
"Dasar tua bangka sialan, kau hanya memberi rumah ini saja padaku, kau lebih memilih anak mu dengan wanita itu !!" umpatnya lalu dia membuang puntung rokok di tangannya.
Melemparkan tubuhnya ke atas kasur yang lebar dan sangat luas itu. Beberapa kali bibir nya yang berpoles lipstick merah maroon itu menggerutu karena tidak terima sama sekali dengan perlakuan mendiang suaminya.
Akan membalas dendam atas semua yang ia dapat, dan menghapus semua rasa kesalnya dengan membalas dendam pada putra yang ia benci. Putra tunggal dengan istri pertama Pak Bara. Setelah dia mempunyai cara dia menghubungi seseorang kepercayaannya dan menyuruhnya untuk bertindak sesuai yang ia perintahkan.
Di ruang tamu begitu banyak tamu yang hadir melayat saat ini, tetapi mereka berbisik-bisik karena tidak adanya kehadiran sang empunya rumah. Istri dari Pak Bara yang kedua malah masuk kedalam kamarnya mengunci rapat.
Sekarang Raline lah yang menemui banyak para tamu pelayat, karena Raline tahu mama nya itu akan marah besar jika di paksa untuk ke depan ruang tamu.Maka dia memilih untuk membiarkan sikap mamanya,saat ini masuk dalam kamarnya tidak mau menemui tamu pelayat.Padahal yang hadir banyak sekali dari kolega, teman bisnis Pak Bara, kerabat jauh.
Dari berbagai pulau, mereka menyempatkan hadir karena menghormati mendiang yang sangatlah baik hati kepada mereka.Selama hidup Pak Bara di kenal pembisnis yang baik dan suka membantu siapa saja,tak pandang bulu. Maka banyak yang segan dan hormat kepadanya. Para kerabat jauh juga begitu tak pernah ketinggalan, karena saat ada kesulitan Pak Bara sangat ringan tangan pada semua orang. Mau membantunya dengan ikhlas.
Banyak orang pelayat menangis histeris, akan kematian Pak Bara orang sebaik itu haruslah mempunyai nasib yang naas, karena mereka tahu kalau Pak Bara meninggal dunia karena terkena penyakit serius sudah sangat lama.
🌻🌻🌻🌻🌻
Beberapa hari kemudian Shakira pun berlibur ke rumah Himawari, sudah jauh-jauh untuknya menyempatkan diri naik kereta api dari kota lain, sekarang sangat senang bisa bertemu dengan sahabatnya itu.Himawari tidak bisa menyangka karena kedatangan Shakira yang tiba-tiba membuat gadis itu terkejut.
Dengan membawa beberapa koper besar di tangannya,lalu dia tergopoh-gopoh memasuki rumah temannya itu.
"Shakira, kenapa kau tiba-tiba sudah muncul?, seharusnya bilang dulu aku akan menjemput." ujar Himawari, dan segera mengambil koper yang ia bawa membantunya untuk membawa masuk ke dalam rumahnya.
"Ha..ha..ha aku serius ingin membuat kejutan gadis bodoh..." jawab Shakira dan setelah dia masuk, merebahkan di atas kasur lantai.
__ADS_1
"Haaa...Lelahnya aku Hima, harus naik kereta api dan naik bus, habis ini kita tidur berdua ok, aku rindu sama kamu..," ujar Shakira dia pun memeluk tubuh kecil Himawari dengan erat .
Beberapa menit setelah mereka saling peluk, Shakira melepasnya karena sudah sangatlah lama tidak bertemu membuat kerinduan itu, menyiksa kedua sahabat .
"Sudahlah, kenapa kau tiba-tiba kemari tidak memberi kabar?" tanya Himawari, dia melihat wajah Shakira yang semakin tirus.
"Aku berlibur, dan aku ingin bertemu dengan dirimu, kau tahu aku sampai tidak bisa tidur beberapa hari ini." ujar Shakira dan tersenyum kecil ke arah sahabatnya.
