Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 86 "Lukisan Punggung"


__ADS_3

BERHENTI


Cahaya terang di dunia ini untuk sepersekian detik berhenti hanya untuk diriku sendiri....


Aku ingin menemukan kesenanganku sendiri Tanpa memikirkan orang lain,dan sangatlah repot memikirkan menjadi gadis dewasa


Walau dunia ini tidak pernah sama sekali menjalin persahabatan dengan diriku, dia tetap saja acuh tidak menyapaku, dengan angkuhnya dia tetap tak mau melihatku ...


Apa yang harus aku lakukan? Haaaaaa......


Jika semua manusia merasa waktu adalah obat, aku ingin waktu sedikit memberinya padaku saat ini karena setiap kali aku terluka aku menginginkannya, walaupun itu hanya setetes saja


Lelah, muak, dan tak ingin terus terulang lagi Kesialan ini hanya untukku dan akhirnya aku ingin menjadi egois saja supaya mereka tahu perasaanku kali ini,aku ini ingin memikirkan diriku sendiri saja tak mau memikirkan orang lainnya...


Kenapa aku harus menjadi orang lain seolah tak ada apa-apa denganku, dan selalu berpura -pura untuk menerima semua dengan lapang dada ....


Jika berhenti seperti ini aku ingin masuk ke dalam dunia komikku saja, selalu bersenang- senang setiap hari tanpa merasa kelelahan


Tanpa ada gertakkan, usikkan oleh para orang dewasa, aku menjadi seorang gadis remaja selama-lamanya...


Namun ini hanyalah harapanku yang akan sia- sia saja...


Setelah aku tahu aku akan terus menerus melalui semuanya menjalani hidup hari-hari, semakin menjadi dewasa tetap berjalan maju menghadapinya dan seterusnya...


Harus melawan keinginan diriku sendiri


Oetteokhae....

__ADS_1


Himawari berlarian sana-sini akhirnya dia lelah, melihat Kak Langit yang duduk di bibir pantai membuatnya ingin menghampirinya.


Lalu dia pun duduk di samping Kak Langit, mereka berdua duduk berdekatan ,tertiup angin yang sepoi-sepoi khas laut, beberapa percikan air dari deburan ombak yang mulai bergulungan tiada henti itu berbunyi sangat indah di telinga, seperti alunan melodi yang menggema dari semua makhluk hidup sekitar pantai itu,pertanda ada banyak hal kehidupan yang saat ini sudah terjalani.


"Kakak bersedih ?,aku juga setelah berteriak serasa beban ini akan hilang." Himawari mulai bergumam di samping Kak Langit.


Mereka berdua pun jika di lihat dari belakang seperti lukisan punggung yang amat indah , di temani pemandangan pantai,beserta deburan ombak yang bergulungan ,sangat pas sekali .


"Aku juga ingin waktu berhenti sejenak saja, karena aku sedang muak dan sangat penat."


Himawari menggerutu sambil memandang ombak laut yang bergulungan.


Percikan air yang terciprat kemana-mana itu, dia terbawa angin laut menyembur kesegala arah juga,pasir-pasir bertebaran juga masuk beberapa kali di mata para pengunjung pantai


"Benarkah?,aku juga merasa seperti itu, dan ternyata kau memang benar terkadang aku butuh teman."Kak Langit menatap wajah kecil Himawari sambil tersenyum sangat manis .


"Aku ingin kakak jangan seperti itu, berteman lebih baik jangan selalu mengurung diri lagi." Himawari menjawab dengan tersenyum lagi.


Kakak Langit menyandarkan kepalanya di bahu Himawari , mereka berdua menikmati debur ombak bersahut-sahutan.Sementara waktu ini mereka menikmati keheningan itu .


Nampak dari kejauhan Shakira berteriak pada Himawari agar mendekatinya.


"Kemarilaaaah....!!!!" Shakira berteriak dengan kencang agar Himawari mendengarnya.


"Baiklaaaah..." Himawari menjawab panggilan Shakira dari kejauhan.


"Kak aku tinggal ya, kakak bermainlah dengan Kak Bryan dan Kak Bram jangan menyendiri." Himawari pun pergi meninggalkan Kak Langit dan menuju ke arah Shakira .

__ADS_1


Kak Langit menatap punggung Himawari dari belakang semakin menjauhinya, dia pun tetap duduk dengan tenang menatap ombak lautan.


"Apa Shakira?, kau sedang apa?" Himawari melihat celingukkan, apakah yang sedang di lakukan sahabatnya itu.


"Lihatlah aku mendapatkan kepiting, kita bisa memasaknya nanti." Sambil memperlihatkan beberapa ekor kepiting, dia bergerak aktif lalu menggeliat, masih hidup ,capitnya juga agak tajam. Terlihat beberapa ekor kepiting yang tertangkap ingin melarikan diri,karena mereka tak ingin berahir menjadi santapan manusia .


"Wah hebat sekali, kau dapat berapa?" tanya Himawari sembari mengamati Shakira yang sibuk dan asyik mencari kepiting . Himawari tersenyum karena sahabatnya itu selain bisa beladiri mahir mencari kepiting, cocok untuk santapan malam ini.


"Bantu aku, biar kita dapat banyak kita makan bersama habis ini bagaimana?" sambil asyik mencari kepiting yang bersembunyi di celah- celah batu karang dan juga pasir di sekitaran pantai ini.


"Baiklah..." Himawari pun membantu Shakira.


Mereka berdua mencari kepiting untuk menu makan malam hari ini yang sangat enak,akan di santap bersama-sama .


🌻🌻🌻🌻🌻


"Sedang apa para gadis itu?" gumam dari Kak Bram mengamati Himawari dan Shakira dari kejauhan, nampak sangatlah asyik dan fokus.


"Biarkan saja mereka bersenang-senang, lagi pula aku sangat kegerahan sekali." gerutu Kak Bryan sambil meminum es degan hijau yang sedari tadi berada di meja warung, tak itu saja dia sudah menghabiskan beberapa minuman dingin lainnya.


"Kau sudah habis minuman dingin berapa?" Kak Bram mengamati Kak Bryan yang sudah minum, minuman dingin banyak sekali namun dia tetap saja masih kegerahan.


"Aish... lihatlah cuaca disini sangat panas!!" menggerutu sambil mengibaskan beberapa kali bajunya, akhirnya Kakak Bryan melepas beberapa kancingnya karena sudah tak tahan dengan tubuhnya yang semakin kegerahan .


"Sudah lepas saja bajumu itu, nanti kau akan segera mendingin, lihatlah wajahmu sangat merah." Kakak Bram menyuruh Kak Bryan melepaskan kemejanya , agar tidak semakin kegerahan.


"Cckkk, baiklah..." Sambil melepas bajunya .

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2