
Kak Bryan tetap terlelap di buai mimpi indah, mungkin kelelahan karena sedari siang mau berkeliling dengan Himawari.
Abang Gamma mulai mengernyitkan kedua alisnya, menatap wajah Kak Langit dan juga adiknya. Setelah itu dia pun membuka suara.
"Hei kemarilah, pijitlah punggungku, aku lelah sekali, ayolah adikku yang manis." Abangnya berulah menggoda adik kecilnya , dia yang ingin bersantai sejenak pun mengerucutkan bibirnya.
"Maaf aku juga lelah, gimana kalau abang saja yang memijitku?" ujar Himawari dengan sebal, karena melihat wajah Abang Gamma yang meledek dia tidak percaya begitu saja.
"Aku, benar-benar lelah kemarilah." sambil memberi tanda jari telunjuknya di gerak-gerak kan, agar Himawari mau memijitnya.
"Tak ...mau.. wleeekkk." ledek Himawari tak mau.
"Kenapa pelit sekali?, besok aku belikan kue kesukaanmu mau." bujukkan maut Abangnya pun mulai keluar, agar Himawari tergoda oleh daya pikat kata-katanya.
Kelopak matanya pun Abang Gamma mulai di gerakkan beberapa kali.Masih tetap Himawari mengabaikan bujukan Abangnya itu.
Himawari asyik menonton televisi sesekali mengunyah camilan ,lalu ia melihat ponsel miliknya berdering di atas meja.
"Hallo, ibuuu, hiks ...hiks... aku rindu kau tak pulang?" ucap Himawari di dalam ponselnya.
"Iya ,bulan depan ibu pulang nak, tapi ibu akan berlibur satu pekan saja." jawab ibu Himawari dengan nada agak kecewa, karena hanya bisa kembali ke Indonesia selama satu minggu .
"Ehm, kenapa sebentar sekali??" ucap gadis kecil itu agak kecewa karena ibunya hanya akan berlibur satu pekan saja.
"Baiklah kalau begitu, dimana Abangmu nak?" tanya ibu Himawari dengan penuh perasaan.
"Ini dia sedang nonton televisi, bang kemari ini ibuk sedang telefon, kau kemarilah."sambil mengayunkan tangannya agar Abangnya itu mendekatinya.
"Baiklah,kemarikan." ucap Abang Gamma.
"Wah, tante jangan khawatir, aku pasti akan menjaga adik kecil yang bandel ini." ucap dari Abangnya meyakinkan kepada Ibu Himawari .
__ADS_1
"Iya, bagaimana kabarmu?,maaf tante hanya bisa kirim uang sedikit, dan kebetulan disini jualan agak sepi." ucap Ibunya Himawari dan dengan lirih sangat sedih, karena keadaannya yang kurang baik dalam berjualan.Hanya bisa kirim uang pas-pasan.
"Tidak apa, lagipula dia juga mencari uang tambahan, ini pria yang membantunya ada di sini semua."ucap Abang Gamma kepada ibu Himawari.
"Kalau begitu sampaikan rasa terimakasih ku pada mereka, dan jangan lupa jaga kesehatan ok, mana Himawari?" tanya Ibu lalu Abangnya pun memberikan ponselnya dengan menitih kan air matanya.
"Iya bu, ini aku , cepat pulang aku rindu dan kalau bisa liburannya yang lama ya." rengek Himawari sembari menangis seeperti anak kecil,yang saat ini meminta di belikan mainan
"Iya-iya, maafkan ibu belum bisa memberi yang terbaik padamu." ucap ibu Himawari.
"Ehm, tidak aku sangat bersyukur kalau ibu sehat dan bisa pulang selamat." ucap gadis kecil yang sedang benar-benar merindukan ibu nya saat ini.Sambil menitihkan air mata.
"Iya ,satu bulan lagi ya ibu cuti sabar, ya aku tutup dulu." ucap Ibu Himawari dan menutup telefonnya.
Himawari masih sangat rindu sekali ibunnya, karena sudah lama sekali tak bertemu,ponsel miliknya ia taruh di atas meja.
Kak Langit yang tahu akan hal itu ikut sedih, karena dia juga dalam keadaan yang sama, jika tak dapat di sangkal pria yang berusia 17 tahun itu saat ini merindukan sosok ibunya .
