
"Aish... malah tertawa ayo kita makan saja aku lapar sekarang, kalian berdua harus mau mentraktir aku."ajak Himawari, Kak Langit dan Kak Bryan di gandengnya dengan senang .
Para pria hanya patuh dan menuruti semua kemauan Himawari, mereka berjalan ke arah Food Court dan mencari makan siang, untuk mengisi nutrisi karena setelah kehabisan isi tenaga mereka berjuang melihat film thriller.
Para pria pasrah pada Himawari yang saat ini menyeretnya ke arah Food Court, karena dia akan makan gratis dengan sepuasnya tentu di temani dua pria keren, ganteng sekaligus akan membuat iri para gadis yang melihatnya
Akhirnya mereka bertiga duduk dan Himawari sudah kelaparan memesan banyak makanan.
Namun para pria ini tak memesan makanan sama sekali merek hany duduk diam melihat Himawari akan lomba makan.
"Apakah kalian berdua tidak lapar?" tanya dari Himawari sembari menatap wajah Kak Langit dan juga Kak Bryan saat ini.Mereka berdua itu menggelengkan kepalanya saja amat kompak
"Ya sudah aku akan mukbang, karena lagian kapan lagi bisa makan banyak di temani para pria ganteng?,dan populer." ucap Himawari dia sangatlah senang, beberapa menit pun semua makanannya yang di pesannya mulai berdatangan.
"Dua mangkuk bakso, mie udon, dan chicken katsu siap meluncur ok....." Himawari saat ini mulai mengabsennya satu persatu setelah berdoa dia mulai melahab dengan nikmat.
"Pelan-pelan saja hari ini libur, masih banyak waktu." ujar Kak Bryan dan mengelap bibirnya yang belepotan dengan tisu.
Himawari menikmati makanannya saat ini, dan Kak Langit pun mengambilkan minuman dingin lalu di taruh di dekat mangkuk bakso Himawari takut ia tersedak, dia itu memesan banyak makanan namun dia tidak memesan minuman.Himawari melupakannya .
"Kak aku sengaja tidak memesan minuman, karena aku ingin membeli es krim bersama kalian nanti." ujar Himawari dan melanjutkan makannya, dia melahab dua mangkuk bakso.
Dan Mie udon, serta chicken katsu sudah tak bersisa sama sekali. Hanya tinggal mangkuk dan sedikit kuah yang tidak ia habiskan .
"Haiik.." Himawari bersendawa kekenyangan.
__ADS_1
"Aku kebelakang sebentar ya kak." pamitnya.
Himawari sekarang pergi ke toilet karena dia mungkin setelah menghabiskan semua tidak bersisa makanan perutnya ingin menunjukkan aksi demo ,karena tuannya tidak aturan kalau memberi asupan nutrisi secara bersamaan .
Kakak Langit dan Kak Bryan pun berbincang kali ini, mereka agak akrab dengan jerih payah Himawari yang ingin membuat kedua pria itu lebih menjalin hubungan pertemanan.
"Dasar gadis itu ,badanya kecil tapi lihatlah semua makanan di meja di lahabnya." ucap Kak Bryan sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku kira dia itu seorang gadis ajaib, aku saja tak sebanyak itu jika makan." Kak Langit yang amat heran baru pertama kali melihat gadis makan makanan yamg banyak sekali.
"Dia kira sedang syuting mukbang." Kak Bryan meringis menatap semua mangkuk kosong .
"Ha..ha..ha.. ada-ada saja gadis kecil itu, dan sekarang dia pergi ke toilet karena perutnya tak muat lagi." tawa Kak Langit lepas terlihat aneh, baru kali ini Kak Bryan melihat tawanya yang renyah dan lepas.
Kak Bryan menatap dengan pendangan aneh, dan juga menatap penuh arti, Kak Langit tapi tidak sadar akan pandangan Kak Bryan yang tertuju padanya kali ini.
"Ehm, kenapa kau ingin tahu?" jawabnya.
"Hanya ingin tahu saja memang kenapa?" ujar Kakak Bryan kepadanya lalu tersenyum manis
karena mengingat kenangan masa kecilnya.
"Kenapa kau tersenyum?" balas tanya Kakak Langit penasaran pada Kak Bryan.
"Karena aku teringat masa laluku, saat aku tk aku kesini bersama Papa Mamaku, dan hal itu sangat manis sekali."ujarnya sambil melamun karena masa lalu Kakak Bryan yang dia ingat sangat menyenangkan, dan setelah itu wajah Kak Bryan sedikit bersedih berubah masam .
"Ehm, aku sedikit senang namun sekarang aku bersedih juga." dan tertunduk wajahnya berubah tertekuk seketika, wajah tampannya yang sumringah seketika pun berubah drastis
Agak murung ,masam dan bersedih sekali .
__ADS_1
"Kenapa kau bersedih?" tanya Kak Langit .
"Tak apa-apa." jawabnya Kakak Bryan dengan singkat .
"Aku dulu terahir kali ke taman ria dengan Papaku, dan sampai sekarang baru kali ini aku kembali kesini." ucap lirih Kak Langit dia mulai terbuka dengan Kak Bryan berbincang .
"Owh, aku harap kau jangan terlalu pendiam berteman dengan banyak pria lain tak buruk juga." Kak Bryan memberi saran kepada Kak Langit agar lebih terbuka lagi bisa berteman dengan banyak pria lainnya.
"Benar juga, aku tidak terlalu bisa mengobrol dengan teman pria lainnya,terasa canggung." jawab Kak Langit jujur pada Kak Bryan kali ini.
Mereka berdua akhirnya mengobrol dengan asyik dan melupakan kalau Himawari saat ini belum kembali dari toilet.
🌻🌻🌻🌻🌻
Himawari saat ini tidak berada di toilet dia sedang menikmati wahana lainnya sendirian.
Tanpa di ikuti dua pria tampan dan keren itu, dia naik semua wahanya yang dia inginkan.
Bebas berteriak dengan keras sesukanya saja terus melanjutkan setiap wahana yang belum ia naikki. Semua di jelajahi satu per satu amat memuaskan membuatnya semakin semangat
Dia memanglah berencana untuk membuat kedua pria beken semakin akrab saja, mereka berdua tidak bertengkar lagi.Ternyata misinya sukses besar bahkan dia di abaikan saat ini.
Para pria lupa kalau mereka sekarang sedang berkencan bertiga, namun karena Himawari saat ini tak menampakkan batang hidungnya.
Mereka tidak mencari Himawari dan tetap masih bercerita satu sama lainnya.
Mengobrol dengan hangat antara pria lain dan pria lainnya juga.
Bersambung...
__ADS_1