Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 123 "Tak Boleh Bertemu"


__ADS_3

Setelah semua selesai Kakak Langit hendak mengantar pulang Himawari ke rumahnya.


Dia pun mengeluarkan mobil merahnya saat ini, Himawari terpukau melihat pemandangan di luar rumah Kak Langit yang indah lampu itu menyala dengan berkerlap-kerlipnya.


Serta banyak sekali pepohonan dan berbagai macam bunga, di taman yang sangat luas itu.


"Apakah kau melihat-lihat dulu?" tanya Kak Langit dan menghentikan mobilnya sesaat .


Himawari mengangguk pelan, mereka berdua sementara duduk di dalam mobil sport yang terbuka atapnya , dan melihat pemandangan.


"Wah, kenapa indah sekali?,kakak setiap hari melihat pemandangan ini?" tanya Himawari.


"Tentu, tapi karena aku hanya sendirian jadi aku tak pernah merasa senang." suara lirihnya terdengar sedikit sedih.


"Kak, apakah kakak tidak kesepian dengan tinggal di rumah seluas ini hanya kakak saja?" tanya Himawari dengan memandang wajah Kak Langit dari samping.


"Tentu kesepian, maka dari itu sering-sering sajalah main kesini, aku tidak punya teman." permohonan Kak Langit yang pendiam, hal itu membuat Himawari terpanah sesaat dengan wajahnya yang diam.


"Kau memandangiku?" saling menatap mata nya bulat sempurna,dan sangat indah terkena pantulan cahaya lampu taman.


"Kak, apa sebaiknya kita berteman saja?, dan aku rasa tak bisa menjadi seorang gadis yang baik ." kata-kata Himawari pun membuat pria itu mematung dan memandanginya dengan teliti, di tatap wajah mungil dengan memakai kaos kedodoran itu .


"Aku, sudah bilang jika kau itu lebih menyukai Bryan, aku tidak keberatan."ucapan Kak Langit sedikit tegas, namun membuat perasaannya ngilu dan sakit.


"Aku, yakin kakak pasti dapat gadis yang lebih baik , lagipula kenapa kakak menyukaiku?" tanya Himwari dengan menatap keadaan di sekitar taman begitu sepi sekali.


"Tak perlu alasan, lagipula sudah malam, aku akan mengantarmu pulang besok aku jemput lagi." sambil mencolek hidung kecil Himawari.


Waktu menunjukkan pukul 20.00 wib mereka tepat sudah berada di dekat rumah Himawari.


Kak Langit membuka pintu mobilnya, dengan pelan-pelan namun saat Himawari turun dari mobil ternyata ada sebuah suara seorang pria yang terdengar marah dengan suara seraknya


"Oew, kau berduaan dengan pria ini, apakah yang kau lakukan di belakangku?" tanya dari seorang pria jangkung berparas tampan dan siapa lagi kalau bukan Kak Bryan yang sudah dari tadi menunggu kepulangan gadis kecil itu


"Maafkan aku kak, apakah kakak sudah dari tadi menungguku??" tanya Himawari sembari melihat wajah Kak Bryan.


Wajahnya terlihat sangat marah besar dengan mengepalkan tangan kanannya, dia melihat Himawari memakai kaos oblong kedodoran .

__ADS_1


"Baju siapa kau pakai ini??" tanyanya sambil memegang baju Himawari,ia merasa semakin geram dengan apa yang ia lihat.


"Jangan marahi dia!!, kau boleh memukulku!!" Kak Langit menyembunyikan tubuh Himawari di belakangnya.


"Baiklah aku akan mengabulkannya !!" seru Kak Bryan dengan mata merah menyala.


"Buak, buak, gedebuk, buak...!"


Mereka berdua akhirnya saling baku hantam, dan Himawari tidak bisa melakukan apa-apa.


Beberapa menit berlalu akhirnya kedatangan seorang pria tampan, dia itu Abang Gamma .


Mereka berdua pun akhirnya berhasil di lerai, Himawari hanya diam saja karena tidak tahu harus berbuat apa.


Mereka berempat saat ini sudah berada tepat di ruang tamu rumah Abang Gamma.


"Kenapa kalian berdua bisa baku hantam?" tanya Abang Gamma dengan memandangi wajah mereka yang babak belur.


"Kalian ini memalukan saja,apa kalian berebut gadis kecil bodoh ini??" tanya Abang Gamma sambil menahan tawa, menatap Himawari dia pun mengerucutkan bibirnya.


