Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 105 "Kak Bram Kecelakaan"


__ADS_3

Sambil menyetir dia menyalakan musik tapi hanya lirih saja, beberapa kali di lihatnya jalan amat sepi karena memang sudah larut malam


"Wah..... sangat sepi sekali baru kali ini aku lewat sini, dan tak ada orang sama sekali ." gumam Kak Bram pada dirinya sendiri saat ini


Jalanan di sini sangatlah sepi karena para pengendara sudah tak ada yang berlalu-lalang


Hanya tinggal Kak Bram yang melewatinya saat ini,dan amat jarang sekali terjadi kalau biasanya akan macet sekali, malam ini bebas dan tak satu mobil dan kendaraan lainnya itu kecuali mobil kuning Kak Bram yang masih setia dengannya saat ini.


Malam yang terasa hening dan jalanan juga sangatlah sepi tak ada satu kendaraan, hanya ada mobil Kakak Bram yang bewarna kuning melaju dengan kencang saat berbelok kanan, ada mobil bewarna biru melaju kencang dan , mobil Kak Bram pun tak sempat menghindar keduanya saling bertubrukkan.Karena mereka berjalan berlawanan arah.


"Braakkkk." suara mobil mereka berdua dan bertabrakkan.


Kakak Bram tidak apa-apa hanya mengalami luka sedikit, namun untuk seorang yang saat ini berada di dalam mobil yang bewarna biru sedang pingsan bersimbah darah. Kak Bram keluar dari mobilnya dan memeriksa keadaan gadis yang telah ia tabrak dengan tak sengaja


Ternyata gadis itu pingsan tidak sadarkan diri, maka Kakak Bram melarikan ke rumah sakit yang terdekat, tidak lama berselang dia juga merawat lukanya juga. Kak Bram pun sudah kelelahan dan tidur di rumah sakit itu dengan wajah yang penuh luka gores, dia merasa jika harus bertanggung jawab akan kecelakaan ini


🌻🌻🌻🌻🌻


Pagi harinya Kakak Bryan melihat ponsel dan membuka pesan dari Kak Bram maka dia pun segera berlari ke kamar mandi, setelah itu lalu dia menyambar kunci mobilnya. Langsung dia tanpa berfikir panjang melajukan mobilnya ke arah rumah sakit yang saat ini tempat Kakak Bram singgahi.Dengan sedikit gugup juga ada rasa khawatir Kak Bryan , karena dia fikir Kak Bram terluka parah, namun ternyata Kak Bram hanya tergores saja dan tidak apa-apa.

__ADS_1


Setelah mobilnya Kakak Bryan sampai ,dia memarkir dengan terburu-buru , dia masuk ke dalam rumah sakit, dan mencari ruangan Kak Bram saat ini, Kak Bram masih tidur di sofa .


"Hei, kenapa kau tidur di sofa ini?" Kak Bryan menggoyangkan tubuhnya Kak Bram agar dia bangun, karena Kak Bryan merasa aneh sekali


Katanya kecelakaan kenapa dia malah tidur di atas sofa bukan ada di kamar untuk di rawat .


"Hem,.... kau sudah datang ya,apakah kau tak berangkat ke sekolah?" tanya dari Kak Bram dengan entengnya membuat Kak Bryan, agak merasa marah karena dalam perjalanan dia sangat khawatir namun saat tahu Kak Bram hanya enteng saja, dan tidak mengindahkan kekhawatiran dari sahabatnya ini, Kak Bryan menyeringai dan menatapanya tajam .


"Sialan kau ini, aku kira kau tadi terluka parah dan aku langsung kesini, tanpa berpamitan ke Abang Gamma." gerutu dari Kak Bryan sambil memukul lengan Kak Bram sebal, karena dia ternyata tidak apa-apa.


"Hem.., kau menginap lagi di rumah Abang Gamma?" sambil tersenyum penuh arti, lalu tatapannya menggoda, penuh ledekkan pada Kak Bryan saat ini.


"Ooewww... aku kira kau lupa jalan pulang." ledek dari Kak Bram pada Kak Bryan dengan raut wajah menggoda.


"Hihihi..." cekikikkan...


"Sialaaan..., kenapa kau bisa tidur disini, apa yang terjadi ???" tanya Kak Bryan pada Kakak Bram sembari menatap ke arah ada seorang gadis yang di rawat di dalam ruangan itu .


"Ehm... tadi malam mobil kami bertabrakkan, dan dia pingsan." jawab Kakak Bram sambil melongo ke arah gadis sedang berbaring di kamar berukuran kecil itu.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?, apa kau mengebut????" tanya Kakak Bryan pada Kak Bram matanya melotot karena takut kalau ini bisa di jadikan bahan ancaman pidana.


"Aku tak mengebut, dia yang tidak tahu arah tiba-tiba mobilnya menabrak mobilku ini .." jawab Kakak Bram sambil meringis karena banyaknya luka gores dan memar di sekujur tubuhnya.Dia memandang ke arah gadis itu.


"Tapi gadis itu hanya pingsan kan, dia tidak mati kan??" Kak Bryan mulai khawatir dengan sahabatnya itu, jika sampai mati dia bisa saja mendapat hukuman.


"Tidak dia itu masih hidup... kita keluar saja ayo biar tidak mengganggu tidurnya." ajakkan Kak Bram pada Kak Bryan, mereka pun keluar dan mengobrol bebas.


"Lalu harus bagaimana?" tanya Kak Bryan dia memandang wajah Kak Bram yang semakin tegang akan kasus ini.


"Aku tidak tahu, aku hanya akan bertanggung jawab,biar dia sadar dulu nanti kita bisa tanya padanya." kata Kak Bram pada sahabatnya itu


"Aduh... kau ini memang ckkk, terus gimana kalau gadis itu menuntut hal yang lain?" Kak Bryan memandang wajah Kak Bram agar dia semakin takut dan tegang.


"Apa maksudmu?, dasar gila kau ini..." gerutu dari Kak Bram sebal pada Kak Bryan dia pun memalingkan wajahnya yang penuh luka dari hadapan Kak Bryan saat ini.


"Kau ini pria bodoh, aku panggil pengacaraku saja habis ini kau diam saja ok."Kak Bryan lalu merogoh sakunya dan akan menelepon orang yang telah di bicarakan dengan Kakak Bram barusan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2