Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 162 "Kepo"


__ADS_3

Kakak Bryan sekarang sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, dan semua kru nya saat ini beristirahat di sebuah rumah yang mewah. Karena mereka semua adalah satu tim maka Kak Bryan tinggal bersama untuk sementara waktu. Kak Bryan yang akan membersihkan tubuhnya yang seharian penuh telah bekerja.


Dia pun berjalan ke arah kamar mandi yang besar dengan balutan handuk di pinggangnya, dengan sedikit memijat-mijat daerah kening karena pusing. Seharian telah bekerja keras .


"Benar-benar melelahkan sekali, kenapa hari ini sangat melelahkan ya?, aku ingin segera balik ke Indonesia." gerutu Kak Bryan dan di benaknya dia mengingat wajah Himawari .


"Ah, kenapa aku seperti orang gila saja??" batin Kak Bryan dan masuk ke dalam bak kamar mandinya, dia berendam air hangat dengan taburan kelopak bunga mawar merah, dan menghirup aroma lilin aroma terapi.


Lamat-lamat bunyi alunan lagu, musik klasik dari bethoven terdengar, Kak Bryan menikmati lalu ia membaca buku di tangan kanannya.


Untuk sementara waktu dia pun merilekskan tubuhnya dengan rendaman air hangat yang harum dengan banyak kelopak bunga. Untuk saat ini hal itu bisa memulihkan tubuh Kakak Bryan yang kelelahan.


"Thok...thok..." suara ketukan pintu membuat mood dari Kak Bryan pecah seketika.


"Ada apa??!, aku ini sedang berendam jangan ganggu aku ck !!. Siapa siiich ganggu orang aja??" gerutu Kak Bryan dengan menyeringai.


"Ini aku, mau ku gosok punggungmu??" suara dari seseorang yang menawarkan diri untuk menggosok punggung pria itu, dan sembari tersenyum kecil dan genit.


"Tak mau, sudah jangan ganggu aku !!" bentak dari Kak Bryan.


"Duhhh, galak banget sich...Tampan-tampan tapi kok galaknya mintak ampun..." ujar dari salah satu tim Kak Bryan, dia adalah Merry asistennya dia seorang pria namun dia agak seperti wanita, karena kerjanya yang sangat sering dengan wanita maka kepribadiannya agak berubah sangat drastis seperti layaknya seorang wanita.


Kak Bryan memperkerjakannya karena hasil baju yang dia rancang sangat baik, sampai detailnya sekalipun dia adalah pria yang amat teliti dengan baju yang ia desain Kakak Bryan menganggapnya sebagai salah satu timnya yang solid. Walau dengan perilakunya yang agak seperti seorang wanita. Tapi jika dengan masalah pekerjaan dia sangat rapi, detail dan amat teliti, serta semua hasil rancangannya akan best seller.


Kak Bryan benar-benar menikmati berendam di dalam bathup mewahnya, dengan semua aroma bunga dan musik serta hangatnya air membuat tubuhnya semakin rileks.

__ADS_1


Setelah dia puas berendam menghempaskan segala kepenatan tubuhnya barulah ia keluar dari kamar mandi. Dengan hanya berbalutkan handuk yang melingkar di pinggangnya.


Sembari meremas rambutnya yang basah, di dekatnya sekarang ada Merry yang lagi asyik menikmati tubuh Kak Bryan yang kekar, dan dengan dadanya yang bidang tanpa berbalut busana. Merry pun mendekat sembari mulai menempelkan jemarinya yang lentik seperti jari-jemari seorang putri. Diatas tubuhnya dari Kak Bryan. Seketika Kak Bryan mengernyitkan kedua alisnya dan terlihat marah. Karena dia sudah berani memegang dadanya yang amat bidang itu.Secara sengaja dan membuat dia tak nyaman olehnya.


"Apa yang kau lakukan?, pria aneh, aku ini pria yang normal pergilah Merry !" usir dari Kakak Bryan pada Merry, dia menepis jemari tangan Merry yang akan memegang dan juga meraba dada bidang Kak Bryan lagi.