Himawari pun mengusap kedua pipinya, yang masih basah terkena lelehan air mata hangat itu, karena tidak terasa perasaan rindu yang mendalam membuat perasaan terasa sakit.
"Kenapa aku sangat rindu?,aku akan berjanji kalau aku akan belajar rajin, agar bisa kerja di tempat yang bagus!!" tiba-tiba Himawari pun berucap demikian, karena dia itu adalah gadis pemalas, namun karena ibu nya harus bekerja di tempat yang jauh dan jarang bertemu saat ini membuat Himawari bertekad.
Kedua bola matanya yang bulat sempurna, dan tentu saja masih sembab terkena lelehan air mata, namun terpancar keseriusan.
"Aku akan menjadi orang kaya ,agar ibu ku tak perlu lagi pergi jauh dariku ,aku tak akan jadi gadis pemalas lagi !!" janji Himawari kepada dirinya sendiri.Dia pun menenggak minuman dan menatap ponselnya di atas meja.
"Hem, baguslah gadis kecilku semoga mimpi mu itu berhasil." ucap Kak Langit yang saat ini menatap Himawari dengan tersenyum.
Seakan perasaan rindu kepada ibunya agak terobati kali ini, karena melihat wajah gadis Himawari yang kecil dan pipi yang gembil, di tambah lagi ekspresi wajahnya itu yang polos membuat bahagia Kak Langit.
Perasaan Kak Langit mulai tergelitik karena kehadiran Himawari, membuat kehidupannya yang suram dan penuh kesedihan ini menjadi agak lebih baik.
__ADS_1
"Hei, Langit kau boleh tidur di kamarku, kalau kau mau." Abang Gamma menawarkan kamar tidurnya untuk di tempati Kak Langit.
"Kak Bryan gimana Bang?" tanya Himawari pada Abangnya.
"Ya biarkan mereka berdua tidur bersama,aku akan menemanimu, lagipula aku bisa tidur di bawah." ucap Abang Gamma pada adiknya itu
"Tumben kau baik sekali, apakah kau sudah makan?" tanya Himawari sambil menatapnya.
"Sudah tadi, waktu aku di depan tadi melihat Langit nampak menunggumu, kulihat wajah nya agak sedih." ucap Abang Gamma.
"Apakah kau juga rindu pada ibumu?" tanya Abang Gamma.
"Iya, tapi ibu ku sudah tidak ada di duni ini." jawab Kak Langit sambil menundukkan wajah
Wajah tampan yang tirus itu, berubah drastis menjadi pria melankolis, karena memang tadi Kak Langit ingin mempunyai teman berbicara.
Baginya hanya Himawari saja teman yang ia punyai, dan setelah menunggu di depan gang cukup lama, namun gadis kecil itu tak kunjung menemuinya, karena Kak Bryan melarangnya.
Beruntung Abang Gamma mengajaknya untuk masuk kedalam rumahnya kali ini.
Abang Gamma pun mendekatinya mengelus punggung Kak Langit agar dia bersabar.
"Kau boleh mengajak mengobrol aku, jika kau mau, aku juga mau jadi temanmu." usul dari Abang Gamma agar Kak Langit tidak bersedih lagi, terlihat muram dan kacau seperti di gang depan rumah Himawari tadi.
"Maafkan aku Abang, karena merepotkanmu." suara Kak Langit yang tulus membuat Abang Gamma bersimpati padanya.
Himawari pun mengamati Kakak Langit dan Abangnya saat ini,mereka berdua mempunyai kemiripan mulai dari sikap,dan terkadang juga sikap bijaksana Kak Langit yang tiba-tiba itu bermunculan membuatnya teringat Abangnya
"Aku rasa Abang itu dan Kakak Langit sangat cocok hi..hi..hi.." ucap Himawari dan sembari cekikikan melihat mereka berdua nampaknya akrab.
"Benarkah?, lalu aku tanya jika diantara dua pria ini kau akan lebih memilih yang mana?" tanya Abang Gamma yang tiba-tiba membuat gadis kecil itu kebingungan.
__ADS_1
Abang Gamma memandang Kakak Bryan dan melihat wajah Kak Langit, Abang Gamma pun bermaksud agar Himawari ini memilih antara salah satu pria yang ada di sampingnya itu.
Bersambung...