"Benarkah Shakira?, mungkin kau sangatlah rindu padaku, karena itu kau tidak bisa tidur." ujar Himawari, dengan nada meledek Shakira.
Hari ini mereka dua sahabat memilih saling cerita, dan meceritakan semua pengalaman saat mereka tidak bertemu. Karena memang sudah lama tak bertemu, mereka sangat rindu moment bersama seperti saat mereka masih duduk di meja SMA. Karena saat itu rumah mereka sangat dekat. Sekarang harus naik satu kereta api dan satu bus agar bisa saling bisa berkunjung ke tempat mereka masing- masing. Mereka bebas membicarakan semua yang mereka mau, karena Himawari sangat siap mendengar ocehan salah satu sahabat nya itu. Malam hari sudah tiba mereka masuk kamar setelah makan malam.
Himawari bercerita kepada Shakira kalau dia sudah di lamar seorang pria, Shakira sudah mengenalnya sejak lama juga, mulai mereka berdua duduk di bangku SMA pula. Namun ia tidak tak pernah bertemu dengan wajah Kak Bryan yang sudah dewasa kini.
"Tentu saja Shakira, untuk apa aku main??" jawab Himawawari untuk memastikan, kalau kali ini dia serius dengan perkataannya.
"Bukan begitu??, jika kau menikah ckkk, aku akan kesepian gadis bodoh." ujar Shakira, dia memanyukan bibirnya yang kecil ke arahnya.
"Kita bisa bertemu setiap saat,dan kau bebas sesuka hatimu bermain kemari Shakira." ujar Himawari dan mengelus pundaknya beberapa kali.
"Benarkah?" tanya Shakira dan terlihat raut wajahnya bertambah sedih.
"Iya, buat apa aku berbohong... Kau bebas lah sesukamu . Aku hanya tinggal menunggu dari Kak Bryan saja." ucap Himawari dan merebah di atas kasur mininya.
__ADS_1
"Dia pergi kemana sekarang?" tanya Shakira pada sahabatnya itu.
"Dia pergi ke luar negeri, sedang promo baju untuk di jual disana, bersama rombongannya." cicit Himawari dan memeluk tubuh Shakira.
"Sudah sukses sekarang dia, punya brand dan di pasarkan di luar negeri juga." Shakira lalu tersenyum smirk ke arah Himawari.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu?, haaa" tanya Himawari, dia penasaran dengan apa yang di fikirkan Shakira saat ini.
"Kenapa kau tak ikut?, gadis bodoh." tanya Shakira.
"Aku bekerja makanya aku tak bisa ikut." ujar Himawari kecewa karena sebenarnya dia juga ingin ikut, karena banyak urusan yang harus ia lakukan disini maka ya dengan terpakasa dia tak ikut.
Himawari mulai menceritakan kisahnya pada Shakira jika dia bekerja di kantor untuk bisa membantu Kakak Langit berbaikkan dengan ayahnya, namun nasib tidak berkata demikian ayahnya meninggal dunia karena sudah lama mengidap penyakit mematikan.Dan sekarang Kak Langit amat menyesali perbuatanya itu.
Tidak itu saja Himawari menceritakan kalau Kak Langit adalah anak tunggal, namun saat ini dia sudah mempunyai adik tiri perempuan bernama Renata. Pernah di kantor bersama temannya dia membully Himawari, hingga dia berani menjambak rambutnya.
"Gadis kurang ajar beraninya dia..." gerutu dari Shakira yang tidak tahan akan perlakuannya terhadap Himawari.
"Tapi waktu itu Kak Langit, membantuku jadi mereka tak berani membullyku lagi." ujar dari Himawari.
"Awas aja kalau aku nanti bertemu mereka, akan kuhajar mereka.!!!" gerutu Shakira dan menyeringai, bak seperti seekor serigala yang akan mendapat mangsanya.
Himawari menatap wajah Shakira tak berubah sama sekali. Selalu menyukai adegan pukul memukul, tak itu saja jiwa semangat Shakira menjalar ke tubuhnya saat ini.
__ADS_1
Bersambung...