Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 38 "Segitiga 2"


__ADS_3

"Haaa, gadis ini sekarang kamu mengajak para pria tercerdas dan terpopuler di sekolah untuk membolos berjamaah." Ujar dari Guru Olahraga saat ini. Dan mencibirkan bibirnya lalu menyeringai dengan sebal sekali .


"Maaf ya Pak, tadi mobilku itu mogok di jalan, boleh kah kami tidak dapat hukuman hari ini?" Bryan memohon kepada Pak guru olahraga.


"Kenapa bisa pas,bertiga ini terlambatnya apakah kalian janjian sebelumnya?!" Tanya Pak Guru olahraga sambil marah-marah pada kami.


"Himawari tadi aku lihat, juga mogok sepeda motornya yang ia tumpangi itu." Sanggah Kak Bryan takut Himawari kena hukuman lagi .


"Sudahlah jangan membela dia , aku ini sudah hafal kalau gadis ini tak akan jerah, dan sudah sering seperti beribu alasan saja!!!" Pak guru Olahraga sudah sangat geram sekali .


Namun Himawari tak menjawab karena dia memang sudah sering mendapat hukuman dan ternyata dia tetap terlambat ,walaupun dia pagi tadi berusaha bangun pagi dan ia ingin tak terlambat, karena kebetulan mobil Kak Bryan mogok dan juga motor Kak Langit yang tak bisa di kendarai dengan cepat, tak keburu mengejar waktu masuk sekolah.

__ADS_1


Dan Alhasil Himawari pun telat lagi, walau kali ini dia di temani dua cowok ganteng yang satu tampan ,baik dan populer, yang satu itu pendiam, cuek, pandai, mau memboncengnya pagi tadi.Himawari hanya bisa pasrah mereka bertiga mendapat hukuman bersama-sama .


Beberapa menit kemudian terlihat mereka itu sudah dalam perpustakaan, karena mereka terlambat maka mereka bertiga sekarang pun mendapat hukuman .


Ternyata hukuman kali ini sangat berat, tak keliling sekolah, tak di suruh lari, dan tidak juga menjabuti rumput sekitar musolah.


Namun kali ini Himawari di suruh membaca buku yang sangat tebal,lalu di suruh membuat ulasannya, tidak itu saja dia di suruh menulis beberapa salinan tentang pelajaran, agar dia mau belajar membaca buku pelajaran yang tak ia sukai. Namun karena Bryan dan Langit anak yang pintar baginya itu sangat mudah, tak seperti gadis yang duduk di tengah yaitu diantara mereka berdua. Merasa pusing, dan juga bingung mengapa hukuman ini sangat berat sekali baginya .


Namun Kak Bryan yang tak mau mengalah, dia pun menyerobot Kak Langit agar dia tak jadi memberi bantuan pada Himawari .


"Tak usah, bukankah kau kemarin itu acuh padanya kenapa sekarang berubah fikiran?" Tanya dari Kak Bryan pada Kak Langit dengan geram .

__ADS_1


"Sudahlah, pergi saja kau,oh iya aku rasa kau banyak kegiatan hari ini ." Ucap Kak Langit agak kasar pada Kak Bryan dan menyolot.


"Oh, kau mulai pandai bicara sekarang, aku kira kau mode cool, ternyata sekarang mulai terbuka topengmu." Protes Kak Bryan dengan sebal. Matanya yang sayu itu pun menatap tajam Kak Langit .


"Sudahlah Kak, kalian berdua boleh pergi, aku akan membacanya dan juga menulis semua ulasannya." Jawab Himawari dengan polos.


"Kenapa?, aku akan membantumu." Ujar dari Kakak Langit dan membantu Himawari .


"Aish, pria ini menyebalkan sekali sok pintar dan juga cari muka." Ujar dari Bryan marah sambil menyilangkan kedua tangannya.


Bryan yang agak marah itu hanya menatap dengan sebal, karena dia berfikir kenapa saat Himawari minta tolong dia mengabaikannya. Namun sekarang dia itu malah sok menjadi pahlawan kesiangan. Membuat perasaan Bryan makin marah, dan juga curiga pada Kak Langit yang tiba-tiba baik pada gadis yang duduk di antara mereka berdua saat ini .

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2