Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 77 "Menginap"


__ADS_3

Malam ini Shakira berada di rumah Himawari mereka berdua sedang mengobrol, sesama perempuan Himawari berniat untuk curhat satu sama lainnya.Shakira sangat kelelahan siang tadi berusaha sangat keras ,beberapa jurus baru karena tiap siang dia mengikuti pelajaran beladiri.Shakira mulai merebahkan badanya di atas kasurnya Himawari sembari menatap langit-langit kamarnya, kelelahan dan ingin mengatupkan matanya.


Namun Himawari menggoyang-goyangkan badan Shakira agar tak tertidur duluan,Shakira pun tak jadi mengatupkan matanya duduk di samping Himawari, lalu memandangi wajah kecil sahabatnya dengan kecurigaan kenapa orang mau tidur saja tak bisa,Himawari malah membangunkanya.


"Beberapa hari kemarin aku mau cerita sama kamu, tapi karena ada Kak Bryan malah tidak jadi."Gerutu Himawari pada Shakira dengan sebal namun Shakira tidak mendengarkannya malah beberapa kali ia nampak mengatupkan matanya, terlihat sangat kelelahan sekali .


"Kau cerita saja aku sambil merebah karena, aku sangat lelah, tubuhku serasa remuk, tadi pelatih menghajarku ."Ujar Shakira merebah lagi di atas kasur Himawari , dia meringkuk.


"Ya sudah kalau kau lelah tidur saja aku akan ke bawah mau ambil makanan, kau merebah saja."Gumam Himawari dan ia meninggalkan Shakira di kamarnya saat ini, beberapa detik saja Shakira sudah di buai mimpi memangnya dia sangat kelelahan, maka secepatnya dia akan tertidur pulas sekali seperti bayi yang tak punya dosa.Bermimpi amat indah di alam bawah sadarnya.


"Dasar aku kira dia akan menemani aku, ehh ternyata dia sudah mendengkur..." Gerutu dari Himawari sambil berjalan, hendak mengambil makanan di dalam kulkasnya.


Setelah mengambil buah dan minuman, dia duduk di depan televisinya dan melihat film kartun kesukaannya. Sambil menikmati buah yang sudah di kupas dan dipotong, ternyata ada sebuah pesan masuk ke dalam ponsel.


"Drrrtt....drrrt..." Ponsel bergetar .


"Hemmm, pesan dari siapa?" Ujar Himawari sembari membuka ponselnya.


"Aku pulang malam, jangan lupa kunci rumah Abang ya... adik kecilku yang bodoh." Pesan dari Abang Gamma,Himawari menggelengkan kepalanya sembari bergumam sendirian.


"Aish, kenapa tadi saat keluar tak di kunci?" Sembari menggaruk lehernya dan berjalan menuju rumah Abang Gamma.

__ADS_1


Rumah Abang Gamma dekat rumah Himawari dia adalah abang keponakan, namun mereka berdua seperti saudara kandung,karena tidak bisa pulang tepat waktu Abang Gamma mulai memberi pesan agar mengunci rumahnya.


Beberapa menit Himawari melihat ada seekor kucing yang masuk kedalam rumah itu ,entah kucing siapa itu yang merebah di sofa Abang Gamma. Dan Himawari heran lewat manakah padahal jendela juga masih terkunci.


Saat diperhatikan ternyata Cute kucing dari Kakak Mentari yang lepas, merebahkan diri di atas sofa milik Abang Gamma dengan gemoy


"Aduh kenapa Cute ada disini?, apa Abang Gamma yang membawanya?" Himawari pun mulai bergumam sendirian melihat Cute tidur dengan nyeyak di atas sofa Abangnya.


Himawari pun menghubungi Abangnya saat ini juga.


"Hallo Abang, kenapa ada Cute di sofa, Abang tidak mencurinya kan?"Tanya Himawari lalu dia menggaruk kepalanya lagi kebingungan.


"Oh iya tadi hujan lalu ini dia sedang tidur di sofa bang."Ujar dari Himawari lagi sambil melihat Cute tertidur pulas.


Merebahkan tubuhnya yang imut dan gemoy dengan nyaman dan juga tentram.


"Kalu tidak abang selamatkan dia akan mati, karena terbawa arus parit yang deras, dan aku rasa biarkan dia tertidur." Ujar Abang Gamma.


"Udah aku tutup..."Ujar Abang Gamma lalu dia menutup ponselnya.


"Ok." Jawab dari Himawari sembari menutup ponselnya.

__ADS_1


"Aduh Kak Mentari pasti khawatir sekali." Gumam dari Himawari sembari melihat Cute.


"Oh iya, aku kirim pesan ke Kak Bryan saja." Himawari pun mempunyai ide untuk memberi pesan pada Kakak Bryan agar memberi tahu Kakak Mentari kalau Cute sedang berada di rumah Himawari sekarang.


"Kak,Cute ada di rumahku, tolong beri tahu ya Kak Mentari biar tidak khawatir , aku rasa Kak Mentari akan mencarinya."Pesan pun di kirim pada Kak Bryan saat ini, namun karena Kak Bryan sangat kelelahan sekali setelah berlatih dengan Kak Bram,dia beristirahat di rumah Kak Bram dan ponselnya tidak di pegangnya.


Maka pesan dari Himawari pun tak sempat di baca olehnya, dan Himawari tak mengetahui.


🌻🌻🌻🌻🌻


Malam ini Kak mentari mengitari komplek rumahnya untuk mencari Cute , karena dia sangat menghawatirkannya.Sudah beberapa kali dia mengitari tak kunjung menemukan.


Akhirnya dia pun kelelahan dan putus asa. Kakak Mentari tidak tahu kalau sebenarnya kucing kesayangannya hampir mati terbawa arus air parit, atau selokan namun sudah di selamatkan Abang Gamma. Karena hujan di siang tadi sangat deras sekali membuat air parit dan selokan serta beberapa sungai itu meluap dengan seenaknya saja, dan juga dia menyisakan beberapa genangan di jalan yang berlubang.


"Aduh, Cute kamu itu nakal sekali aku sudah lelah, namun kamu tak kunjung ketemu." Kak Mentari bergumam sendirian di jalan sebal.


"Kalau ketemu aku hukum ya,"gerutu dari Kak Mentari semakin sebal kucinya tak kunjung di temukan.


"Haduh kemana kucing nakal itu?" Gerutu dari Kak Mentari sambil menyeringai,celingukkan mencari batang hidung dari kucing yang amat ia sayangi itu, bernama Cute.Sangat khawatir sekali karena seharian tak nampak.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2