
Siang hari yang melelahkan setelah menjalani hukuman, ternyata Himawari kelelahan siang ini pukul 14.00 wib waktu pulang sekolah pun tiba, banyak siswa yang berhamburan mereka pulang menuju ke rumah masing-masing.
"Hei, berjanjilah kau tak akan terlambat lagi, dan aku akan membantu mengajarimu dalam pelajaran." Suara bujukan dari Kakak Langit yang tiba-tiba sudah di samping Himawari .
"Iya aku janji, lagian pusing sekali emangnya kenapa hukumannya itu jadi lebih sulit ya kak" Gerutu dari Himawari sambil memanyunkan bibirnya, lalu ia pun menghela nafas panjang.
"Hemmm haaaa."
"Duk...duk...duk...duk.." Suara langkah kaki seseorang yang tergesa-gesa tiba-tiba datang
"Hei, gadis bodoh apakah kau barusan sudah dapet hukuman yang berat?" Tanya Shakira sambil mengatur nafasnya .
"Iya,tapi tadi uda di bantu Kak Langit dan Kak Bryan kenapa kau bisa tahu?"Tanya Himawari
"Aish, makanya jangan terlambat, apakah Bryan itu tak jadi menjemputmu tadi pagi." Gerutu dari Shakira pada Himawari sambil mengernyitkan alisnya, karena kemarin dia sudah berjanji akan menjemput.
"Ehm, kebetulan mobil Kak Bryan mogok, dan motor Kak Langit lamban, seperti motormu." Jawab Himawari polos sambil tersenyum lagi
"Ehm, begitu ya sudah aku akan memberimu bimbingan agar kau tak dapat hukuman lagi." Ucap dari Shakira pada sahabatnya itu lalu ia mengamati wajah Kak Langit, yang sedang tersenyum manis menatap wajah Himawari.
"Oh, kau tersenyum apakah menyenangkan?" Tanya Shakira meledek Kak Langit agar dia malu, baru pertama kali ini Shakira melihat pria berhati dingin ini bisa tersenyum manis.
__ADS_1
Namun Kak Langit diam mengemasi semua buku-bukunya dalam tasnya , dan mengajak Himawari pulang bersama.
Himawari sudah tak berani terlambat sekolah lagi, dalam hati kecilnya harus tepat waktu saat berangkat sekolah, agar tak mendapat hukuman yang mengerikan seperti tadi pagi.
Beberapa menit kemudian pun mereka sudah tiba , dan Kak Langit pergi ke Coffee Pak Baek
Shakira dan Himawari ada dalam ruang tamu sekarang, mereka sedang mengobrol.
"Hei, apakah sulit sekali ,dan apakah mereka berdua membantumu tadi pagi?" Tanya dari Shakira yang kepo karena tadi pagi dia tidak mengajak berangkat sekolah Himawari.
"Kau, ke-po ya." Jawab Himawari dengan ketus dan juga sebal.
"Iya ,besok berangkat denganmu aja ok." Permohonan Himawari pada sahabatnya .
Drrrt...drrrt...drrt...
Ponsel Himawari bergetar dia mengangkat.
"Hallo ibuk." Jawab Himawari.
"Nduk, ibuk gak bisa kirim uang, kamu iya irit dulu, terus minta bang Gamma lagipula, disini lagi sepi, sabar ya." Ujar dari Ibu Himawari dia sedang mengeluh jualannya sepi dan tak bisa kirim uang buat Himawari lagi.
__ADS_1
"Iya gak papa,lagian Himawari akan cari kerja sambilan ibuk gak usah khawatir." Ujar dari Himawari lagi pada Ibuknya.
"Ya udah Ibuk tutup dulu , assalamualaikum."
"Waalaikum salam ." Himawari pun menutup ponselnya.
"Kenapa?,apakah ada masalah?" Tanya dari Shakira penasaran.
"Ibuk jualannya sepi di Luar Negeri, banyak para pedagang bangkrut." Ujar Himawari sambil memanyunkan bibirnya yang kecil, dan tersenyum kecut.
"Gak bisa kirim uang, lagian kenapa gak balik aja,sekalian nungguin aku?" Gerutu Himawari pada Shakira dan ia pun bertambah sebal. Karena dia merasa sangat sial hari ini.
"Sabar ya, kamu cari kerjaan sampingan aja sapa tahu kamu dapat gaji." Ujar dari Shakira dia menyarankan Himawari.
"Entar aja, aku mau mikir dulu, kenapa hari ini sial sekali, dapat hukuman, dan ibuk gak bisa kirim uang...ahhhh." Himawari memanyunkan bibirnya lagi lalu menghela nafas panjang.
Ibu Himawari adalah seorang TKW yang saat ini bekerja di negeri orang, Himawari hidup sendiri ,biasanya ya Bang Gamma yang setia membantu tapi beberapa hari ini dia tak ada.
Himawari sejak kecil selalu bermain dengan Shakira, mereka berdua sangatlah akrab, bisa di sebut Kakak beradik namun tak sedarah .
Bersambung...
__ADS_1