Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 132 "Kecelakaan"


__ADS_3

Kak Langit hanya tertunduk lesu saja, menuju keluar dengan gontai, ada perasaan sakit di sekujur tubuh. Kenapa lagi-lagi takdir kejam selalu menyertai langkahnya.Terlebih hatinya saat ini terluka menganga, Himawari memilih Kak Bryan lagi daripada dia .


Maka dia paham dengan posisinya sekarang. Kalau Himawari lebih menyukai Kakak Bryan. Dibanding dirinya, karena perasaan terluka itu dia berjalan menyusuri jalanan dan masuk ke dalam mobil merahnya. Lalu menyetir mobil nya dengan kepala agak pusing.


"Kenapa kau lebih memilih pria itu lagi?,dan kenapa bukan aku saja?" ujar Kak Langit dia menghela nafas panjang .Sesekali matanya tidak terlalu fokus dalam menyetir.


"Aku lebih menyukaimu di banding dirinya." batin Kak Langit sambil menyetir tak tentu arah.


Kak Langit mengendarai mobil sport merah nya dengan kecepetan yang terlalu tinggi.


Dia pun tak melihat kalau di jalan raya sangat bahaya jika mengebut dengan seperti ini.


Banyak mobil, truck,pick up, dan motor semua kendaraan saat ini sangatlah ramai, walaupun demikian dia tetap menginjak pedal gas nya kencang, maka laju mobilnya sangatlah cepat terlihat di speedo meter, jarum menunjukkan ke angka di atas 100, maka dalam keadaan jalan yang ramai sangatlah berbahaya.


Kak Langit dengan keadaan kacau balau tidak terasa saat melewati tikungan mobilnya akan beberbelok tidak melihat keadaan jalannya.


Mobil dari arah berlawanan juga mengemudi dengan kecepatan tinggi maka mobil mereka berdua langsung bertabrakan. Akhirnya Kakak Langit pun berada di rumah sakit dan sedang menjalani operasi.Setelah beberapa saat dia berada di sebuah ruangan dengan susasana yang hening dan juga senyap.


Kak Langit saat ini bermimpi saat ia masih kecil,dia berusia sekitar 10 tahun dan ibunya masih hidup. Kakak Langit terlihat bahagia bersama kedua orang tuanya itu. Merayakan ulang tahunnya yang ke 10 tahun. Bersama teman dan juga keluarganya.Merasa hari itu adalah hari yang sangatlah membuat hatinya berbunga-bunga melebihi hari lainnya.


"Apakah ini nyata?, jika ini bukan mimpi aku mau selama-lamanya bersama kalian saja." ucap Kak Langit dengan menitihkan air mata


Namun kelopak matanya pun kembali terbuka dan berada di sebuah ruangan kamar rumah sakit. Dia melihat Himawari dan Kakak Bryan menjenguknya.


"Kenapa kalian kemari?" tanya Kakak Langit dengan menatap Himawari, dengan wajah yang terlihat agak kecewa.


"Kak, aku tahu kau kesepian aku akan setia menemanimu sampai kau sembuh."ucapnya lalu Himawari menyuapi Kak Langit agar dia mau makan.

__ADS_1


"Ayo makanlah kak, setelah ini kakak harus minum obat." ucap Himawari sambil mengam bil bubur dengan sendoknya,hendak perlahan memasukkan ke dalam mulutnya.


"Baiklah, aku makan kau disini ya." ucap Kak Langit lirih.


"Aku akan keluar sebentar Hima, nanti kalau kau butuh apa-apa tinggal mengirim pesan ." ucap Kakak Bryan keluar ruangan itu, dia pun berjalan ke arah mobil di parkiran.


"Iya hati-hati Kak Bryan." ucap Himawari dan tersenyum karena sudah memberi ijin untuk merawat Kak Langit.


"Ada-ada aja pria itu, dasar kenapa selalu dia merepotkan gadis kecilku?." gerutu dari Kakak Bryan dengan menaikki mobilnya, dia sebal.


