Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 91 "Pulang Ke Rumah"


__ADS_3

"Iya kak, sudah habis ayo kita pulang lagipula sudah larut, aku rasa besok kita akan sekolah lagi." Himawari mengajak Kak Langit pulang .


Ternyata Kak Bryan yang tertidur di atas pasir itu, sangatlah nyenyak Himawari membangun kanya, sementara itu Kak Langit mengambil lukisan pemberian seorang pelukis yang tadi.


Beberapa saat mereka pun menuju pulang ke rumah, karena sudah larut dan di jalanan itu nampak gelap karena area pantai tidak terlalu ramai seperti di kota saat ini, jalanan sesekali ada lampu jalan, dan ada juga yang tidak ada.


Maka tak heran harus pelan-pelan karena tak sedikit orang pulang dari pantai mobilnya itu bisa saja mogok di tengah jalanan,padahal di tengah jalanan ini rawan tak ada cahaya,dan juga sinyal untuk komunikasi sangatlah sulit.


Kak Bryan memutuskan untuk di belakang mobil Kak Bram agar saling bisa menuntun.


Mereka berdua mengendarai dengan pelan karena banyak jurang, dan juga jalanan agak gelap sangatlah berbahaya jika mengebut,dan Kak Bryan sesekali melihat Himawari yang sudah kelelahan dan menguap beberapa kali.


"Kalau kau sudah mengantuk tidur saja, aku rasa masih lama kita akan sampai." Kak Bryan menyuruh Himawari beristirahat dia terlihat sudah kelelahan, nampak ingin tidur menutup matanya sesekali.


"Baiklah aku akan tidur," Himawari pun mulai menyandarkan kepalanya, agak miring dan menyilangkan kedua tangannya, Kak Bryan menghentikan mobil dan menyelimuti tubuh Himawari agar tidak kedinginan.Setelah itu dia pun melanjutkan perjalanan pulangnya .


Karena butuh waktu yang cukup lama untuk kembali ke kota, memakan waktu sekitaran 4 jam sampai 5 jam jika perjalanan lancar tidak macet, namun jikalau ada kemacetan atau di jalan ada kecelakaan lalu lintas makalah akan lebih lama lagi ,perlu sekitar 6 sampai 7 jam perjalanan untuk pulang kembali ke arah kota.


Di mobil Kakak Bram Shakira mendengarkan lagu dengan headsetnya, dan tidur karena dia sudah kelelahan, Kak Langit hanya sesekali melihat, dan memandangi lukisannya tidak tidur ataupun berbincang dengan Kak Bram .

__ADS_1


Kak Bram memandangi dari kaca spion untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh Kak Langit saat ini, dan tersenyum setelahnya .


Beberapa jam telah berlalu dan Kak Bram dan Kakak Bryan menghentikan mobilnya di pom bensin karena sudah hampir kehabisan bahan bakar, mereka mengisi kedua mobilnya dan juga beristirahat untuk sejenak.


Sudah kelelahan setelah perjalanan sangatlah panjang. Agar bisa mendinginkan mesin dari mobil mereka berdua,sementara Shakira dan Himawari tertidur pulas.Kak Bryan dan Kakak Bram membeli kopi hangat duduk di sekitaran pom sembari mengamati keadaan sekitar .


"Langit pendiam juga, tak mengobrol sama sekali dia hanya menatap lukisan sedari tadi." Kak Bram memberitahu Kak Bryan selama dia dalam mobilnya.


"Biarkan saja lagipula dia selalu seperti itu." jawab dari Kak Bryan sambil menghisap kopi di tangannya, dia menikmati kopi hangat agar tetap terjaga, tak ketiduran di jalanan.Karena sangatlah berbahaya jika mengendarai mobil dalam keadaan mengantuk atau kelelahan.


"Shakira sudah memberitahu kalau dia tak pernah bisa mengalahkan Abang Gamma." Kak Bram memberi peringatan pada Kakak Bryan agar lebih giat berlatihnya.


"Aku akan mengalahkannya,aku yakin." ucap Kak Bryan pada Kak Bram sembari menatap ke arah jalanan yang ramai, banyak lalu lalang kendaraan saat ini.


Mereka berdua mengobrol dengan di temani kopi masing-masing, tak terasa malam kian semakin larut, dan waktu menunjukkan pukul 22.00 wib, waktu untuk mereka melanjutkan perjalanan pulang agar tak terlalu malam jika sampai di kota,setelah kopi mereka habis,dan kedua pria ini masuk kedalam mobilnya untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumah .


Dalam perjalan pulang Himawari membuka kelopak matanya saat ini, namun ternyata dia belum melihat rumahnya,tanda masih harus menunggu untuk beberapa jam lagi sampai di depan rumahnya ,agar dia bisa merebahkan tubuhnya karena kelelahan.


"Kak belum sampai ya aku sudah tidur berapa jam?" tanya Himawari pada Kak Bryan lalu dia mengamati jalanan nampak masih ramai.

__ADS_1


"Kira-kira 3 jam an kau sudah tidur, lagi pula masih lama tidurlah lagi." Kakak Bryan tetap fokus menyetir mobilnya, dengan menatap ke arah depan.


"Kakak tak lelah?,aku tak bisa menyetir mobil dan kalau aku bisa pasti mau menggantikan kakak agar tak lelah."ujar Himawari yang akan menggantikan Kak Bryan menyetir namun dia tak bisa, maka hanya duduk diam di sebelah Kak Bryan saja.


"Kalau kau sudah tidak mengantuk, ajak aku mengobrol saja agar aku ada temannya." Kak Bram sambil menoleh ke arah Himawari, dan tersenyum manis menatapnya dari samping.


"Baiklah kita mengobrol saja ya, agar kakak tak mengantuk." jawab dari Himawari lalu dia pun bercerita tentang apa yang ia laukan tadi siang bersama Shakira, mencari kepiting dan saat Kak Bryan tidur bermain kembang api.


Membuat hari ini merasa bebannya sudah tak menumpuk,besok dia berencana di sekolahan untuk membalas semua perbuatan Yuri dan akan melakukan hal yang membuat Yuri jerah tak akan mengerjainya lagi .


"Baiklah lebih bagus kalau begitu, dan terlebih kau sudah bersemangat aku suka." Kak Bryan tersenyum melihat Himawari agak ceria,dan sudah bersemangat lagi.


Beberapa jam sudah berlalu mereka semua sudah berada di depan rumah Himawari saat ini, Abang Gamma pun menyambut di depan rumahnya dengan menyeringai, kenapa sudah larut baru pulang, dengan berkacak pinggang.


"Kenapa baru pulang ?,dasar gadis nakal !!" Abang Gamma agak marah karena merasa khawatir akan adiknya itu, beberapa kali dia menghubungi namun tak bisa, memang kalau di daerah pantai sinyalnya sangat sulit.


"Maaf bang ,tadi di pantai sinyalnya sulit aku rasa jangan memarahinya ya." Kak Bryan pun memohon pada Abang Gamma itu agar tidak memarahi Himawari.


"Iya lagipula aku ikut serta." Shakira keluar dari mobil Kak Bram.

__ADS_1


Kak Bram keluar dari mobilnya dan memberi salam hormat pada Abang Gamma.


Bersambung...


__ADS_2