Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 165 "Ibu"


__ADS_3

📱"Apakah kau belum siap?" tanya Kak Bryan.


📱"Belum kak Bryan, aku masih ingin sekali menikmati masa mudaku, dan ingin bekerja bagaimana ibuku kak?" tanya Himawari dia sedikit gundah karena harapan ibunya kalau dia setelah lulus kuliah bekerja, dan dia juga berharap kalau Himawari mendapat pekerjaan yang lebih baik darinya.


📱"Dengar, aku akan berbicara dengan ibumu kalau aku sudah pulang ke Indonesia ok, jadi kau harus mau apapun keputusannya." bujuk dari Kak Bryan karena dia ingin segera menikah.


Dan bertanggung jawab sepenuhnya dengan gadis yang amat ia cintai itu.


📱"Aku tutup, aku rindu padamu, I Miss you 😍😘."ucap dari Kak Bryan kepada kekasihnya itu, merasa ingin segera kembali ke negara Indonesia tempat mereka berdua tinggal.


📱"Miss you too kak, cepat pulang dengan selamat ya 😘😍." jawab Himawari di ponsel, dia merasa agak gundah, namun dia amat senang karena Kakak Bryan ingin segera menikahinya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Setelah menutup ponselnya Himawari makin resah, kenapa dia merasakan ada beban yang mengganjal dalam hatinya. Bahkan dia tidak bisa tertidur, seperti biasa Shakira sudah tidur dengan di penuhi air liur yang menetes.


Semua selimut beserta sprei kamar kecilnya Himawari semakin berantakan. Ia tidak bisa diam walaupun dalam keadaan tertidur.


Himawari yang tak bisa tidur masuk ke dalam kamar ibunya, dia pun duduk di dekat ibunya yang kini sudah terlelap, mamandangi wajah ibunya yang cantik, namun terlihat banyaknya kerutan di wajahnya. Kemudian dia pun mulai memijit kaki ibunya dengan pelan dan lembut.


Lalu ibunya terbangun melihat anak gadisnya tak bisa tertidur, berarti dia merasakan semua hal yang mengganjal di hatinya. Berharap bisa bercerita dengan ibunya seorang.


"Kenapa kau belum tidur?, ini hampir subuh." kata Ibu Himawari dan duduk di sebelah anak gadisnya itu.


"Bu, apa aku seharusnya bekerja di kantor?" tanya Himawari dengan serius.


"Kenapa tiba-tiba kau bertanya demikian?" tanya balik ibu Himawari, dia pun menarik tangan kecil anak gadisnya, lalu mengusap lembut.


"Karena, aku ingin jadi putrimu yang berbakti padamu, dan aku sedang bingung..." ujarnya dengan merasa kalau hatinya sedang gundah.

__ADS_1


"Apa kau sangat menyukai pria yang tempo hari mengajak makan malam dengan ibu itu?" tanya Ibu Himawari, dengan mendekat lagi agar bisa melihat jelas ekspresi wajah gadis kecil itu.


"Iya, aku sangat menyukainya, dia baik tidak suka mengeluh sama sekali, dia juga sangat bertanggung jawab bu.." ucap Himawari, dia terlihaylt berkaca-kaca.


"Lalu kenapa kau bersedih nak?" tanya ibunya bingung, seharusnya Himawari senang.


"Ya karena dia mengajak aku menikah, apa boleh bu?" tanya Himawari, dia tertunduk.


"Ehm, ya tak apa-apa, memang seorang gadis itu suatu hari nanti akan menikah dengan pria yang ia cintai." ujar dari ibu Himawari, lalu dia tersenyum kecil menatap wajah gadis kecil itu


"Tapi ibu ingin aku bekerja dengan baik, dan lebih baik dari ibu ya kan." ujar Himawari,dia menatap wajah ibunya.


"Memang, tapi jika ada pria yang kau cintai dan juga bertanggung jawab, menikah saja ibu merestuinya." ucap ibu Himawari dan dia mengecup kening putrinya tersebut.


"Apa ibu benar-benar memperbolehkan aku untuk menikah muda?" tanya Himawari dan dengan penuh perasaan, ia sangat penasaran akan jawaban ibunya.


"Lebih baik kau menikah dengan pria yang kau sukai, dan berharap kau hidup bahagia."


