Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 80 "Khawatir"


__ADS_3

"Kak, tadi kakak langsung kemari dari rumah Kak Bram?" Tanya Himawari pada Kak Bryan


"Iya aku langsung kemari setelah membaca pesanmu itu." Ujar Kak Bryan sambil melihat bulan purnama yang indah di langit saat ini.


"Em, ya sudah aku kira kakak akan memberi tahu Kak Mentari." Ujar dari Himawari melihat wajah Kak Bryan dari samping .


"Iya aku sudah memberi pesan ,dan besok kita bawa Cute saat berangkat sekolah ok." Ujar dari Kak Bryan pada Himawari lalu dia pun tersenyum sangat manis sekali.


"Baiklah ,apa kakak tidak lapar aku membuat makanan untuk kakak?" Tanya Himawari pada Kakak Bryan dan memandang lekat wajahnya yang nampak dari samping, hidungnya yang panjang bibirnya yang ranum, dan wajah tirus itu sangat sempurna,di tambah lagi dari sinar rembulan, temaramnya membuat aura Kakak Bryan semakin bertambah saja.


"Tidak terimakasih,aku sudah sangat kenyang dan kau sudah makan?" Tanya Kak Bryan ke Himawari dan menoleh ke arah wajahnya saat ini, sekilas pandangan mereka itu beradu satu sama lainnya.Membuat mereka memerah pipi keduanya saat ini.


Beberapa saat mereka hanya saling pandang saja ,di sinari sang rembulan bulat sempurna bewarna kuning keemasan mereka berdua ini sangat dekat pandangannya, bak buah tomat pipi keduanya memerah seketika,ada sebuah perasaan yang sangat aneh membuat kedua jantung mereka berdegup lebih kencang dari biasanya. Himawari tak sadar bahwa wajah kecilnya itu sudah berubah menjadi sebuah tomat ranum memerah dan segar.


Sontak membuat Kak Bryan tersenyum,pada gadis kecil tersebut dan menjentikkan kedua jarinya pada keningnya saat ini.


"Aduh kenapa kakak menjentikkan jari, sakit tahuuuu!!" Protes Himawari memanyunkan bibirnya dan menggosok keningnya saat ini.


"Habis kamu itu lucu seperti buah tomat kecil memerah, aku gemas... hihihi." Ujar Kak Bryan lalu tertawa kecil memandangi wajah tirusnya Himawari, padahal pipi Kak Bryan juga sangat merah merona karena malu .

__ADS_1


"Aish, kenapa harus menjentikkan keningku, haaa, apa kakak tak pulang?"Tanya Himawari dengan memandangi bulan yang bersinar.


"Bentar lagi dech aku pulang ,kenapa kau ini mengusirku?"Tanya Kak Bryan ke Himawari, sambil menarik lengannya agar mendekati tubuhnya saat ini.


"Aku tak mengusir, bentar lagi Abang Gamma pulang, kakak tidak takut di marahi olehnya." Ujar Himawari sambil memandang wajah Kak Bryan dari sampingnya.


"Iya habis ini pulang ,Cute saja bisa menginap kenapa aku tidak boleh?"Tanya Kakak Bryan pada Himawari dengan tersenyum meringis.


Pertanyaan itu seketika membuat Himawari agak canggung,menggaruk rambutnya lalu ia menggelengkan kepalanya kepada Kak Bryan.


"Tak Cute saja yang menginap Shakira ada di kamarku,sedang mendengkur..."Ujar Himawari sambil memanyunkan bibirnya yang kecil dan mencibirkan sebelah bibirnya kemudian pada Kak Bryan.


"Aish, kenapa semua mau tidur di rumah ini?, tapi kalau Abang Gamma mengijinkan." Ucap Himawari sambil menggerakkan beberapa kali kelopak matanya, dan menelan selivanya.


"Tentu saja dia akan mengijinkan aku yakin, besok pagi ayo berangkat sekolah bersama ok." Ujar dari Kak Bryan sambil melihat wajah gadi kecil itu dengan pandangan teduh,dan penuh perasaan .


"Kakak Bryan seenaknya saja kau ini, ya kau tanya sendiri Abang Gamma, tapi kenapa dia belum pulang ya?" Gerutu dari Himawari agak khawatir pada Abangnya sudah malam tapi belum juga pulang .


Beberapa menit kemudian mereka itu asyik mengobrol, di bawah sinar rembulan, mereka menikmati udara malam ini, sambil melihat keindahan bulan purnama tak itu saja malam ini karena Abang Gamma tidak pulang-pulang membuat Himawari ini menghawatirkannya.

__ADS_1


"Hei, kenapa wajahmu seperti itu?" Tanya Kak Bryan pada Himawari sembari mengamati ekspresi wajahnya yang agak muram.


"Abang Gamma kenapa, dia belum pulang?" Gumam Himawari sambil melihat jam yang ada di ponselnya beberapa kali .


"Tunggu saja, lagipula Abang Gamma kan bekerja biarkan saja." Ujar Kak Bryan mulai menenangkan Himawari agar tidak khawatir.


"Kau tahu Kak Bryan, Abang Gamma kalau pulang badannya selalu banyak luka, kasihan sekali." Ucap lirih Himawari pada Kak Bryan.


"Mungkin itu alasan Abang Gamma ,memberi Kak Bryan ujian harus bisa mengalahkannya." Ujar lirih Himawari pada Kak Bryan lalu dia menundukkan wajahnya yang kecil, terlihat sedih dan gundah.


"Aku tahu, aku akan belajar beladiri, memang benar kata Abangmu itu untuk menjaga orang lain, kita harus bisa menjaga diri kita dahulu." Ucap tulus dari bibir Kakak Bryan memahami kemauan Abang Gamma, agar bisa melatih beladiri dengan baik agar bisa lebih tangguh.


Bisa menjaga Himawari adik kecilnya itu,dan Kak Bryan sadar bahwa memang di perlukan tanggung jawab yang sangat besar jika kita menyukai orang lain. Walaupun bukan hanya beladiri saja sebagai alat ukurnya, namun jika Kakak Bryan itu serius maka ujian dari Abang Gamma akan di lalui dengan mudah .


"Sebentar lagi dia akan pulang, nanti jika ada luka di tubuhnya aku akan membantu ." Ujar Kak Bryan pada Himawari sembari tersenyum


"Iya kak, terimakasih ya kau tahu aku tidak tega pada Abang Gamma, sekujur tubuhnya banyak luka kebiruan." Ujar Himawari pada Kak Bryan sambil memandang wajah Kakak Bryan yang tampan maksimal.


"Iya Abang Gamma, itu kan pria walau badan penuh luka dia akan tetap berusaha." Sambil menggenggam erat jari jemari Himawari itu dengan lembut agar dia tidak terlalu khawatir pada Abangnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2