
Saat perjalanan pulang pun Shakira tidak tahu akan kemana, jadi dia pun memutuskan untuk pergi ke arah supermarket terdekatnya hanya untuk membeli camilan dan es krim.
Lalu setelahnya dia pun duduk di meja dekat supermarket itu, dengan menatap kendaraan yang lalu lalang di jalan raya.
"Ha, kenapa aku harus berakhir disini?" gerutu Shakira, dan menenggak minuman sodanya.
"Sialan, kenapa Himawari mau menikah?, lalu aku dengan siapa?, aku pasti akan kesepian." gerutu Shakira, meratapi nasib sialnya itu .
Beberapa kali dia makan camilannya dan juga menggerutu sebal, akan pernikahan yang dari sahabatnya itu. Karena sedari kecil mereka berdua sudah bersahabat tentu Shakira pasti akan merasa kehilangan sosok sahabatnya itu.
Tentu siapa yang tidak merasa seperti itu, jika kawan karibnya akan segera menikah, namun dia tidak. Jangankan menikah seorang pria atau kekasih saja Shakira tidak punya sama sekali. Bahkan orang yang pernah ia sukai itu yaitu Kakak Bram tak pernah muncul sama sekali di hadapannya.
"Hu... Sial banget sich, kenapa Kak Bram itu gak pernah muncul sama sekali?" gerutu dari Shakira, lalu ia melanjutkan makan camilan miliknya dengan lahap.
Namun saat dia asyik menghadap ke arah depan, ada seorang yang memberinya sapu tangan dengan obat tidur dan membekapnya.
Tak lama kemudian dia pun pingsan, setelah itu pun dia di masukkan ke dalam mobil dan mobil langsung melaju dengan kencangnya.
Shakira dia bawa ke sebuah gudang dimana, gudang itu sudah lama tak di pakai.Shakira di bekap dan di tali kedua tangannya bersama kakinya. Namun karena Shakira tak sadarkan diri maka ia tak bisa melawan.
Untuk beberapa jam setelah efek obat tidur itu hilang Shakira sadar, dan kelopak matanya itu mulai terbuka lebar. Dia pun melihat ke segala arah, bahwa tempatnya yang ia lihat berbeda dengan yanh tadi.
"Sialaaan, apalagi ini?, kenapa aku berada di sini?, bukankah aku seharusnya berada di depan supermarket??" batin Shakira.
__ADS_1
"Apa yang diinginkan mereka padaku??" batin Shakira dan merasa masih pusing karena sisa obat bius yang masih ada.
Sambil berusaha mencari cara agar tali ikatan kepada kedua kakinya dan tangannya itu, dia pun menggerak-gerakkan kedua kakinya agar bisa terbuka. Namun karena tali itu sangatlah kencang maka nihil dan juga tak bisa terbuka sama sekali.
"Sialaannn... Duh kenapa mereka semua itu menangkapku??" batin Shakira.
Dan di depan gudang ada beberapa preman yang menjaga, mereka semua sangat sigap, dengan tubuh gempalnya, serta ototnya itu bertebaran dimana-dimana. Wajah mereka juga seram cukup untuk menakuti beberapa anak kecil yang bandel tak mau tidur siang.
Alhasil mereka semua siap siaga agar orang yang mereka culik tidak bisa lepas.
"Bagaimana boss?, dia sedang pingsan, apa boleh kami makan dulu ?, kami lapar sekali.." ujar salah satu preman yang tak mempunyai rambut sama sekali.
"Kamu ini makan aja tahunya..." hardik dari salah satu preman yang di panggil bos.
Namun dia itu belum benar-benar berhasil melepasnya, dia masih tetap berusaha agar bisa melepas semua talinya yang berhasil mengikat tubuhnya itu.
"Awas saja jika lepas, kalian semua akan ku hajar babak belur..." batin Shakira amat geram karena ada yang berani menculiknya .
🌻🌻🌻🌻🌻
Kak Langit yang sedang asyik menata desain rumahnya yang mungkin saja beberapa bulan lagi akan dia ikutkan perlombaan di luar negri.
Karena dia akan ikut kompetisi mendesain sebuah rumah cerdas dengan segala pernak- pernik, dan juga detailnya. Dia sangat fokus tak menghiraukan panggilan Rayan beberapa kali karena waktunya makam malam. Namun kali ini Kakak Langit bisa melupakan masalah jika berurusan dengan desain rumah yang dia rancang. Dia duduk mengamati semua detail hasil dari rancangannya. Lalu tiba-tiba ponsel miliknya bergetar dan mendapat pesan yang misterius.
__ADS_1
✉" Ingat !!, gadis ini akan mati jika kau tak datang sendirian malam ini tepat pukul 12 malam, ingat hanya sendirian.!!!!" pesan yang masuk
Setelah membaca pesan itu Kak Langit pun mnegernyitkan kedua alisnya, dan menekuk wajahnya. Tanda ia tak paham siapa gadis yang di maksud di pesan itu.
Lalu sebuah gambar foto Himawari di kirim lagi di ponsel miliknya, dia langsung sangat gusar dan mengkhawatirkan gadis itu.
"Apa yang di lakukan mereka berani sekali?, mereka menyekap Himawari." gerutu dari Kak Langit.
✉" Berikan alamatnya, aku pasti akan kesana sendirian pukul 12 malam." pesan Kak Langit.
Setelah salah satu preman mengirim pesan lagi yaitu alamat mereka maka, Kakak Langit beberapa kali melihat jam di tangan kananya tampak dia amat kebingungan. Seperti pria yang kebakaran jenggot namun saat Rayan masuk kedalam kamarnya dia pura-pura kalau tak terjadi apa-apa.
"Ayo kita makan malam, tuan muda belum selesai pekerjaannya ?" tanya Rayan sambil mengamati hasil karya Kak Langit.
"Sebentar lagi, makanlah lebih dahulu aku masih belum lapar." usir Kak Langit kepada Rayan, dan dia pun agak sebal karena tidak di hiraukan sama sekali.
"Biarkan aku sendirian pergilah !!" ucap Kak Langit agak ketus.
Padahal dia sudah bersusah payah memasak untuk makan malam bersama, serta dia ingin makan berdua agar tuan mudanya tidak sibuk terus mengurusi semua pekerjaannya saja.
"Tuan muda ini, di suruh makan malah asyik kerja aja." gerutu Rayan dan duduk di meja makan, karena Kak Langit sedang tidak ingin di ganggu saat menyelesaikan proyeknya.
Yang sebernarnya Kak Langit sedang mencari cara untuk menyelamatkan Himawari.
__ADS_1
Bersambung...