Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 73 " Pusing, dan Stuntman"


__ADS_3

"Apa yang kau ucapkan bang dasar?"Gerutu Himawari namun dengan amat lirih sehingga Kak Bryan tak mendengarkannya.


Dan Abang Gamma hanya memberi tanda agar Himawari tak ikut campur dan hanya diam saja. Jari telunjuknya di tempelkan di dekat bibirnya. Agar Himawari diam saja.


Kakak Bryan masih lemas juga berfikir keras agar bisa belajar lebih mandiri, tidak itu saja dia pun masuk mobilnya dan menuju pulang ke rumahnya. Sambil beberapa kali menghela nafasnya. Masih belum percaya kalau Abang Gamma mau dia mengalahkannya.


Di rumah Kak Bryan mondar-mandir bingung sekali apa yang harus dia lakukan saat ini, dia tahu mustahil sekali kalau bisa mengalahkan Abang Gamma, Shakira itu yang sedari kecil hidupnya berlatih beladiri saja tidak pernah sekali pun menang melawan Abang Gamma.


Apalagi Kak Bryan yang sangat pemalas ,dan juga tidak tertarik dalam ilmu beladiri, Dia pun makin gusar, gundah dan gulana, beberapa hari ini saja sudah kebingungan sekali saat tak melihat batang hidung Himawari .


"Sialan... kenapa aku harus mengalahkannya, Abang Gammaaaaa!, kau menggodaku, atau aku belajar dengan Shakira saja ."Gerutu dari Kak Bryan sambil berfikir keras dalam fikiran saat ini, agar bisa segera mengalahkan bang Gamma.


"Misiku ini adalah bisa mengalahkan Abang Gamma!!!, aku pasti bisa!!!" Gerutu dari Kak Bryan agar dia semangat, walaupun hal itu adalah hal yang sangat mustahil baginya.


"Aduh...aku pusing sekali apa yang harus aku lakukan?"Kak Bryan bergumam sendirian saja


Dia pun pergi beranjak ke dapur membuat teh camomile, karena teh kesukaannya itu adalah teh penenang agar bisa merilekskan fikiran.


Setelah teh terhidang dia pun menyeruputnya duduk dengan tenang, agar cepat mendapat solusinya. Tetap berfikir keras mencari solusi.


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Di rumah Himawari saat ini Abang Gamma melepas jas hitamnya, duduk di sebelah adik kecilnya yang bodoh dan imut itu.


Himawari menyalakan tv dan duduk dengan manis, sambil memakan camilan.Dia tidak berbicara dengan Abangnya saat ini, agak marah karena kejadian tadi . Dia mulai tidak menghiraukan Abangnya.


"Kau merajuk padaku?" Tanya Abang Gamma


"Tidak..."Jawab Himawari dengan jutek dan tetap menonton televisi.


"Lalu kenapa kau diam?"Tanya Abang Gamma dan memperhatikan wajah adiknya.


"Aku lelah lagipula kenapa Abang tadi bicara seperti itu?"Tanya Himawari pada Abangnya.


"Ya karena, gimana dia mau menjagamu, jika aku banting sekali dia sudah kalah."Jawab Abang Gamma sambil mengambil camilan yang ada di tangan Himawari .


"Tapi benar kan Abang kan sayang adik kecil ku ini, lagipula kalau dia serius, pasti dia mau belajar percaya sama Abang."Ucap Abang Gamma dengan tegas dan bijaksana kepada adiknya saat ini.


"Benarkah?"Tanya Himawari dengan amat penasaran dan melihat televisi.


"Benarlah percaya sama Abang ,kau sudah makan?"Tanya dari Abang Gamma sambil melihat wajah Himawari.


"Sudah tadi kami itu makan berempat bang, ada kak Bram, Shakira ,aku dan Kak Bryan." Ujar dari Himawari sambil menaruh toples camilan di meja ia pun mengambil air minum.

__ADS_1


"Lalu kenapa kau hanya pulang berdua saja?" Tanya dari Abang Gamma sangat penasaran sekali, kenapa tak pulang berempat.


"Tadi Shakira pulang bersama Kak Bram." Ujar dari Himawari dan menaruh gelasnya di meja duduk di samping Abang Gamma lagi.


"Oh..,kenapa Abang memakai baju rapi dan tampan sekali hari ini darimana?"Tanya dari Himawari sembari memandangi wajah Abang Gamma yang tampan maksimal, karena saat ini masih berbalut busana kemeja putih ala Bodyguard seperti di film action di televisi.


"Ehm, Abang tadi ikut syuting pengambilan gambar film, namun Abang tak masuk dalam filmnya."Ujar Abang Gamma sambil tertunduk agak lesu dan kecewa , terlihat amat murung .


"Ehm, tapi kenapa abang mau aja?" Tanya adiknya sambil memegangi tangan Abang Gamma, yang terlihat sedih sekali .


"Ya mau ajalah, kau tahu Abang ini ingin jadi actor action, udah beberapa kali Abang ikut namun hanya jadi stuntman aja."Ujar Abang Gamma pada Himawari sambil tersenyum.


"Ehm, stuntman hanya peran pengganti saja, tapi Abang dapet uang ?"Telisik Himawari dia pun merasa sedikit miris pada Abangnya ini yang ingin sekali menjadi actor terkenal .


"Ya dapetlah, walau gak banyak kau tahu tiap Abang jadi stuntman, banyak luka gores dan juga badan Abang agak remuk."Ujar Abang Gamma sambil menahan rasa sakit di tubuh saat ini, karena saat menjadi peran pengganti dia akan menggantikan artis utama, di dalam adegan action namun dia tidak terlihat saat pemutaran film, dia hanya di pakai agar artis utama tak terluka dan cidera saja.


"Gimana kalau Himawari ambil obatnya ,aku akan mengobati semua luka Abang yang di punggung mau tidak?"Tanya Himawari dan melihat wajah Abangnya yang murung dan bersedih itu agar sedikit terhibur.


"Baiklah, gadis kecilku yang bodoh jangan lupa ambil perban juga ya."Ujar dari Abang Gamma sambil tersenyum manis mulai lega.


Perasaan Abang Gamma sebenarnya sangat sedih sekali, karena kemampuannya dalam beladiri dan juga berakting sangat bagus dan pas untuk di jadikan aktor utama, namun saat ini karena dia masih belum beruntung, masih dan tetap berusaha walaupun keberuntungan itu suatu saat ini akan berpihak ataupun tidak dalam hidupnya, malam ini Himawari sangat baik pada Abangnya memberikan obat, agar luka-luka itu cepat sembuh, dan kembali lagi seperti sedia kala.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2