
Pagi pukul 07.00 semua siswa sudah masuk ke dalam sekolahan, hari ini Himawari sudah tak terlambat, dia berangkat bersama dengan Kak Bryan. Mereka masuk menuju kelasnya masing-masing namun dalam perjalanan,dia bertemu dengan Kakak Langit dan menarik lenganya agar mengikutinya masuk ke kelas.
Namun saat yang bersamaan, Kak Bryan pun menarik lengan tangan Himawari yang kirinya
Jadi Himawari heran apa yang di lakukan para pria ini, tiba-tiba sangat aneh dan tak masuk di akal. Kemudian di waktu yang bersamaan ternyata datanglah guru olahrahga yang biasa memberi hukuman pada Himawari.
Dia mengamati mereka perilaku kedua pria yang saling menahan lengan Himawari, pria itu bernama Kak Bryan dan Kak Langit.
Himawari berada di tengah tetap memandang Pak Guru Olahraga yang hadir tiba-tiba, lalu Pak guru pun menatap tajam mereka bertiga.
"Oh, kalian anak muda mau bermain drama cinta segitiga ya?"Tanya Pak Suryo Prakoso.
__ADS_1
Itu adalah nama guru olahraga di sekolahan kami, dia juga sangat suka mendisiplinkan para murid, agar tak berbuat sesukanya, dan seenaknya sendiri . Pak Suryo ini sangat baik namun dia sangat disiplin , suka anak yang berprestasi daripada murid yang bandel dan suka terlambat terlebih seperti Himawari ini maka Pak Suryo akan mencari cara, untuk menumbangkan kemalasan Himawari.
Dan Alhasil ternyata cara Pak Suryo kemarin dapat merubah Himawari ini yang pemalas menjadi gadis mau berangkat tepat waktu .
Namun yang ia dapati hari ini Kak Bryan dan Kak Langit saling menarik lengan, gadis kecil ini membuat dia agak geram, kenapa ada dua pria terpopuler , dan juga pria cerdas pendiam berubah menjadi pria yang suka kekerasan , dia melirik lalu angkat bicara lagi.
"Kenapa tak melepas tangan kalian?, kalian tak takut padaku?" Tanya Pak Suryo sambil menyeringai dan menarik Himawari menjauhi Kak Bryan , Kak Langit yang menatap tajam satu sama lainnya.
"Tidaklah Pak, aku hanya akan mengajaknya masuk kelas."Jawab dari Kak Langit dengan sopan serta menundukkan wajahnya yang teduh, bagai bayangan dari pohon besar yang siap menaungi, semua orang yang berteduh di bawahnya . Dengan ikhlas kemudian pohon itu pun tersenyum manis pada semua orang yang berteduh tadi.
"Aish, cih kau masih saja sok sopan, dasar pria ini aku muak denganmu!" Kakak Bryan membuang mukanya, pergi meninggalkan kami bertiga. Dengan dongkol dan juga tak menghiraukan Pak Suryo yang berdiri dan melihatnya.
__ADS_1
Himawari, Kak Langit dan juga Pak Suryo pun yang melihat itu, terkejut karena biasanya Kak Bryan tak pernah sekali pun dia menjadi anak yang tak sopan , tapi kali ini dia pergi ke kelas dengan marah. Dan tak menghiraukan Pak Suryo ,seharusnya dia berpamitan dahulu .
"Kenapa dia seperti itu?" Tanya dari Pak Suryo
"Tidak tahu Pak."Jawab dari Himawari sambil melihat punggung Kak Bryan yang berjalan cepat menuju kelasnya. Dia menatap dengan pandangan curiga, dan juga ada tanda tanya besar kenapa Kak Bryan tiba-tiba marah pada Himawari dan juga Kak Langit. Mengabaikan Pak Suryo yang bicara membuatnya semakin bingung.
Kak Langit hanya menundukkan mukanya dan tetap diam, tak bicara sama sekali menahan dan mengepalkan kedua tangannya tanpa di ketahui oleh Himawari dan Pak Suryo.
Beberapa menit kemudian semua murid satu kelas dengan Himawari sudah di lapangan, mereka semua pun sudah bersiap pelajaran olahraga.Mereka semua juga sudah memakai pakaian olahraga rapi dan sedang melakukan pemanasan atau sparing. Lari-lari kecil dan juga peregangan. Berkumpul menjadi satu.
Pak Suryo nampak membawa peluit dan juga sudah bermandikan keringat, karena sedari tadi sudah mendahului para muridnya, dan juga melakukan sparing beberapa kali untuk menjaga kesehatanya sebagai guru olahraga.
__ADS_1
Bersambung...