
"Kemana Kak Langit kau tak melihat?" sambil celingukkan ke sekeliling karena masih tidak menemukannya.
"Aku kira tadi dia ikut mencarimu, kau tidak bersamanya?" Shakira pun balik bertanya ke Himawari sambil melihat arah sekitar.
"Tidak, aku dan Kak Bryan makan es krim saja di tepi pantai." Himawari menggaruk rambut beberapa kali, dia memutuskan akan mencari Kak Langit, karena hampir malam dan akan gelap,dia menghawatirkannya.
"Aku mencarinya saja,sudah hampir gelap." Himawari mulai melangkahkan kakinya akan mencari Kak Langit, namun lengannya saat ini di tahan oleh Kak Bryan,dia menatapnya dengan pandangan intens tajam, berusaha menghentikan Himawari .
"Ada apa kak?,aku akan mencari Kak Langit ini sudah agak gelap dan katanya kita akan pulang." Himawari berkata pada Kakak Bryan dengan lirih dan lembut agar dia mengijinkan.
"Aku akan mengantarmu, lagipula masak kau akan mencarinya sendirian." sanggah Kakak Bryan pada Himawari lalu mereka berdua pun mencari Kak Langit menyusuri bibir pantai.
Kak Bram dan Shakira masih asyik mengobrol mereka berdua semakin akrab, karena punya hobi yang sama yaitu beladiri, karena Shakira adalah gadis yang berpemikiran agak dewasa maka Kak Bram sangat tertarik padanya.
"Kau pandai beladiri?,apakah kau sejak kecil sudah berlatih?" Kak Bram menatap wajah Shakira yang agak kehitaman, karena siang tadi mencari kepiting di tepi pantai membuat kulit Shakira agak kegosongan seketika .
"Benar, aku sudah ikut beladiri sejak aku kecil Abang Gamma yang melatihku." Shakira pun menjelaskan pada Kak Bram kalau sejak kecil dia sudah sangat akrab dengan Himawari dan Abangnya. Terutama dengan Abang Gamma yang mau melatihnya beladiri.
"Abang Gamma, kakaknya Himawari ya?" Kak Bram meneguk minumannya dan menatap wajah Shakira lagi, lalu tersenyum tipis agak penasaran sekuat dan setangguh apa Abang Gamma ,sehingga sering di bicarakan,karena beberapa hari yang lalu Kak Bryan meminta bantuan padanya untuk mengalahkan Abang Gamma.
"Benar, dia sangat tangguh sekali bahkan aku tak pernah sama sekali bisa menang jika aku melawannya." Shakira menggelengkan kepala beberapa kali, karena merasa kecewa tak bisa melawan dan mengalahkan Abang Gamma.
__ADS_1
Mendengar pernyataan itu Kakak Bram hanya menganggukkan kepalanya saja tanda paham
Lalu tersenyum pada Shakira,Kak Bram makin penasaran sekali dengan Abang Gamma saat ini ingin sekali menemuinya .
"Aku sangat penasaran sekali."batin Kak Bram dan tersenyum kecil.
🌻🌻🌻🌻🌻
Kak Bryan dan Himawari sedang mencari Kak Langit saat ini ,karena angin malam di tepian pantai ini sangatlah dingin dan juga kencang maka mereka berdua sangat khawatir, lalu di bibir pantai yang mereka susuri ini juga tidak menemukan batang hidung Kak Langit.
Mereka berdua pun terus mencari agar bisa segera pulang dari pantai ini, agar tak pulang kemalaman .
Ternyata ada cahaya kembang api dan suara tawa dari anak kecil yang sedang bermain di bibir pantai saat ini, mereka sangat senang .
"Ha..ha..ha... nyalakan lagi kak." suara anak kecil dengan tawa kecil yang terbahak-bahak.
Dan kebetulan ada Kakak Langit ikut bermain kembang api, mereka sangat senang bermain kembang api di tangan mereka, letupan kecil dari percikkan kembang api dan terlihat dari kejauhan,menyala sangat terang di kegelapan
Nampak jelas Kak Langit tersenyum sangat senang, dengan beberapa anak kecil di bibir pantai,wajahnya menggambarkan perasaan malam ini sangat senang menikmati bermain bersama anak-anak pantai itu.
Himawari pun langsung ikut menyalakannya, dia membawa kembang api di tangan kanan.
__ADS_1
Lalu mereka bersama-sama tertawa lepas, walau hanya bermain kembang api murahan kecil, dan setelah redup tak bisa di nyalakan lagi, namun cahaya yang sepintas saja ,bisa memberikan kebahagiaan sementara untuk hati yang sedang terluka. Hati Kak Langit itu yang di tutupi dengan senyuman palsu,agar tak terlihat oleh Himawari saat ini.
Kak Bryan pun duduk menunggu dan tak mau bergabung, dia masih kesal karena sudah di cari kemana-mana namun ternyata lagi asyik bermain kembang api dengan beberapa anak kecil disini,dan tanpa merasa berdosa sama sekali. Kak Bryan mencibirkan bibirnya agak sebal membuang mukanya.
"Sudah di cari kemana-mana tapi lagi asyik main dengan anak kecil sialan." Kakak Bryan mengumpat dalam hati di pun merebahkan tubuhnya diatas pasir, dan tak menghiraukan akan kotor terkena pasir.
Ternyata saat dia merebahkan tubuhnya tepat diatas pasir, langit itu banyak bintang-bintang bertaburan yang mulai berkerlap-kerlip indah.
Dia mulai menikmatinya sembari menunggu Himawari dan Kak Langit, beserta anak-anak bermain kembang api. Namun tak sengaja dia melihat bintang yang jatuh jauh di atas sana.
Seketika Kak Bryan memohon agar satu dari permintaannya akan terkabul saat ini, dia pun berharap bisa menajalani hidup dengan baik, serta dia ingin sekali kalau Himawari tak akan pernah meninggalkannya,sampai dia menua bersamanya kelak.
"Semoga Himawari dan aku tidak akan pernah terpisah..." Kak Bryan membuat permohonan sambil tersenyum-senyum sendiri menatap beberapa bintang yang bertaburan di langit.
"Ha...ha..ha.." Kak Bryan tertawa lepas dan memandangi langit yang di penuhi bintang- bintang yang indah.
Namun Himawari dan Kak Langit masih asyik bermain kembang api bersama-sama anak- anak di tepi pantai, menyalakannya beberapa kembang api yang tak bisa menyala mungkin karena percikan air, membuatnya agak basah.
"Apa kita harus beli lagi kembang apinya ...?" Kak Langit pun menawari untuk membeli kembang api lagi karena beberapa tak bisa menyala, harus beli agar bisa bermain lagi.
Bersambung...
__ADS_1