Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 85 "Di Pantai"


__ADS_3

"Aduh, apa yang aku lakukan?,gila aku ini." Batin Himawari dengan degup jantung yang tidak aman, membuatnya semakin bimbang.


Dia pun sesekali memukul kepalanya, dan sangat bingung apa yang sudah ia perbuat.


Kak Bryan memegangi Himawari agar tidak memukuli kepalanya lagi .


"Dengar aku tak ingin melukaimu, aku mohon jangan bilang Abang Gamma, aku akan dapat hukuman." Kak Bryan memohon ke Himawari tak bercerita sama Abangnya, kalau sampai tahu aduh pasti di hajar habis-habisan.


Himawari mengangguk pada Kak Bryan dan mereka pun meneruskan perjalanan pergi ke pantai lagi, beberapa saat kemudian nampak dari kejauhan Kak Bram, Shakira dan juga Kak Langit berdiri di samping mobil kuning milik Kak Bram.


Mereka sudah menunggu Himawari dan Kak Bryan dengan tak sabar, kenapa sangat lama sekali tak kunjung datang. Namun Kak Bram hanya bisa tersenyum akan keterlambatan dari Kak Bryan dan Himawari .


Setelah memarkir mobilnya dengan rapi, Kak Bryan dan Himawari turun dari mobilnya saat ini,nampak kedua pipi mereka merona malu .


Shakira pun curiga pada sahabatnya itu lalu dia pun menghampiri dan menarik lengannya.


Mereka berdua menjauhi para pria sedikit menyingkir, mencari tempat yang agak sepi .


"Dengar, aku mau tanya kenapa pipimu itu memerah?" Tanya Shakira pada Himawari dia mengamati gerak-geriknya Himawari terlihat mencurigakan,ternyata hidung Shakira sangat tajam dan mencium aroma parfum Kak Bryan.


Himawari hanya menelan selivanya beberapa kali dia pun menggerakkan kelopak matanya.


Tanda dia sangatlah canggung dan gugup kalau Shakira akan mengetahuinya,namun walaupun Himawari tak bercerita ternyata Shakira sudah paham, dan mengamatinya.


"Oh, kau mau merahasiakannya padaku?" Tanya Shakira pada Himawari menatapnya tajam agar dia mau membuka mulutnya.

__ADS_1


"Kenapa tubuhmu bau parfum pria?" Tanya Shakira lagi pada Himawari dengan tatapan tajam menyala.Sudah tahu kalau parfum yang menempel adalah parfum dari Kakak Bryan.


"Aish, iya-iya... aku tadi ..." Himawari mulai bingung harus menjawab apa pada Shakira, dan mengacak-acak rambut pendeknya itu.


"Aduh ,gadis bodoh kemarilah..." Dan memberi tanda agar Himawari mendekat padanya.


"Ada apa?" Tanya Himawari bingung dan mendekatkan telinganya kepada Shakira .


"Kau sudah di ci*m Bryan?" Bisik Shakira pada Himawari ,lalu dia mencibirkan bibirnya pada sahabatnya itu .Dia kesal kenapa tak pernah bercerita sama sekali tentang perasaanya .


"Aish...aku tak mau membahasnya." Kilah dari Himawari agar Shakira tak kepo lagi padanya.


"Aku akan berteriak dan mengumpat hari ini." Ujar Himawari mengalihkan perhatian Shakira agar tak menanyakan hal itu lagi padanya.


"Dasaaaaar.... jal****ng kau Yuriiii." Himawari pun berteriak dengan sekencang-kencangnya.


"Dasaaar... kenapaaaa kauuu selalu jahaaatt!" Seru Himawari lagi dengan meluapkan semua kekesalanya agar bebannya sedikit hilang,tak menggumpal dan menyesakkan setiap saat .


🌻🌻🌻🌻🌻


Kak Bryan dari kejauhan melihat Himawari yang berteriak itu sedang tersenyum manis.


Kakak Langit sedang duduk di pantai dan melihat debur ombak yang bekejar-kejaran.


Menggulung indah dengan aroma yang khas membuatnya merasakan ketentraman saat ini

__ADS_1


Kak Bram mengamati suasana hati Kak Bryan yang sangat bagus, sudah mencoba menerka kalau Kak Bryan sudah mendapatkan hal yang manis hari ini. Dan setelah beberapa kali Kak Bryan mengamati Himawari dari kejauhan itu Kak Bram memberi pertanyaan padanya.


"Oew, apakah tadi ada sesuatu yang amat manis?" Tanya Kak Bram pada Kak Bryan .


"Ehm.. ehm..ehm.." Berdeham.


Seketika pipi, wajah,dan telinga Kak Bryan memerah dengan degup jantung yang tidak aman, dia pun malu akan pertanyaan yang sudah di layangkan kepadanya.


"Ayolah apakah sukses?" Tanya Kakak Bram pada Kak Bryan sambil berbisik agar tak ada yang mendengarnya.


"Sialaan... kau kepo ?,tentu saja berhasil aku sangat senang bodoh!"Ujar Kak Bryan sangat malu pada Kak Bram lalu ia pun menyeretnya mencari minuman karena sudah kehausan .


"Woeee...!! sukses bagus!!.. itu baru jantan.." pekik dari Kak Bram menyoraki Kakak Bryan yang sudah sukses dengan misinya.


"Jangan keras-keras bodoh..!" bisik Kak Bryan malu dan duduk di sebuah warung ,mereka berdua pun memesan minuman segar dan beberapa makanan ringan juga.


"Tak usah malu, apakah dia diam saja kau tak dapat tamparan?"Kepo dari Kak Bram terlihat menatap lekat wajah Kak Bryan yang merah, sambil beberapa kali memanyunkan bibirnya.


"Dia tak menamparku, kami men*kmatinya, sudahlah aku malu jangan membahas itu." pipi ,telinga, dan wajah Kak Bryan semakin memerah dia pun akan meminum semua minuman es agar bisa mendinginkan suhu tubuhnya yang memanas hari ini.


Tubuh Kak Bryan kepanasan mengingat tadi saat menepikan mobilnya, mereka berdua itu saling menautkan bibirnya satu sama lain,dan itu membuat Kak Bryan semakin kegerahan .


"Aish... malu ternyata pria ini, dasar kau ini hahaahaha." Kak Bram tertawa sangat keras sehingga banyak pengunjung yang melihat.


"Sialaannn... kenapa panas sekali?" Kak Bryan menggerutu dan mengumpat sesekali dia pun menggerakkan bajunya agar ada angin yang masuk kedalamnya.

__ADS_1


"Aku bisa gila kali ini." Kak Bryan membatin.


Bersambung...


__ADS_2