
"Iya, tapi memang kalau biasanya ramai itu banyak yang antri, juga banyak yang baca di sudut situ." Ujar Kakak Bram pada Himawari sambil melihat ke arah ruang baca berukuran 2,5 meter × 2,5 meter tersebut,berada di sudut ruangan, cukuplah mengusir kebosanan para pengunjung yang sedang mengantri.
"Benarkah?, konsepnya mirip dari Coffee Pak Baek, bagus sekali dan bertema Alam, segar dan sejuk di mata." Himawari menutup mata dan merasakan udara yang segar terhirup di kedua lubang hidungnya amatlah segar , dan nyaman sekali membuatnya rileks .
"Benar aku suka, tempat ini makanya banyak orang yang mampir, tapi aku penasaran rasa makanannya." Ujar Shakira sambil menelan selivanya, karena kelaparan dan mengelus beberapa kali perutnya yang keroncongan .
"Gadis ini, kau benar-benar kelaparan kah." Gumam dari Kak Bram sambil memandangi wajah Shakira yang nampak kebingungan.
Beberapa menit kemudian makanannya itu sudah terhidang di meja makan mereka.
__ADS_1
"Wah sudah sampai, ayoo kita makan dulu." Ajak dari Kak Bram pada kami semua, sambil mengamati menu pesanan yang sudah siap terhidang di meja, namun masih ada yang kurang, Kak Bram pun pergi ke tempat para waitress untuk menanyakannya.
Shakira, Himawari, serta Kak Bryan makan sangat lahap, karena sudah kelaparan sedari tadi. Saat mereka makan dengan lahapnya ada beberapa preman atau tiga pria yang tak mau membayar makanan yang sudah mereka pesan,setelah seenaknya memakan mereka semua hendak cuci tangan, tak mau bayar.
Ternyata memang mereka itu merasa hal ini sudah lumrah, pemilik kedai pun menghampiri mereka saat ini,Shakira yang melihatnya diam
Tak bergumam dan juga tak berbicara hanya saja ,dia memakan mie nya dengan lahap, tak seperti biasanya, beberapa menit kemudian ternyata mie Shakira sudah ludes tak bersisa sama sekali, bahkan hiasan sebagai pemanis di lahapnya juga. Makan dengan terburu-buru.
"Hei,... bayarlah kalian sangat sering makan gratis disini, lihatlah semua pengunjung pasti bayar."Ujar dari pemilik kedai tersebut sudah geram akan tindakkan para preman ini.
"Hei, tapi kan kami makan hanya beberapa porsi saja, kenapa menarik uang pada kami?" Protes dari salah satu preman pada pemilik kedai tersebut, sambil maju ke hadapannya memperlihatkan badannya yang kekar, dan dia menyeringai bertujuan menakuti pemilik kedai mie ini.
__ADS_1
"Ayolah, lihatlah agak sepi kedaiku ini, jika seperti terus aku akan merugi." Permohonan dari pemilik kedai mie ini pada salah seorang preman tersebut.Dia sangat ketakutan namun karena kedai mie nya agak sepi maka ia mulai memberanikan dirinya, agar para preman tak terbiasa dengan kebiasaan buruk mereka.
Shakira pun sangat geram berdiri, dan minum segelas es coklatnya, setelah menaruh gelas kosong dia pun berjalan dengan cepat mulai berdiri di depan para preman, dengan tatapan geram ,menyeringai, melotot ,tatapan tajam, agar para preman ketakutan padanya.
"Hai, gadis kecil minggirlah!, atau kami akan memberimu pelajaran!!" Ujar dari salah satu preman tersebut pada Shakira ,nampaknya mereka terganggu akan kehadiran Shakira, yang berusaha membantu pemilik kedai mie.
"Berikanlah uangnya dulu, aku lihat kalian bukanlah seorang yang miskin, juga bisalah kalau membayar dua porsi mie saja." Gerutu dari Shakira sebal, melihat para preman yang tak mau membayar mie mereka.
Nampak dari kejauhan Kak Bram mengamati Shakira sambil tersenyum manis, Kak Bryan dan Himawari di bangkunya melihat Shakira yang adu mulut dengan para preman agak terkejut. Dan pemilik kedai mie ini juga heran ternyata ada seorang gadis muda belia berani membela, juga mau membantunya padahal dia terlihat kecil dan tak terlalu bisa menjaga diri. Shakira menatap lekat beberapa preman
Suasana dalam kedai mie mendadak agak panas, karena akan ada sebuah pertarungan.
__ADS_1
Bersambung...