
Hanya perlu waktu sedikit saja namun itu tak bisa lagi di gapai oleh Kak Langit. Dia merasa menyesal mungkin untuk seumur hidupnya.
Karena saat ayahnya masih hidup kenapa tak memaafkan semua perbuatannya,agar ia bisa merasakan sedikit kasih sayangnya itu, oleh ayah kandungnya sendiri. Setelah hari ini dia tak akan bisa melihat wajah pria tua dengan kerutan serta banyak uban di rambutnya.
Kak Langit menangis bersedih karena semua perbuatan yang telah ia buat pada ayahnya itu Membuat perasaanya sekarang bertambah menyesal. Karena waktu yang ia alami tidak akan berputar kembali. Maka dia hanya bisa menyesalinya seumur hidupnya, ia bersimpuh di dekat jenazah ayahnya saat ini.
Banyak orang yang melihatnya keluarga saat ini,sanak saudara,keponakan,semua orang, pengawal, Rayan dan Himawari diam di dekat Kakak Langit dan meneteskan air mata juga.
"Maafkan aku Pa...hiks..hiks.." tangisan Kakak Langit, dengan berderai air mata meratapi kematian ayahnya dengan duka yang amat mendalam.
Beberapa jam setelah pemakaman itu selesai Kak Langit dan Himawari segera pergi keluar, dan Rayan mengikuti mereka berdua. Rayan berusaha untuk menyampaikan perihal kata terkhir yang di sampaikan kepadanya, karena Pak Bara mengetahui jikalau kematian sudah semakin mendekatinya.Maka Rayan saat ini mengajak Kak Langit ke suatu tempat yang agak sepi. Dan tidak terlihat orang banyak .
Himawari memberikan waktu untuk mereka berdua berbicara dengan tenang.Tibalah di suatu taman yang tak banyak pengunjung.
Mobil Kak Langit menepi dan Himawari pun keluar agar mereka nyaman berbicara .Dia memilih duduk di taman sambil melihat-lihat banyak pemandangan indah yaitu beberapa bunga mulai bermekaran, indah serta warna mereka sangat beragam.
"Tuan muda, Tuan besar berpesan kalau dia sangat menyesal karena beberapa tahun itu dia membuang sia-sia."ujar dari Rayan sambil menitihkan air mata di kedua pipinya.
" Beliau juga berpesan kalau dia sangat rindu dengan Nyonya, apalagi dengan tuan muda."
"Jika waktu dapat di putar kembali maka, satu keinginannya yaitu menjadi ayah yang baik .."
"Dan ini adalah surat dari Tuan Besar, saya hanya menyampaikan pada tuan muda saja." ujar Rayan dan memberikan sebuah kertas, di balut amplop rapi.
__ADS_1
Kakak Langit langsung membuka isinya di depan Rayan, dan membacanya di dalam hati saja, karena dia tak mau rasa sakit, kekecewa an yang bersemayam di hatinya selama ini bertambah. Dan ingin rasanya bisa bertemu ayahnya mengucapkan beberapa kata, dan juga memeluknya.Namun itu tak bisa kerena pria yang ia benci itu sudah meninggalkannya untuk selama-lamanya.
"Jika kau membuka dan membaca isi surat ini maka bisa di pastikan,kau tidak akan bisa lagi bertemu dengan pria tua ini yang tega sekali meninggalkan dirimu, dan juga ibumu itu.Aku tahu sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa memaafkan pria tua ini.Tapi aku ini akan tetap meminta maaf padamu.Jika kau tidak mau kembali pulang setidaknya bimbinglah adikmu, walaupun dia sangat kasar, egois , dan juga kekanakkan dia sangat menyayangi Papa.Aku juga menyayangimu,maafkan Papa mu ini yang sudah menyakitimu. Bimbinglah adikmu itu dia sangat baik walaupun gadis yang kasar dan tidak sopan.Tapi hatinya itu lembut. Jika kau tak mau kembali dengan semua urusan untuk sementara Rayan akan menggantikanmu. Maafkan Papa yang tak bisa menjadi pria baik yang kau harapkan."
