Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 106 "Kak Bram Kecelakaan 2"


__ADS_3

"Aku tidak tahu, aku hanya akan bertanggung jawab,biar dia sadar dulu nanti kita bisa tanya padanya." kata Kak Bram pada sahabatnya itu


"Aduh... kau ini memang ckkk, terus gimana kalau gadis itu menuntut hal yang lain?" Kak Bryan memandang wajah Kak Bram agar dia semakin takut dan tegang.


"Apa maksudmu?, dasar gila kau ini..." gerutu dari Kak Bram sebal pada Kak Bryan dia pun memalingkan wajahnya yang penuh luka dari hadapan Kak Bryan saat ini.


"Kau ini pria bodoh, aku panggil pengacaraku saja habis ini kau diam saja ok."Kak Bryan lalu merogoh sakunya dan akan menelepon orang yang telah di bicarakan dengan Kakak Bram barusan.


Beberapa menit kemudian orang itu datang memakai jas rapi, dan nampaknya membawa tas jinjing dan membawa beberapa dokumen.


"Tuan, apakah ini teman yang anda bicarakan barusan?" tanya dari pengacara Kak Bryan dia nampaknya tinggi tegap memakai kaca mata hitam, tidak itu saja postur tubuhnya seperti seorang body guard gempal, dan juga kekar.


"Benar ini dia..." jawab Kakak Bryan dengan tegas.


"Wah... pengacaramu benar-benar keren, dan kenapa dia seperti body guard ya." ledek dari Kak Bram dan mencibir Kak Bryan yang saat ini mode serius.


"Kau ini mau di bantu apa tidak?" tanya balik Kak Bryan pada Kak Bram yang meledeknya .


"Iya di bantu lah... tapi serius btw dia gempal dan kekar, aku kira dia body guard mu." sambil melihat postur tubuh tinggi tegap dan gempal sang pengacara tersebut.


Sang pengacara pun menatap Kak Bram dia memakai kaca mata hitam nya, membuatnya tak terlihat jika dia sedang menatap tajam ke arah Kak Bram saat ini.


Kak Bryan menjelaskan peristiwa tadi malam ke pengacara itu,dan dia mengangguk-angguk tanda paham akan tugasnya mulai sekarang, setelah itu dia pun pergi dan menjalankannya.


Kakak Bram sesekali menggerakkan kelopak matanya, menatap ke arah Bryan bahwa dia tidak paham akan pembicaraan yang mereka bahas barusan. Dan Kak Bryan menatapnya dan tersenyum lagi karena Kakak Bram yang masih polos .

__ADS_1


"Dengar udah masalah ini beres biar semua dia aja yang urus, kita pergi sekarang ok ..." Kakak Bryan mengajak Kakak Bram pergi dari rumah sakit itu, dan menarik lengannya.


Namun Kak Bram tidak mau karena dia masih tidak tega dengan gadis yang sudah di tabrak.


Kalau dia sadar nantinya takut Kakak Bram semakin si persalahakan, karena tidak mau bertanggung jawab akan kejadian ini,dia pun mulai merasa agak risau.


"Kenapa?,kau itu takut kalau dapat masalah baru?" tanya Kakak Bryan sambil menatapnya dengan pandangan agak ragu, dan ada sedikit rasa penasaran tergurat di atas ekspresinya.


"Bukan begitu,lagipula biarkan aku setidaknya memberitahunya kejadian tadi malam." Kakak Bram agak khawatir karena gadis itu masih belum sadar, dia masih terbaring di kamarnya


"Lalu kita akan menunggunya sampai bangun sampai kapan?"tanya Kak Bryan dengan nada kecewa, mereka berdua pun saling menatap satu sama lain.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Hei, tadi malam kau pergi kemana??" tanya Shakira dan menatap wajah Himawari saat ini


"Aku hanya menjemput Abang Gamma, dan aku kira kak Bryan tidur bersamanya, tapi tadi aku tak melihatnya." gerutu Himawari dia pun mengernyitkan kedua alisnya .


"Benarkah?, lalu kau tidak bertanya ke Abang Gamma kalau dia menginap?" tanya Shakira dengan menatap wajah temannya saat ini .


"Tapi Abang Gamma bilang kak Bryan emang menginap, tapi tak tahu pagi tadi dia tak ada." jawab Himawari kepada sahabatnya itu lalu dia pun mengambil buku di tasnya.


"Kenapa bisa begitu?" timpal dari Shakira saat ini dan mengernyitkan alisnya.


"Coba hubungi saja, tanyakan dimana dia?" usul dari Shakira pada Himawari dengan tersenyum.

__ADS_1


"Benar juga, kau tak melihat di kelasmu tadi?" tanya Himawari pada Shakira dan mereka pun saling menatap satu sama lainnya.


"Ehm,aku rasa tidak,dia masih belum datang." jawab Shakira dengan melirik ke arah lainnya.


"Baiklah aku akan mengirimkan pesan, dan aneh sekali ya, apa yang terjadi???" sambil merogoh sakunya dan mengambil ponsel .


Setelah itu Himawari mengirim pesan untuk Kakak Bryan, dia mengetik dimana dia berada kenapa tadi pagi tidak berpamitan kepadanya


Dan saat di sekolah juga tidak ada, Himawari merasa khawatir padanya.Bel pun berbunyi maka tandanya dia masuk sekolah saat ini .


Shakira kembali ke kelasnya dan mereka pun melaksanakan kegiatan belajar mengajar .


Beberapa jam pun telah usai karena minggu depan ada ujian semester, maka semua para guru menganjurkan untuk semua murid agar lebih giat belajar agar tidak tertinggal di kelas


"Dengar Himawari rajin belajar, perbaikki nilai semua mata pelajaranmu ok." peringatan dari guru wali kelas Himawari dan dia pun berjalan meninggalkan kelas, dengan membawa buku yang banyak di tangannya.


"Baik..." jawab lirih Himawari wajahnya terlihat lesu dan agak pucat.


Karena dalam kelasnya hanya Himawari yang selalu ketinggalan, nilainya tidak memenuhi standart di kelas itu, dia pun harus memutar otak agar tidak ketinggalan nilainya .


"Astaga... semoga aku bisa, dan nilaiku mau naik..." batin Himawari dengan menggeleng kan kepalanya beberapa kali, raut wajahnya yang masam tampak kacau .


Melihat itu Kak Langit mengulas senyum, dia sangat suka ekspresi Himawari yang lucu dan unik,sesekali dia memandangnya namun dari kejauhan saja.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2