Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 126 "Bunga Matahari"


__ADS_3

Saat dalam perjalan Kakak Langit menerima satu panggilan, dia terima dengan memakai headset di telinganya agar fokus menyetir .


"Iya ,hallo siapa ini?" tanya Kak Langit.


"Pak, gimana apa jadi bucket bunganya?, dan apa benar yang di pilih bunga matahari warna kuning?" tanya dari seorang wanita di ponsel itu .


"Ya Benar sekali, oh iya jangan lupa segera rangkai sepuluh menit lagi aku akan kesana."


"Baik pak,sebentar lagi akan jadi, trimakasih."


Baru menutup ponselnya Kak Langit melihat seorang pria yang sedang berjualan bunga,dia membawa sepeda pancat agak terseok-seok.


Dengan langkah kaki gontai dia membawa, banyak sekali jualannya.


Kak Langit yang melihat itu langsung berhenti menepikan mobil merahnya di bibir jalanan.


"Kek, bolehkah saya membeli bunganya itu?" tanya Kak Langit dengan suara renyah, dan ia menghentikan seorang kakek yang berjualan bunga keliling.


"Silahkan anak muda, kau mau beli bunga apa?" tanya Kakek tua itu sembari berhenti.



"Saya mau satu ikat bunga matahari kuning itu, dan ini uangnya." sambil menyodorkan uang ke tangan kakek itu .


Kak Langit pun mengambil satu buket bunga matahari bewarna kuning cerah, seperti sinar matahari kala ini, bersinar dengan keemasan .


"Ini kembaliannya, dan jangan lupa bunganya taruh di vas dan di kasih air biar awet." ujar dari Kakek penjual bunga itu ke Kakak Langit.


"Kembaliannya untuk kakek, terimakasih ya." ucap Kak Langit dengan tersenyum masuk ke dalam mobil merahnya.


"Terimakasih anak muda." jawab Kakek itu dan mengayuh sepedanya lagi.


Kak Langit dengan tersenyum menaruh satu bucket bunga itu di samping kursi mobilnya.


Lalu dia pun berganti baju kaos biasa karena, kemeja putihnya terkena noda lisptik bewarna pink.Setelah berganti pakaian dia menyalakan mesin moblinya.


"Broom... broomm..."


Kak Langit mengambil ponsel menghubungi seseorang.


"Hallo, aku tak jadi kesana kau boleh kirim ke alamat yang tadi aku kirimkan melalui pesan."

__ADS_1


"Baik tuan."


🌻🌻🌻🌻🌻


Siang yang indah Himawari mendapat sebuah bucket bunga matahari bewarna kuning indah


Namun tidak tahu siapa pengirimnya, dia pun merasa aneh karena dia tidak merasa pesan ataupun mengenal seorang yang cukup dekat


"Anda hanya tinggal tanda tangan saja nona."


"Baiklah, terimakasih." ucap Himawari sambil masuk ke dalam kedainya lagi.



Di bukanya tulisan kecil dan di bacanya.


Dari Ku


Untuk Himawari kecil, aku sudah mencari dan menunggu dengan waktu yang sangat lama, aku harap bunga bewarna kuning ini secerah perasaanmu,dan aku rasa warna kuning cerah bukan melambangkan perasaanmu saja, tapi juga perasaan yang hangat dan terang,seperti masa depan kita berdua selama-lamanya .....


Aku yakin kau hari ini sangat senang dan juga bahagia, sama dengan perasaanku saat ini, ya tersenyumlah seperti biasanya aku sangatlah rindu dengan senyumanmu setiap pagi ada, dan menghiasi pintu gerbang sekolahan kita.


♥️🌻😍


"Bahkan dia tahu aroma parfum kesukaanku." ucap dari Himawari sembari berjalan menuju kedai ibunya namun karena dia tidak melihat, maka kepalanya pun menatap seorang dan ternyata dia adalah seorang pria dewasa.


"Buak...,argh..." erangan Himawari sembari menggosok dahinya.


"Maaf ya pak, saya tak sengaja." permohonan maaf Himawari, sambil menangkupkan kedua telapak tangannya.


