedih?" Gumamnya dengan sebal .
"Haaaa, kenapa tak satupun berjalan lancar? Ckkk." Gumam gadis bodoh ini, dia pun mulai meringis, dan menyeringai setelah meratapi nasibnya yang agak sial setiap hari .
"Hei,kenapa masih disini? ayo pulang." Ajakan dari Shakira memecah lamunan, Himawari dia pun menoleh ke arah Shakira.
"Hem, tapi aku mau kerja dulu Shakira."Sambil memanyunkan bibirnya ,dan menggelengkan kepala dan bersandar di bahu Shakira.
"Kenapa kau sedih?" Tanya dari Shakira dan menoleh ke arah sahabatnya.
"Kau, tahu aku sangat sial tak ada satupun dalam hidupku yang sukses, haaa." Protes Himawari meratapi nasibnya sungguh sial.
__ADS_1
"Bersabarlah, aku rasa hanya kebetulan, ehm memang ada apa ?" Tanya Shakira sambil mengamati ekspresi Himawari yang sedang bersedih .
"Entahlah, aku malas membahasnya." Ujar Himawari dengan lesu dan tak berselera .
Beberapa menit kemudian Himawari dan Kak Bryan sudah ada di tempat kerjanya, dimana ini adalah tempat kerja para model , bisa di bilang studio pengambilan gambar.
"Mana ada kerja sambilan, dengan melihat- lihat saja Kak." Ujar dari Himawari dengan memanyunkan bibirnya.
"Ini disini kau juga bisa melihat-lihat mode baju yang akan di pakai para model." Ujar dari Kak Bryan ternyata ponselnya pun bergetar.
"Sebentar ya, aku mengangkat ponselku dulu, kau disini saja." Suara Kak Bryan yang sopan dan dia mulai mengangkat ponsel miliknya.
__ADS_1
"Iya hallo iya habis ini aku kesana, sabar." Suara dari Kak Bryan yang terlihat tampan maksimal jika mengangkat ponselnya.
Himawari pun melihat Kak Bryan mengangkat ponselnya, bak melihat seorang malaikat, dia menelan selivanya , memiringkan wajahnya lalu ia pun mulai mendekati Kak Bryan, saat dia mendekat ternyata ada Yuri yang sedang berganti pakaian di ruang itu dia pun mulai mengambil baju lainnya, namun dia tak tahu kalau di belakang ruang tempat ia ganti baju ada Himawari dan Kak Bryan. Tepat di lorong belakang ruang ganti tersebut.
Dengan segera Kakak Bryan membungkam mulut Himawari agar tak bersuara, karena Kak Bryan takut kalau bersuara Himawari dan dia akan membuat Yuri curiga. Yuri yang berganti baju sudah menanggalkan beberapa pakaian yang ia kenakan, hanya memakai baju tipis dan celana pendek. Sambil menggesek-gesek baju yang ada di lemari pakaian mengamati.
Namun di lorong belakang tangan Kak Bryan membungkam mulut Himawari, dan tubuh mereka saling berdekatan, kepala Himawari berada tepat di dada Kak Bryan, terdengar jelas jantung Kak Bryan berlarian tak karuan.
"Dag...dig...dug...dag...dig...dug..."
"Sialan kenapa suara jantung Kak Bryan keras sekali, kenapa aneh sakali?" Batin Himawari sambil menelan selivanya. Dia pun tak bisa bicara dan juga bergerak karena Kak Bryan membungkam mulutnya dengan tangan kiri, dan memeluknya dengan tangan kanannya.
Bersambung...
Tetap stay dengan karya author jangan lupa dukungannya saranghae 😍🤗🌻
__ADS_1