Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 153 "Akal Licik"


__ADS_3

Kini Pak Bara bagai hidup seorang diri saja, karena keluarganya tidak ada yang dekat,dan Pak Bara merasa kesepian. Dalam keluarga Pak Bara di kelilingi istri keduanya, dan putri kecilnya berusia dua puluh tahun dia bernama Raline, dia adalah putri dengan istrinya yang kedua. Gadis itu sudah sangat sombong dia juga tak bisa di atur, sangat sulit meredakan emosi, dan bersikap sesuka hatinya saja.


Tetapi Pak Bara sangat merindukan sosok putra tunggalnya bernama Langit, pernikahan pertamanya denga istrinya dulu, Kakak Langit mempunyai sifat mandiri, tidak sombong, dia baik hati dan juga sangat ramah.


Namun dia anak yang pendiam juga ,dia tidak terlalu suka dengan keramaian, apalagi harus berbicara dengan banyak orang.Dia termasuk pria yang introvert, dengan sifatnya seperti itu mengingatkan Pak Bara dengan almarhumah istrinya dahulu. Wanita yang ia tinggal demi menikah lagi dengan istrinya yang sekarang.


"Rayan kenapa aku merasa sangat sedih ya??, dan aku merasa kalau kau itu adalah putraku." ucap dari Pak Bara sembari meneteskan air mata, dan tetesan air matanya menetes di buku yang ia baca saat ini.


Rayan hanya diam melihat dan menyaksikan Tuan besarnya kini yang sedang bersedih,dia dan di landa perasaan yang gundah karena putra tunggalnya masih marah padanya,tidak mau memaafkannya.Bahkan saat ini sedang sakit keras dan hampir sekarat.


Pak Bara sudah merebahkan tubuhnya di atas kamar tidur mewahnya, ia terlihat seperti pria yang tidak berdaya saat meringkukkan tubuh nya itu. Rayan menutup dengan selimut tebal agar tubuhnya tidak kedinginan.


Beberapa saat Rayan keluar dari ruangan dan melihat Raline berkacak pinggang di depan pria itu, dengan raut wajahnya yang masam .


Menatap tajam ke arah Rayan, karena ia akan masuk kedalam ruangan ayahnya, namun pria ini menghadangnya, dan mempersilahkan nya untuk pergi karena Tuan Besarnya baru saja tertidur . Rayan memberanikan dirinya untuk menjauhkan Raline dari ruangan Pak Bara.


Mereka berdua kini sudah berada di bawah tangga, dan Rayan segera meminta maaf.


"Mohon maaf nona,karena saya lancang dan sudah berani memegang lengan anda,tetapi tuan besar baru saja istirahat."ujar Rayan dan menundukkan badanya ke arah Raline.


"Sejak kapan pengawal sepertimu itu?,berani menyuruh majikannyaaa!!"bentak Raline dan dia menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya,menatap tajam Rayan dan mendekat ke samping Rayan.


"Lama-lama, aku lihat kau sangat tak sopan ya !!" gerutu Raline, dan menghela nafasnya.


"Aku sudah berusaha sabar, besok pagi jika Papa tahu kau akan di pecat !!" bentak Raline.


"Silahkan saja, aku tak peduli." batin Rayan.

__ADS_1


"Dasar siluman rubah kecil kurang ajar,berani dengan pria dewasa." batin dan gerutu Rayan.


"Sangat tidak sopan, haaa jika kau itu bukan majikanku akan ku jitak kauuu!!" batin Rayan .


Raline pun punya akal untuk mengerjai Rayan, dia memikirkan cara ini agar Rayan, tak berani lagi seenaknya sendiri pada dirinya.


"Dengar, besok kau antar aku ke kampus,dan bawa tasku aku mau kau jadi pengawalku !!" perintah Raline seenaknya sendiri, dan dia melirik ke arah badan Rayan yang tegap lalu menelan salivanya.


"Kenapa badanya besar sekali??" batin Raline


"Rayan kau tak mendengarku!!" bentak Raline.


"Baik nona, tapi besok saya harus ke kantor pagi sampai siang ada keperluan penting." ujar Rayan memberi alasan pada Raline,dia tahu kalau akan mengerjainya,dan berencana membuat Rayan seharian jadi pesuruhnya .