"Kalau aku jadi kalian, tak akan memilih gadis seperti ini, kalian itu akan menyesal seumur hidup." ledek Abang Gamma kepada adiknya yang kecil dan ketakutan karena ulahnya dua pria sedang baku hantam.


"Lihatlah baik-baik, badannya kurus kecil, dan tak seperti anak gadis lainnya, bukalah mata kalian lebar-lebar." ujar Abang Gamma agar para pria ini salah satu ada yang mengalah.


Mereka berdua tidak ada yang mendengarnya malahan saling menatap dengan wajah penuh emosi satu sama lainnya. Kak Langit dan Kak Bryan masih tak mengindahkan ceramah dan petuah Abang Gamma.


"Oh,kalian tak mendengarkanku, kalau begitu baik Bryan dan juga Langit mulai hari ini tidak ada yang boleh bertemu adikku!!" tegas dari Abang Gamma pada kedua pria yang sedang emosi ini.


"Apaaa!!"ucap mereka berdua dengan kompak


"Sekarang keluar kalian !!" usir Abang Gamma


Mereka berdua akhirnya tidak dapat berkutik, dan keluar dari rumah Abang Gamma .


"Dan kau, sekarang naik ke kamarmu, mulai besok aku saja mengantar dan menjemputmu ok !!" Abang Gamma pun masuk kedalam kamarnya.


Begitu juga Himawari dia pun pergi ke arah rumahnya,dan saat keluar Kak Bryan dan Kak Langit masih ada di luar dengan meringis.

__ADS_1


Mereka berdua merasa kesakitan, wajahnya banyak luka gores .Namun karena Abangnya Himawari sudah melarangnya maka mau tak mau mereka berdua harus patuh.


Namun Himawari tetap saja masuk kedalam rumahnya.Lalu pergi merebahkan badanya itu dengan seenaknya di atas kasur kecil empuk miliknya.Sangat menyesal dengan perbuatan yang sudah ia lakukan dengan dua pria itu .


Kak Langit dan Kak Bryan pulang ke rumah mereka dengan banyak luka dan babak belur.


Sedangkan Himawari telah menyesali semua hal yang ia lakukan terlebih hari ini,membuat perasaan semua orang sudah terluka.


"Kenapa aku bodoh sekali?, aku tidak mau lagi seperti ini."gerutu Himawari dia meringkukkan tubuhnya, dan memeluk guling .


Beberapa saat Abang Gamma pun tiba-tiba berdiri di samping gadis kecil itu .


"Dengarkan, kau tadi darimana?" tanya Abang Gamma pada adiknya.


"Dari rumah Kak Langit." jawabnya ringan.


"Lalu itu baju siapa yang kau pakai?, heemm haaa.."tanya Abang Gamma sambil menghela nafas panjang.Dia duduk mendekat di tepian kasur kecil adiknya.


"Bajunya Kak Langit, aku hanya meminjam." ucap Himawari dengan meringkuk, memeluk gulingnya.


"Besok kau menerima rapot kan, kau di rumah saja sementara, dan jangan keluar rumah ya." ucap Abang Gamma lirih menatap wajahnya agak sendu.


"Iya, maafkan aku ya bang." permohonan adik kecilnya membuat kemarahan Abang Gamma mereda seketika, di tatapnya wajah Himawari.


"Iya, lebih baik sekarang kau tidak menjalin hubungan dengan para pria , aku harap kau bersekolah saja ya." ucap lirih Abang Gamma pada adiknya, karena terlalu kecil jika saat ini menjalin kisah cinta.


"Baik, habis ini libur panjang apa abang tidak mengajakku liburan?" tanya Himawari mulai menggoda abangnya.


"Iya kalau aku libur kerjalah." jawab Abang Gamma sambil meninggalkan adiknya.


Akan semakin rumit jika para remaja masih berstatus sekolah dengan menjalin pacaran.


Membuat bingung dan sekolahnya menjadi terganggu , berharap dengan kejadian yang sudah terjadi ini Himawari lebih bijaksana .


Abang Gamma ingin menjaga adik kecilnya saja, karena terkadang kesalahan kecil perlu mendapat teguran dan hukuman agar tidak melakukan kesalahan yang lebih besar.


Memberi batasan itu sangatlah penting apa lagi dengan semua yang berhubungan status para pelajar dan remaja khususnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2