
Keesokan harinya Himawari bekerja di kantor seperti biasanya. Hari ini pekerjaanya itu lebih banyak dari yang biasanya. Walaupun begitu perasaannya yang sedang bahagia maka dia tidak merasa keberatan sama sekali. Malahan dia semakin bersemangat mengerjakan tugas siang ini.Kak Eliz datang ke ruangannya untuk mengecek pekerjaan dari Himawari hari ini.
"Hei, kau pandai sekali siapa yang mengajari mengerjakan tugas seperti ini?"tanya Kak Eliz pada Himawari,dan mengamati komputernya.
"Oh, temanku kak, karyawan bagian IT, dia itu bernama Rayan." jawabnya dan melanjutkan lagi tugasnya. Himawari fokus,hanya tinggal beberapa saja dokumen yang ia kerjakan .
"Rayan, sepertinya aku tak pernah mengenal karyawan itu, lagipula mana ada karyawan IT mau mengajarimu." ujar Kak Eliz tak percaya .
"Benar kak, dia kemarin disini membenahi komputerku juga." ujar Himawari lagi dia pun memperlihatkan komputernya pada Kak Eliz.
"Kenapa dia hari ini tak datang kemari?" tanya Kak Eliz pada Himawari, dan dia celingukkan .
"Tak tahu, mungkin dia sibuk kak." ujarnya .
"Kemarin setelah makan siang dia seharian menemaniku kak." ucap Himawari lagi.
"Apa mungkin aku yang tak pernah tahu ya?" gumam Kak Eliz.
"Ya sudah kamu teruskan aku tinggal gadis ya kecil." ucap Kak Eliz, dan dia berjalan keluar ruangan Himawari.
Himawari hanya menganggukkan kepalanya saja, setelah itu mengerjakan sisa menyalin dokumen hari ini. Nampak sangat semangat karena hari ini dia sedang berbahagia.
"Drrt...drrrt..." getar ponsel miliknya.
✉ "Aku berangkat dulu, walau kau tak bisa mengantarku hari ini, tetapi saat aku pulang nanti jemput aku di bandara ok ♥️" pesan Kak Bryan pada Himawari.
✉"Baik Kak, tenang saja kakak kan pulang hari minggu itu aku libur kerja, maka aku akan menjemput kakak ♥️" jawab Himawari lalu ia tersenyum setelah membalas pesan Kakak Bryan.
Beberapa menit kemudian nampak waktunya makan siang,maka dia berjalan ke arah kantin ternyata ada Rayan sudah menunggu di meja dan membawa dua makanan yang sudah dia ambilkan untuk Himawari juga.
"Kenapa kau sudah ada disini Rayan?" tanya Himawari , dan dia pun duduk di sebelahnya.
"Iya, aku sudah lama menunggumu, ada yang aneh denganmu, kamu terlihat sangat senang apakah kau mau cerita??"tanya Rayan melihat wajah Himawari lalu dia tersenyum kecil ke arahnya.
__ADS_1
"Tidak ada, hanya aku sangat senang hari ini." ucap Himawari memakan makan siangnya.
"Ya sudah, apakah kau sudah dapat hadiah?, aku hanya menebaknya saja." ucapnya Rayan menggoda dan melihat kalung Himawari.
"Syuuut..jangan keras-keras .." bisik Himawari.
Rayan seketika diam tak membuka suaranya, melanjutkan makan siang dengan Himawari.
🌻🌻🌻🌻🌻
Kak Bryan berangkat menuju sebuah negara I karena dia akan mempromosikan produknya yang baru, dengan Kak Mentari juga anggota lainnya, rencananya dia akan mengajak gadis kecil yang bernama Himawari ikut dengannya karena Himawari berhalangan dan harus kerja maka dia tak bisa ikut.Kak Bryan bersama tim nya berangkat pergi ke sebuah negara tempat dimana brand ternama berkumpul, tempatnya para mode baju terkini dan beserta brandnya.
Untuk satu minggu ke depan Himawari tidak akan bertemu dengannya. Maka Kakak Bryan menyimpan foto mereka berdua bila nanti di sana ia merindukannya.
Keberangkatannya ke luar negeri memakan waktu kurang lebih satu hari dan satu malam.
