
"Aku kan kini sudah sadar, jadi berhentilah menangis, cup..." sambil mengecup kening.
"Baiklah, aku akan berhenti menangis, tapi berjanjilah kau tak akan pernah meninggal kan aku lagi." ujar Himawari.
"Tentu saja, aku akan menikahimu, dan hidup bersama-sama selama-lamanya, apakah kau mau aku cium??" tanya Kak Bryan dan tersipu
Himawari menggeleng kepalanya, dan mulai mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa tak mau?,"
"Aku malu kak, masak di rumah sakit kau mau menciumku."
Dan di balik pintu Kak Langit yang merasakan perasaannya teriris, bagaikan sembilu yang menancap itu, pergi karena tidak tahan akan percakapan Himawari dan Kak Bryan.
Berjalan dengan gontai ia keluar ke arah pintu rumah sakit.Sedikit tersadar jika perasaannya tak akan terbalas sampai kapanpun juga.
"Kenapa bukan aku yang menjadi pertama?, haaaaaaa..." batin Kak Langit dan menghela nafas panjang.
Dia pun duduk di ruang tunggu, dengan rasa yang perih serta merasakan takdir dan juga nasibnya begitu buruk sehingga ia tidak dapat merasakan kasih sayang. Semua orang yang di dekatnya mulai menghilang satu persatu , mereka pergi dari hadapannya. Kini ia merasa kalau dunia mempermainkannya.
"Hem, kenapa nasibku begitu mengenaskan?, tak satu hal pun berjalan dengan baik padaku sekarang aku juga harus merasakan cintaku yang bertepuk sebelah tangan." batin dari Kak Langit, duduk diam melamun.
"Haaa, ingin rasanya aku marah, semua ini kenapa sangat suka mengerjaiku?, membuat aku seperti seorang pecundang, yang datang hanya untuk menyaksikan semuanya dari belakang, hemmm..."
"Aku hanyalah pecundang..."
....
....
....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻
Beberapa hari kemudian, Kak Langit pun kini merasa lebih tenang daripada hari biasanya karena dia berfikir kalau perasaannya kepada seorang gadis yang bernama Himawari tidak akan pernah sama sekali terbalas. Maka dia bermaksud akan melupakan perlahan-lahan karena tidak mungkin seorang wanita akan mencintai dua orang pria sekaligus dalam hidupnya.
Kini mengajak Himawari bertemu di sebuah taman, mereka berdua pun hendak berbicara tentang perasaan mereka masing-masing .
Himawari pergi ke arah tempat yang sudah di tentukan oleh mereka berdua, namun saat ia hendak pergi ke arah taman. Ada seorang pria yang membekapnya dari belakang seketika ia pingsan. Karena sapu tangan yang di pakai mengandung obat bius.
Beberapa jam telah berlalu, dan Kak Langit tidak melihat Himawari nampak datang, ia pun curiga , dan beberapa kali ia mencoba untuk menghubungi nomer ponsel miliknya.
Namun tidak mendapat jawaban dari gadis itu, tak selang berapa lama ponsel milik dari Kak Langit berbunyi , ia mendapatkan telepon dari nomer yang tidak di kenal.
"Hallo, siapa ini?"
"Dengar, kalau kau ingin bertemu dengan gadis ini datang sendiri ok, jangan kau bawa orang lain, dan jika tidak nyawanya akan jadi taruhannya ha...ha..ha." dan menutupnya.
"Hallo, hallo, hallo siallll !!" ucap Kak Langit dia pun kebingungan karena Himawari saat ini dalam bahaya.
Dan saat ia tahu kalau Boss yang menyekap Himawari adalah pria yang selama ini dekat dengannya. Matanya pun hampir terlepas .
"Ha... Jadi kau mendekati aku hanya ingin menyekap Himawari..."
"Lepaskan dia aku akan melakukan apapun yang kau mau."
"Ha...ha...ha.. Pria bodoh, aku sudah bilang kalau jangan kau menghubungi siapapun. Tetapi kau malah menghubungiku."
"Dasar pria gila lepaskan Himawari !!!"
"Kau tahu kenapa aku melakukan ini??"
"Dasar pria gila, aku kira kau ada di pihakku, aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri."
__ADS_1
"Ha...ha...ha... Saudara darimana?, setelah semua yang telah di lakukan Ayahmu pada keluargaku. Semuanya di bantai tanpa sisa."
Mereka semua mati !!, dan kau itu harus mati juga, ha...ha..ha..."
Sambil membawa pistol di tangannya pria itu mengenang masalalu hidupnya yang pahit.
Flash back
Beberapa tahun yang lalu saat Rayan masih kecil, dia mengintip dari celah kalau kedua orang tuanya saat itu di bunuh oleh Ayah Kak Langit. Mereka semua di bunuh dan mayat mereka di simpan lalu setelahnya di buang di kandang buaya. Lalu kematian mereka pun tersamarkan. Rayan pun di angkat sebagai seorang pengawal karena Rayan mempunyai bakat beladiri serta, kecerdasan di atas rata- rata. Rayan tidak mengetahui asal dan sebab akan terbunuhnya orang tuanya kenapa sang Ayah dari Kak Langit membunuhnya secara biadab. Lalu karena Rayan berpura-pura jika tidak tahu atas kematian orang tuanya maka ia terlihat seperti anak kecil yang polos. Tapi sebenarnya menyembunyikan yaitu dendam yang amat membara. Dan berusaha untuk memendamnya dalam-dalam.
🌻🌻🌻🌻🌻
Dengan menitihkan air mata kini ia menatap Kak Langit, seolah melihat pembunuh kedua orang tuanya dahulu kala.
"Kau tahu kenapa aku begitu membecimu?" menyeringai.
"Lepaskan gadis itu dulu, terserah kau ingin membunuhku aku tak peduli Rayan." menatap dengan intens
"Hei, pria bodoh dia hanya gadis yang tidak berdaya, kenapa kau begitu menyukainya??"
"Aku memang bodoh Rayan, dan aku tidak sepertimu, hanya bersembunyi di belakang bayangan seorang gadis, tidak usah kau menyekapnya, dan aku akan memberikan nyawaku padamu, sebagai gantinya nyawa kedua orang tuamu." ucap Kak Langit dan wajahnya serius.
"Ha..ha...ha... Baiklah jika itu yang kau mau, aku akan membunuhmu, tapi sebelum aku membunuhmu, dengarkan baik-baik, kau tahu siapa yang membunuh Ayahmu?,ha..ha..ha."
"Aku yang membunuhnya, aku menaruh racun dengan takaran yang sedikit, jadi setiap hari yang di minum oleh Ayahmu itu adalah racun bukan obat dari penyakitnya. Setelah dia lama mengkonsumsinya dia mati, dan dia merasa kalau obat yang selama ini di minum benar- benar akan membuatnya hidup lama, ha..ha ha..." terbahak-bahak.
"Dasar tua bangka biadab, dan kini aku akan membinasakan keturunannya, maka tak akan ada lagi penerusnya, aku tinggal melanjutkan usahanya, tanpa ada jejak dan saksinya."
Menarik pelatuk dari pistol tersebut dan ia mengarahkan pada Kak Langit. Sangat siap melepaskannya.
"Dooor, dooor, doooor...."
__ADS_1
Bersambung...