Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 72 "Ujian 2"


__ADS_3

"Abang Gamma?"Tanya Kak Bryan ,matanya pun melotot hampir terlepas.


"Kenapa kau melihatku seperti melihat hantu, memang apa yang kalian bicarakan?" Tanya Abang Gamma pada Kak Bryan dan Himawari


Kak Bryan menelan selivanya karena sudah takut akan di hajar oleh Abang Gamma, dan untuk Himawari ingin sekali menceritakan hal ini pada Abangnya saat ini.


Mereka bertiga itu saling menatap satu sama lainnya, dan terlihat ketakutan, canggung dan ada yang kebingungan. Abang Gamma agak terheran dan curiga apa yang di sembunyikan sehingga Kakak Bryan ekspresi raut wajahnya terlihat seperti itu.


"Ini Bang ,Kak Bryan suruh jawab pertanyaan tempo hari waktu di tempat kerjanya."Ujar dari Himawari dengan polosnya tidak itu saja, dia menghampiri abanya sambil mengerucutkan bibirnya. Lalu melingkarkan lengannya.


"Kenapa bibirmu seperti ini?, dan pertanyaan apa yang harus kau jawab ?"Tanya dari Abang Gamma penasaran sambil menoleh ke arah Kak Bryan dengan tatapan penuh curiga dan terkejut kenapa adiknya bisa bicara seperti itu


"Sebenarnya gini Bang, aku mau bilang sama Abang Gamma kalau aku..."Ujar dari Kakak Bryan yang mau meneruskan kalimatnya, tapi karena Abang Gamma dalam suasana kurang enak jadi Kak Bryan mengurungkannya.


"Teruskanlah perkataanmu, lagipula aku heran apa yang kau bicarakan di tempat sepi agak gelap ini?"Telisik Abang Gamma agak geram kenapa adik kecilnya, di bawa ketempat yang seperti ini.Agak gelap dan kurang penerangan juga sepi tak ada orang yang lewat.

__ADS_1


Mata Bang Gamma memperhatikan sekeliling juga mengamati ekspresi wajah Kakak Bryan , agak ketakutan dan kebingungan.Dia mulai menebak hal apa kira-kira yang akan mereka bahas, dan bicarakan di tempat seperti ini.


"Apakah, adikku mempunyai hutang padamu, atau banyakkah hutangnya?" Kak Bryan mulai mencoba menebak hal yang mereka bahas .


"Apa yang kau bicarakan ,omong kosong." Protes Himawari dengan marah dan sedikit kesal, Abangnya bicara sembarangan.


"Bukan itu bang, baiklah aku akan berbicara pada Abang Gamma, kalau aku suka sama Himawari." Ujar Kak Bryan memberanikan diri dan tertunduk lemas setelahnya. Namun ada perasaan lega sekali.


"Apa kau tidak buta kan, adikku kecilku ini, dia anak yang bodoh dan juga pemalas, hahaha." Ujar Abang Gamma lalu dia tertawa terbahak- bahak setelahnya. Masih heran dengan kata yang sudah di ucapkan oleh Kak Bryan.


"Benar sebaiknya tidak di jawab, jika kau suka Himawari kau harus bisa mengalahkanku." Ujar Abang Gamma mempersulit Kak Bryan .


Dia berharap Kak Bryan mau berlatih lagi dengan keras agar lebih tangguh, dan bisa menjaga dirinya dan adik kecilnya.


"Aduhhh... Bang, aku mengalahkan Shakira aja sulit apalagi Abang." Kak Bryan lemas atas syarat yang di ajukan , Abang Gamma.

__ADS_1


"Ya kau suka atau tidak sama adikku, walau dia bandel nakal dan bodoh, dia harta karunku iya kan."Sambil menoleh ke arah Himawari dan tersenyum kecil.


"Kalian berdua ini, bertengkarlah, berdebatlah aku mau pulang, disini dingin sekali." Protes Himawari sambil menggosok kedua telapak tangannya beberapa kali , ternyata memang hawa dingin mulai menyeruak, suhu yang kian menurun membuat suasana semakin sepi.


"Benar sekali dingin sekali disini ayo kita pulang!!" Ujar Abang Gamma menggandeng lengan Himawari dan berjalan meninggalkan Kak Bryan sendirian.


"Ingat Bryan kalahkan aku, dan jika kau tak bisa menjaga dirimu, bagaimana bisa kau menjaga adik bodohku ini."Ujar dari Abang Gamma sambil tersenyum amat manis, dan penuh kemenangan pada Kak Bryan sembari meninggalkannya. Padahal Abang Gamma sangat menyayangi Himawari dan berusaha mengetahui apakah Kak Bryan bersungguh- sungguh, atau hanya berbohong saja.


"Apa yang kau ucapkan bang dasar?"Gerutu Himawari namun dengan amat lirih sehingga Kak Bryan tak mendengarkannya.


Dan Abang Gamma hanya memberi tanda agar Himawari tak ikut campur dan hanya diam saja. Jari telunjuknya di tempelkan di dekat bibirnya. Agar Himawari diam saja.


Kakak Bryan masih lemas juga berfikir keras agar bisa belajar lebih mandiri, tidak itu saja dia pun masuk mobilnya dan menuju pulang ke rumahnya. Sambil beberapa kali menghela nafasnya. Masih belum percaya kalau Abang Gamma mau dia mengalahkannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2