"Aduuuh, kau ini galak amat sich... Aku hanya bercanda kau itu sangat serius..cih..." ujar dari Merry kecewa dan dia menggerutu akan hal ini.


Kak Bryan mengabaikan Merry dan berganti pakaiannya, dengan baju santainya bewarna kuning dan bergaris biru, duduk di sofa lalu ia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer .


Merry pun kini duduk di sampingnya dengan tersenyum kecil, memandangi wajah Kakak Bryan amat tampan bersih serta ada titik kecil yaitu tahi lalat di dekat bibirnya. Memberinya kesan seksi dan manis. Merry menatap dan menopang dagunya serta mengamati gerak- gerik Kak Bryan dengan seksama.


"Merry,ingat batasanmu jangan memandang seperti itu aku sangat risih tau !!" hardik Kak Bryan, setelah itu dia pun menaruh hairdryer di atas meja. Setelah rambutnya mengering dengan sempurna.


"Kenapa kau bertanya?, kau kepo padaku??" telisik Kakak Bryan dengan duduk di dekat Merry dengan menyeringai.


"Idiiih... Ya jelas tuch pipi kayak habis di cium kambing aja, warna pink coy..." ledek Merry ia amat gemas dengan wajah Kak Bryan yang memerah karena malu.


"Kambing apaan...?" Kak Bryan sewot,dan dia membuang muka .


"Iiii...tentu aku tahu, siapa nama gadis itu?" tanya Merry dengan keponya, dia menggeser pantatnya mendekat ke arah Kak Bryan.


"Apaan sich..??, jangan dekat-dekat kau itu membuatku risih.." usir Kak Bryan sembari mendorong tubuhnya Merry agar menjahui dirinya.


"Uh, kamu jahat banget, aku tuch bersih dan gak penyakitan kenapa kau mendorongku??" ujar Merry sewot, dia pun tak patah arang.

__ADS_1


"Bryan, siapa nama gadis itu??" tanya Merry sambil memohon kepada Kak Bryan.


"Apaan sich???" ujar Kak Bryan dengan sewot.


"Hemmm kau jahat banget, hanya ingin tahu namanya aja tidak di jawab." gerutu Merry .


"Untuk apa kau kepo?, kalau sudah tahu mau buat apa?, apa kau mau menyebar gosip ya kan ngaku aja??" tanya balik Kak Bryan yang gemas dengan tingkah keponya.


"Dasar pria ini, siapa yang mau nyebar gosip, aku hanya ingin tahu siapa pemilik dari dada yang bidang itu??" ujar Merry sambil melirik ke arah tubuh Kak Bryan dan menggigit bibir nya yang bawah.


"Dasar kau ini, pria payah.. Aku ini pria normal Merry." ujar Kakak Bryan dan menggelengkan kepalanya beberapa kali. Melihat Merry yang bertindak seperti itu membuat merinding bulu roma Kak Bryan.


"Bryan, beritahu dong siapa pemilik dari dada bidang itu??" tanya Merry semakin kepo.


Kakak Bryan memperlihatkan foto Himawari, di dalam ponselnya, saat itu mereka berdua sedang foto bersama, saling berdekatan itu pun sudah lama sekali. Saat mereka berdua duduk di bangku SMA. Merry pun melihatnya dengan antusias karena wajah Himawari yang tirus, serta kecil itu dengan aura wajah yang terang. Semakin di lihat wajah Himawari yang manis seperti permen kapas, serta bak bunga chamomile kecil yang mekar di siang hari.


Merry pun diam sejenak memandangi wajah itu lekat-lekat, semakin ia memandang tidak ada kejenuhan di matanya, maka ia pun terus memandangi ponsel milik dari Kakak Bryan.


Lalu Kak Bryan mengambilnya dengan paksa dan memasukkan ke dalam saku nya. Dia pun menegerucutkan bibirnya ke arah Merry.


"Pelit sekali kau Bryan, boleh aku melihatnya lagi, please..." rengek Merry seperti anak kecil yang meminta uang jajan pada mamanya.


Kak Bryan pura-pura mengabaikannya dan melihat saluran televisi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2