"Cih,kau kan pengawal untuk apa kau pergi ke kantor?" ujar ketus Raline dan menatap wajah Rayan,ternyata Rayan mempunyai wajah yang bersih dan tampan,walaupun dia terlihat agak kuno, tapi badan tegap serta hidungnya yang mancung, tidak terhitung mata Rayan terlihat buram karena mempunyai rabun jauh. Dia itu terlihat maskulin dan gagah.


"Saya harus ke kantor memeriksa keamanan nona, apa besok anda mau ikut?" tanya Rayan


"Biar nona mengetahui pekerjaan saya,kalau pagi dan siang saya selalu sibuk." jawab dari Rayan dia mengernyitkan alisnya, berharap si nona muda ini tidak jadi menyuruhnya untuk menjadikannya pelayan selama satu hari.


"Ha..ha..ha.. Dasar siluman rubah kecil licik, kau tak akan mau mengikutiku, maka aku ini juga punya cara" batin Rayan saat ini tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Raline bingung kenapa dia yang akan mengerjai, dia malah kena batunya.


"Ckkk, baiklah besok aku mau ikut denganmu tapi setelah itu kau harus jadi pengawalku, di kampus he..he..he.." Raline terkekeh dengan penuh kemenangan, dia pun berjalan menuju kamarnya dengan tersenyum sendiri penuh kemenangan.


Sedang Rayan mengerucutkan bibirnya,dan terlihat sebal karena caranya tak ampuh lagi sama sekali pada Raline. Rayan menggaruk rambutnya secara acak.


"Siaal..Kenapa siluman rubah itu tak mempan dengan caraku?, hmm haaa..." Dia menghela nafas panjang, dan menggertakan giginya itu.

__ADS_1


Keesokan harinya Rayan sudah berada di area parkir bertemu Himawari yang sedang memar kir motor kecilnya, dia saat ini melihat Rayan keluar dari mobilnya di ikuti Raline.


"Hai Rayan .. Apa kau sedang sibuk?" tanya Himawari dan tersenyum ke arahnya.


"Iya agak sibuk, emang ada apa?" tanya balik Rayan dan dia terlihat muram, melirik ke arah Raline.


"Begini komputerku error bisakah kau perbaiki sebentar?"Himawari memohon kepada Rayan


"Tentu saja itu keahlianku, pasti aku secepat nya akan memperbaiki."jawab Rayan senang.


"Hei, tunggu dulu siapa dia?,berani sekali dia menyuruh orang seenaknya!" ujar Raline dan dengan nada ketus ke arah Himawari.


"Nona,dia adalah Himawari asisten sekertaris Pak Bara." ujar Rayan memperkenalkan Hima wari pada Raline,mata gadis kecil terbelalak dan terkejut karena dia baru tahu kalau dia itu asisten Sekertaris Pak Bara.


"Rayan apa benar?, jangan berbicara seenak nya saja." bisik Himawari, di telinga Rayan.


"Lho, kau belum tahu...?" gumam Rayan.


"Hei...!! Kenapa kalian berdua bisik-bisik ??" gerutu Raline dan berdiri di antara Rayan dan Himawari agar mereka tidak terlalu dekat.


"Kenalkan aku Raline putri tunggal Pak Bara, pemilik perusahaan ini." sambil mengulurkan tangan ke arah Himawari dengan percaya diri dan sombong tingkat dewa.


Untuk beberapa detik Himawari melamun,dia diam tak menjawab sama sekali perkenalan Raline kepadanya. Raline pun geram karena ia merasa terabaikan. Lalu dia pun menyenggol bahu Himawari dan meninggalkannya pergi.


"Dasar gadis aneh !!,memang kau siapa?,ckk berani kau mengabaikanku!" gerutu Raline, ia dan pergi masuk kedalam gedung mengabai kan Himawari yang masih tertegun.


Rayan pun mendekat ke arah gadis itu,dan berbisik padanya.

__ADS_1


"Dengar...., dia itu adik tiri tuan muda abaikan saja,karena sifat angkuh dan sombongnya itu tidak ada yang tahan." bisik Rayan pada Hima wari, dan dia menggelengkan kepala dan juga melirik ke arah Raline yang sudah lebih dulu naik lift masuk ke dalam gedung.


Bersambung...


__ADS_2