Karena Himawari harus merawat pria itu, dan padahal Kak Bryan baru saja bertemu dengan nya,dan kenapa bisa waktunya bisa pas,kalau Kak Langit kecelakaan pada waktu Kak Bryan ingin mengajak Himawari itu keluar jalan-jalan setelah sekian tak bertemu.


Di dalam ruangan setelah memakan makanan minum obat,dan Himawari membersihkannya mulai mengelap tangan juga membersihkan wajah Kakak Langit. Kak Langit memandang Himawari dengan tatapan amat senang saat dia berada di ruangan rumah sakit masih ada yang mau merawatnya.


"Terimakasih ya, aku sangat senang kau bisa merawatku." ucap Kak Langit amat senang.


"Tak apa-apa, kan ada kamu yang merawatku aku malah senang." ucap Kak Langit dengan menggaruk rambutnya.


"Aish...,aneh-aneh aja kakak ini, emang kakak tidak bisa masuk kerja dan bagaimana ini?" tanya Himawari pada Kakak Langit dengan mengelap tangannya.


"Aku memang kerja dari rumah, tidak pernah kerja di luar, aku malas harus bertemu dengan orang banyak."ujar Kak Langit sambil makan buah apel yang sudah di potong Himawari.


"Tapi yang pagi tadi rapi itu, bukankah kakak pergi ke kantor?" tanya Himawari , ia sambil menaruh wadah berisi air hangat di wetasfel.


"Benar..." jawab Kak Langit


"Lalu kenapa kakak kerja dari rumah?"tanya Himawari heran.

__ADS_1


"Aku tadi pagi hanya presentasi saja, namun hari biasa aku bekerja dari rumah." ucap Kak Langit sembari tersenyum.


"Kakak, bukan pengusaha seperti Kak Bryan, dan bukankah kakak adalah anak seorang pengusaha??" tanya Himawari dengan nada agak serius, karena wajah Kakak Langit mulai berubah agak terkejut,dan agak sedih setelah mendengar perkataan Himawari.


Saat Kak Langit mau menjawab pertanyaan Himawari tiba-tiba datang seorang pria paruh baya masuk ke dalam ruangan itu.


"Kenapa kau bisa seceroboh ini?, lihatlah dan ini rumah sakit apa?,sekarang kau pindah ke ruangan lebih bagus !!!" protes pria itu dengan marah-marah.


"Apa pedulimu?, pergilah urusi saja semua istrimu!!, aku sudah ada yang mengurusi .." usir Kak Langit pada pria paruh baya itu dan merasa geram tidak menatap wajahnya sama sekali.


"Beraninya kau mengusir Papamu sendiri,aku sudah datang menjengukmu, setidaknya kau menyapaku dengan hormat ." ujar pria paruh baya itu dengan nada agak lembut dan lirih agar Kak Langit melunak padanya.


"Sudahlah, aku muak melihat wajahmu pergi aku tak mau melihatmu lagi !!!"usir Kak Langit pada Ayahnya sendiri.


Himawari menundukkan wajahnya dengan, perasaan tak karuan karena dia menyaksikan perseteruan Ayah dan anaknya .Namun saat ia akan keluar kamar Kak Langit memegang lenganya agar tidak beranjak dari ruangan itu.


"Kenapa kau masih berada di sini pergilah?!" usir Kak Langit dengan wajah yang bersedih, dan matanya nampak berkaca-kaca.


Pria itu pun menaruh bucket bunga dan juga parsel buah di meja itu, lalu berjalan keluar setelahnya dengan wajah sedikit sedih.Tidak berkata-kata apapun lagi, dia berjalan keluar dengan perasaan campur aduk.Sebenarnya dia ingin bertemu dengan putranya itu ,tetapi Kak Langit tidak mau dia juga merasa muak.


"Kenapa kau masih tak bisa memaafkan aku nak?" batin pria itu sambil pergi dari rumah sakit menaikki mobil mewahnya bewarna hitam.


"Kenapa cepat sekali Tuan?, apakah kita ini langsung pulang??" tanya dari supir mobil itu, dia mulai menutup kaca pintu mobil.


"Iya kita langsung pulang saja."jawab Pria itu dan mobil pun melaju pergi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2