"Hiks..hiks...hiks..." berderai air mata
Deraian air mata itu membasahi kedua pipi, tak terasa kian detik semakin mengalir deras. Entah perasaan marah, atau penyesalan, yang pasti itu adalah air mata kesedihan seorang anak yang kehilangan seorang Ayahnya itu.
Semakin di rasakan begitu berat, dan kepedih an itu meradang hingga di dalam ulu hati.Kak Langit menangis tersedu-sedu di dekat Rayan
Pria itu tak bisa menenangkannya,akan tetapi untuk saat ini bisa menemani untuk berbagi kesedihannya. Walaupun luka besar yang tak seharusnya ada itu, terasa semakin sakit di dalam hati. Setelah beberapa jam ikut berlalu Rayan dan juga Himawari memutuskan untuk menemani Kak Langit di rumahnya.
Agar pria tampan berwajah sendu itu tidak begitu kesepian. Karena Kakak Langit yang sudah beberapa jam di dalam kamar. Mereka berdua memutuskan untuk membuat makan an dan yang pastinya akan menggugah selera agar kesedihan pria yang saat ini berada di dalam kamar itu, segera membaik dan pulih.
Mengurung diri dalam kamar adalah sebuah hal yang biasa. Dia itu lebih suka diam dan melakukan semua hal yang di sukai saja.
"Thok...thok...thok..Kak ayoo makan!, Rayan dan aku sudah memasak makanan enak."
Tak lama pintunya itu langsung di buka dan Himawari terkejut, kenapa tidak membutuh kan waktu lama untuk membujuknya makan.
Kakak Langit menariknya masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu rapat-rapat.
Himawari untuk beberapa detik dia mengulas senyum, karena ia tahu pekerjaan dari Kakak Langit adalah seorang arsitek. Dan ternyata kamarnya sudah di penuhi dengan rancangan gedung berbagai macam bentuk. Dan paling bagus adalah yang berbentuk sebuah bangun ruang, dan terlihat sangat menakjubkan dan dengan detail yang mengaggumkan pula.
__ADS_1
Mulut Himawari menganga untuk beberapa menit. Dan mengitari sambil memandangi semua gambar yang terpajang.
"Kakak seorang arsitek?"
"Hemmm, iya..."
"Bagus sekali, makanya kakak lebih sering berada di rumah, dan mengurung diri saja??"
Kak Langit hanya mengulas senyum dengan sedikit terpaksa, dengan mata yang sembab karena sedari tadi sudah menangis tersedu- sedu.Dia pun duduk di dekat Himawari dan menatapnya dalam-dalam.
"Apakah kau sangat menginginkan diriku ini kembali menjadi penerus Papaku??" tanya Kak Langit dengan serius menatap wajahnya.
Mereka berdua saling menatap dengan satu pandangan yang intens.Kak Langit beberapa kali terlihat masih menahan tangisnya yang akan mengalir namun terlihat dia sudah bisa menahannya.Sedangkan gadis yang berada di depannya saat ini sangatlah heran dengan pertanyaan tersebut.Apakah Kak Langit mau menggantikan ayahnya sebagai pengusaha.
"Aku tidak memaksa jika kakak tidak mau, tak apa.. Tetapi aku ingin kakak bertemu dengan Papamu sebelum meninggal."jawab Himawari jujur, dengan nada lirih agar Kak Langit tidak bertambah bersedih lagi akan kata-kata yang ia lontarkan padanya.
"Hm..haa..aku sebenarnya sangat menyesal kenapa aku tak mendengarkan pesanmu itu."
"Setelah aku sadar ternyata semua sudah sangat terlambat... Hiks..hiks..hiks..hiks.."
Pria itu menangis lagi di bahu Himawari dan menumpahkan semua perasaannya yang ia tahan selama ini, sekarang dengan kepergian ayahnya maka semua sudah berahir tidak ada lagi orang yang ia benci,karena meninggalkan ibu dan dirinya waktu dahulu.
Bersambung...
__ADS_1