"Aku sayang ibu..." ujar Himawari dengan sedih, dan juga bahagia dia memeluk erat ibunya karena sangat menyayanginya.


"Dengar, aku tahu kau berat ibu tak apa-apa, lagipula anak gadis itu suatu hari pasti akan menikah,dan tinggal bersama pria pilihannya."


"Tapi, apa Kak Bryan tidak terlalu cepat untuk mengajak aku menikah bu??" tanya Himawari, dengan berlinang air mata haru di kedua pipi, sedih dan bercampur bahagia.


Jemari ibunya pun mengusap lembut air mata anak gadisnya itu, karena dia menangis sedih bercampur bahagia. Semua terjadi begitu saja terlalu cepat membuat buliran air mata itu, tak bisa terbendung lagi.


"Tidak, menikahlah aku rasa dia pria baik dan amat serius, seorang pria baik, bertanggung jawab itu akan segera mengajak menikah." ujar Ibu Himawari dan menggosok punggung anak gadisnya, dengan lembut.


"Apa tak masalah kalau aku, setelah menikah tinggal bersamanya?, ibu tidak kesepian??" tanya Himawari semakin menghawatirkan ibu nya, dia akan sering sendirian.

__ADS_1


"Ibu tidak nak, ibu kan jualan makanan nak jangan larang ibu, kalau ibu menganggur akan cepat bosan." ujar dari ibu Himawari karena ia tahu pasti setelah menikah, menantunga akan melarangnya berjualan.


"Ibu tahu darimana?, kalau Kak Bryan itu akan melarang ibu berjualan??" tanya Himawari dia pun sudah tidak menangis lagi.


"Tahulah, dia sangat perhatian, dia bercerita kalau ibunya meninggal dunia karena merasa kehilangan adiknya dulu." ucap Ibu Himawari.


"Oh, ternyata dia sudah bercerita pada ibu." ujar Himawari dan mencium pipi ibunya.


"Makanya ibu tahu kalau dia pria yang baik, aku merestui kalian, hiduplah bahagia dengan demikian ibu juga bahagia." ujar Ibu Himawari.


"Makasih ibu..." ujarnya sembari memeluk erat ibunya itu, karena demi kebahagiaan anaknya rela mengorbankan semuanya.


Karena Himawari pun sangat senang maka rasa gundah dan gelisah sirna seketika, dan dia memutuskan malam ini dia akan tidur di kamar ibunya ,memeluknya sepuasnya karena setelah ia menikah maka dia akan jarang bisa untuk melakukan hal itu.


Maka yang ia lakukan malam ini tidur dengan ibunya, memeluk erat serta bermimpi indah.


🌻🌻🌻🌻🌻


Kak Bryan setelah menutup ponselnya keluar dari kamarnya menuju ke ruang makannya, ia melihat makanan di meja habis tak bersisa.


Danu merasakan kekenyangan karena semua masakan yang sudah terhidang di atas meja makan, masuk ke dalam perutnya. Kini ia pun merebahkan tubuhnya diatas sofa mewah.


"Dasar kau ini !!, kenapa semua nasi goreng itu kau habiskan??" gerutu Kak Bryan sebal.


"Aku lihat seorang calon pengantin yang saat ini kenyang makan cinta, jadi ya aku habiskan semua makanannya." ujar Danu dan tertawa meledek Kak Bryan.


"Sialan kau ini memang ck, aku hanya masuk sebentar saja, sedang mengirim dan bertukar pesan ckk, kau ini..." gerutu sebal dari Kakak Bryan dia melihat meja yang saat ini hanya ada piring kotor, dan semua makanan itu masuk ke dalam perut Danu.


"Ha.. Tidak Merry, tidak kau semua sama saja, ckkk ,aku ingin segera kembali ke Indonesia.." ujar Kak Bryan mengeluh, dia pun terpaksa memasak mie instans, karena semua bahan makanan yang ada habis.

__ADS_1


Harus pergi berbelanja ke supermarket dahulu jika mau masak suatu makanan lagi. Karena ini sudah agak malam maka dia memilihnya yaitu mie rebus ,mie instan dari negaranya itu sendiri, yang sangat kebetulan sering di bawa kemana pun Kak Bryan pergi.


Bersambung...


__ADS_2