"Makanya kalau jalan lihat-lihat dong, mata itu di pakai, jangan senyum-senyum sendiri aja." gerutu dan protes dari salah satu pelanggan yang hendak keluar, karena selesai makan di kedai ibunya.


"Iya Pak, mohon maaf." ujar Himawari sekali lagi.


Dia tidak menjawabnya, hanya meninggalkan Himawari begitu saja,karena dia merasa sebal


"Himawariiii,kemariiiilah!!, antarkan pesanan makanan ini !!"seru dari ibu Himawari dengan menata banyak pesanan dari sebuah gedung yang sering sekali, memesan makanan dari kedai ibunya itu.


"Baik, siap."dia pun menaruh bucket bunganya


Dan bergegas langsung mengantar makanan yang sudah di pesan untuk makan siang itu .

__ADS_1


Beberapa menit motor kecilnya terparkir rapi, Himawari masuk kedalam gedung itu berjalan menyusuri jalan, dan masuk ke dalam lift .


"Ting."


Dia pun keluar dari lift dan sekarang berada di lantai 10,dan banyak orang yang berkerumun.


Himawari memberikan makanan pesanan itu, dan segera turun lagi dengan memasuki lift .


Saat turun dia pun berpapasan dengan pria yang tampan dengan jas bewarna hitam .


Namun pria itu tak menoleh ke arah Himawari begitu juga sebaliknya, Himawari juga tidak menoleh ke arah pria itu. Saat mau masuk ke dalam lift pria berjas warna hitam mencium aroma buah jeruk sunkist teringat akan gadis yang dia kenal, yaitu Himawari.


Dia pun menghentikan langkahnya, berbalik melihat punggung kecil seorang gadis yang sedang berjalan ke arah keluar gedung.


Lalu Kak Bryan pun mencoba memanggilnya


"Himawariiii..."


"Himawariii..."


Panggilan Kak Bryan membuat gadis kecil itu menoleh ke belakang, dan menatap seorang pria tampan yang sangat di kenalnya.


Kak Bryan pun berjalan ke arah gadis kecil itu mereka berdua saling tersenyum satu sama lainnya. Seketika mereka berdua melanjutkan mengobrol di ruang gedung, duduk di sebuah bangku, dan salinga tidak percaya kalau yang mereka lihat adalah kenyataan.


Selama bertahun-tahun tidak bertemu tidak banyak berubah,namun Kakak Bryan terlihat bertambah dewasa.Nampak tampan rupawan gagah, dengan senyum khas nya yang amat manis, dan juga perilaku baiknya itu .


"Kau kemana saja selama ini, aku ini mencari mu?" tanya Kak Bryan dengan memandangi wajah Himawari tak berubah sama sekali.


"Aku baru pindah di daerah ini beberapa bulan yang lalu kak." ujar Himawari dengan sedikit menunduk karena setelah bertemu Kak Langit dan sekarang bertemu Kakak Bryan, membuat dirinya sedikit tidak percaya.


"Aku mencarimu kemana-mana, dan ternyata baru sekarang aku bertemu denganmu." ucap Kak Bryan dengan menggenggam jemari dari Himawari, dengan merasa sangat senang dia bisa menemukan gadis yang amat ia sayangi sampai detik ini.


"Maafkan aku ya kak, lagipula aku hanya bisa menyusahkan kakak saja iya kan...." ujarnya sambil meminum minuman dingin.


"Kau tinggal dimana?, ayo aku antar." ucap Kak Bryan ingin mengantar gadis kecil itu.


"Aku membawa motor kak, kakak tidak kerja?, apa boleh keluar sembarangan saat kerja?" tanya Himawari dengan amat penasaran, dia takut mengganggu kalau Kak Bryan sedang bekerja.


"Tak apa-apa, siapa berani melarangku." ucap Kak Bryan tertawa sumringah, dia pun mulai berjalan mengambil mobilnya mengajaknya untuk pulang bersama.


"Lalu sepedaku bagaimana kak?" tanya gadis kecil itu dengan melihat ke arah motornya.

__ADS_1


"Nanti ada yang mengantarnya, ayo masuk ke dalam mobil, aku akan mengantarmu." ucap Kak Bryan menarik lengan Himawari dan dia memasukkan ke dalam mobilnya.


Bersambung....


__ADS_2