Jika tak terkendala badai atau delay, itupun kalau tepat waktu. Maka besok lah Kak Bryan dan besert timnya itu akan sampai ke negara tujuannya.Kak Bryan pun tidur menutup kedua kelopak matanya dengan penutup mata.
Kak Mentari melihat ada seorang pramugari yang menawari makanan dan juga minuman padanya.
"Silahkan nona, anda mau minum apa?" tanya pramugari itu, dan membawa troly, dengan penuh makanan juga minuman di atasnya .
"Orange jus aja, sama cake boleh, kebetulan aku lapar." jawab Kak Mentari lalu, pramugari itu memberikanya segelas orange jus serta satu potong cake strawbery.
Setelah itu dia pergi berlalu meninggalkannya Kak Mentari menikmati makanan dan minum an yang sudah di hidangkan.
🌻🌻🌻🌻🌻
Di kedai ibunya Himawari saat ini Kak Langit membantunya, karena pada saat jam makan siang maka akan ramai sekali. Ibu Himawari sangat kewalahan tanpa Himawari, biasanya yang mengantar makanan pesanan adalah gadis kecil itu. Namun karena dia bekerja di kantor maka tidak ada yang mengantarnya.
Ibu Himawari sungkan kalau menyuruh Kak Langit untuk menjadi kurir makanannya,maka terpaksa banyak pesanan yang di cancel oleh Ibu Himawari beberapa hari ini.
Kak Langit merasa amat heran kenapa ibunya Himawari, terlihat agak lesu dan juga terlihat tidak sehat. Mungkin ibunya Himawari kurang sehat atau juga kelelahan.
__ADS_1
"Bu anda kurang sehat, beristirahatlah ,anda terlihat pucat." ujar Kak Langit.
"Iya ibu kurang sehat nak, aku rasa lebih baik Himawari tak bekerja di kantor, karena aku kewalahan." gumam ibunya Himawari dan ia duduk di bangku, menghela nafas beberapa kali. Menatap kedainya yang sudah agak sepi.
Ibu Himawari agak kurang sehat karena juga ia sudah beberapa hari kurang beristirahat.
Sejak Himawari bekerja di kantor milik Ayah Kakak Langit, maka kesibukkannya semakin bertambah.Ditambah semua harus di lakukan sendirian. Ibu Himawari sekarang hanya bisa beristirahat sejenak.
"Apakah mungkin aku ini sudah terlalu tua?, hanya beberapa jam saja aku sudah lelah." batinya saat ini karena badanya yang kurang sehat, agak melamun.
🌻🌻🌻🌻🌻
Rayan seperti biasa mengikuti Himawari ke dalam ruangannya setelah makan siang, dia mengamati ruangan dan juga komputernya dengan teliti sekali.
"Kenapa kau seperti seorang mata-mata saja, Rayan?" tanya Himawari sambil memegangi pundak Rayan.
"Ha.. kau ini aku terkejut... Ehm, tidak apakah di ruanganmu ini ada orang lain selain kau?" tanya Rayan dan menatap lekat wajahnya .
"Ada lah..., kan ada kau sekarang." ucap polos Himawari pada Rayan dan terkekeh.
"Aku tidak bercanda, maksudku ya selain kita berdua Hima." ujar Rayan dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak, hanya kita berdua saja." jawabnya.
"Tapi aku merasa kalau sebelum kita kemari ada orang lain yang sudah kemari." ujar Rayan dan berjalan mengendap-endap, melihat dari setiap sudut ruangan Himawari.
Melihat kolong meja, lemari dokumen, ke arah korden dan semua sudut ruangan ini ternyata tidak ada orang lain. Namun anehnya ruangan Himawari ada beberapa benda bergeser juga dokumen yang bertumpuk sedikit tidak rapi.
"Kenapa raut wajahmu serius sekali Rayan?" tanya Himawari dan mengernyitkan kedua alisnya.
"Ya, sudah kalau kau keluar dari ruangan ini, sebaiknya kau kunci saja." saran Rayan pada Himawari kemudian dia pun membuka korden jendela di sampingnya, tidak ada sama sekali orang yang mencurigakan seperti dugaannya.
Bersambung...
__ADS_1