
"Aku jarang sekalilah , makan jajan ginian, ya cuman heran aja kenapa enak rasanya?"Ujar dari Kak Bryan dengan amat penasaran sekali
"Ya kan makan jajanan ini kita bersama-sama makanya, jadi enak ya kan Shakira?" Ujar dari Himawari sambil tersenyum, dan mengunyah ciloknya dengan manggut-manggut, itu bisa di artikan kalau jajanan itu enak ya.
"Betul sekali, makanya kita makan dulu habis ini bel berbunyi." Ujar dari Shakira dan dia pun melahap semua jajanan yang ia beli di depan gerbang sekolahan saat ini.
Mereka bertiga menikmati istirahat siang dan juga jajanan murah ala anak sekolah, dengan bersama-sama.Harganya pasti pas dikantong para siswa , karena saking murahnya semua siswa pasti membeli karena ngirit di ongkos .
Sebelum bel berbunyi Himawari ingin pergi ke toilet, dia pun berpamitan pada Shakira dan juga Kak Bryan saat ini .
"Kak, Shakira aku ke kamar mandi dulu ya, oh ya kalian masuk kelas saja,sebentar lagi udah masuk kelas nich ." Ujar dari Himawari lalu dia pun berlari karena sudah tak tahan ingin ke kamar mandi .
Bryan dan Shakira hanya menganggukan tanda mereka mengiyakannya .
__ADS_1
Saat berlarian menuju toilet dia pun bertemu Yuri di tengah perjalanan . Dan badan mereka saling bertabrakan satu sama lainnya . Maka Yuri pun marah seperti biasanya .
"Heiii, gadis bodoh masih saja kau ini , mau kuhajar , dasar ceroboh sekali." Yuri pun kesal dengan Himawari dan hendak mencekram bajunya itu, namun Himawari tetap tak peduli dengannya, malahan dia pun masuk ke dalam toilet mengacuhkan Yuri yang sedang murka .
" Gadis itu benar-benar ya , apa masih kurang tempo hari ?" Gerutu dari Yuri dia pun ikutan masuk kedalam toilet hendak mengerjainya lagi, Yuri berencana mau memblokade pintu kamar mandi , yang di gunakan Himawari ini .
"Dengan begini kau tak akan bisa keluar dari kamar mandi gadis busuk ." Ujar dari Yuri dia pun pergi setelah dia mengunci pintu kamar mandi yang di gunakan Himawari saat ini .
Beberapa saat kemudian ia pun hendak keluar namun ia tetap tak bisa keluar ,karena pintu itu di blokade .
"Siapa ini?, beraninya kaki di atas kepalaku." Ujar dari pria itu,ia pun berdiri lalu mendongak kan kepalanya, ternya Himawari gadis bodoh yang biasa di acuhkannya .
"Buuuk." Himawari pun sudah turun dan bisa keluar dari toilet melalui celah angin. Dia pun tersenyum lega dan kemudian menatap wajah dari pria yang ada di depannya itu .
__ADS_1
"Kak Langit, kenapa hoby sekali menyendiri?" Tukas dari Himawari lalu ia pun tak sengaja menginjak nasi kotak di bawahnya itu .
"Maafkan aku Kak Langit, apakah ini nasimu?" Tanya dari Himawari ia pun segera merapikan
"Maafkan aku ya kak Langit, apa kau marah? aku akan menggantinya." Ujar dari Himawari
Namun Langit tetap diam tak bersuara, malah dia terlihat murung dan merajuk seperti anak gadis yang sedang marah .
"Hem, apakah kau akan menangis karena nasi ini aku tumpahkan?" Ujar dari Himawari ini dia pun mengamati wajah dan ekspresi dari Kak Langit yang marah dan juga kecewa nasi itu tumpah.
"Apa nasi yang tumpah ini pemberian orang yang penting?" Batin gadis ini berkecamuk .
Namun Langit seperti biasa masih tetap diam seribu bahasa .
__ADS_1
Bersambung ...
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih