
Saat jam 12.00 tiba Kakak Langit datang, dan dia masuk dengan paksa, dengan tatapannya yang murka karena berani menyekap gadis yang ia cintai.
"Dimana gadis itu katakan?, apa yang kalian inginkan!?" cecar Kak Langit yang penasaran dan sangat khawatir dengan gadis bernama Himawari.
"Oh, datang juga kau akhirnya... bagus, ingat jika kau membawa orang lain, maka dia tak akan hidup !" jawab dari bos preman itu dan tersenyum miring.
Sembari menyalakan rokok dia pun duduk dan menatap Kakak Langit dengan tatapan yang intens. Berharap pria itu akan ketakutan padanya. Lalu meniup-niup asapnya ke arah Kak Langit.
"Aku tak mau berlama-lama, lepaskan dia!! , dan kalian bisa sesuka hatimu menangkap aku." ujar Kak Langit tak gentar sama sekali.
"Hoooo, kau....sok jadi jagoan ternyata...!!"
"Siapa yang menyuruh kalian?, untuk apa hal ini kalian lakukan?, apakah kalian ingin uang?" tanya Kakak Langit dengan amat penasaran siapa dalang dari semua ini.
"Pertanyaannya satu-satu jangan keburu-buru ha...ha...ha..." sambil tertawa terbahak-bahak.
"Cih, apakah uang?, dan apa yang menyuruh kalian ada disini??" tanya Kak Langit lalu ia melihat semua sudut ruangan dengan teliti.
Namun yang ia inginkan tak terlihat dimana pun juga, hanya ada beberapa preman yang saat ini mengepung Kak Langit. Dia pun tetap berdiri di depan banyak para preman, tidak puas karena yang dia ingin lihat adalah wajah gadis yang bernama Himawari.
"Hei, bocah kau mencari gadis itu !!, tenang saja dia aman di dalam ruangan itu." ujar dari bos preman itu dan duduk sambil menyilang kan kakinya. Lalu kedua matanya melotot ia menyeringai layaknya sang pembunuh yang bertemu mangsanya.
"Kalian jangan pernah main-main denganku, jika sampai sehelai rambut saja lepas darinya maka nyawa kalian akan melayang !!" Hardik Kak Langit menatap tajam ke arah sang bos preman, dia amat murka kedua bola matanya merah menyala, seakan dia ingin menerkam mangsanya.
"Oh, anak kecil bau kencur berani menggertak lihat badanmu yang kecil itu, aku ini preman jadi kau lah yang harus berhati-hati pada ku."
"Katakan cepat !!, dimana gadis itu ,aku akan memberikan berapa pun uang yang kalian minta bagaimana???" ucap Kak Langit, dan dia agak sebal karena para preman itu terlihat tidak memperhatikan perkataannya.
Melihat dari kejauhan Kak Langit yang masih bersitegang dengan para preman, Himawari bertanya-tanya kenapa bisa ada Kak Langit.
__ADS_1
Dan waktunya sangat pas sekali, namun dan kenapa lagi masalah timbul membuat Kakak Bryan melihatnya juga dari kejauhan.
Sebelum Kak Bryan memegang tangan dari gadis itu, ternyata secara spontan Himawari berlari mendekati Kak Langit, maka mereka berdua berdiri di antara banyak preman.
Kak Langit pun menatap gadis yang ada di hadapannya itu, dengan kedua bola mata yang membulat sempurna, tidak itu saja dia merasa lega karena kekhawatirannya segera musnah, melihat wajah gadis itu.
"Kau, tak apa-apa?, syukurlah kalau kau tidak apa-apa." tutur Kak Langit sembari menatap serta memegang tangan Himawari.
"Aku tak apa-apa tapi Shakira yang di tangkap mereka semua ini." jawab Himawari dengan polos, sambil menunjuk ke arah para preman.
"Ha, mereka tidak menangkapmu?" Kak Langit terkejut akan peryataan Himawari.
"Tidak, aku kemari dengan Kak Bryan kak." jawab Himawari.
Tiba-tiba dari belakang ada preman memukul tengkuk gadis itu,dan memukul kepala Kakak Langit, seketika mereka pingsan.
Buagggg.... Buaghhhh !!!!!
Kak Bryan tetap bersembunyi di tempat yang aman, dia harus sebisa mungkin bisa tidak tertangkap. Karena sekarang ada tiga orang yang harus dia selamatkan.
"Siaallll.... Kenapa aku bodoh sekali?," gerutu Kak Bryan namun dalam hatinya.
"Kenapa aku tak bisa berbuat apa-apa?" batin Kak Bryan.
"Jika aku melawan aku tidak akan menang, mereka banyak dan,aku harus bagaimana??" tanya Kak Bryan namun dalam hatinya.
"Aku harus mencari bantuan." batin Kak Bryan
Saat ini Himawari di sekap karena dia masih pingsan, serta Kak Langit yang saat ini juga sama. Shakira pura-pura tertidur walaupun dia sebenarnya sudah sadar dan dia juga berhasil lagi melepas talinya, namun terkejut karena ia melihat ada Himawari dan juga Kakak Langit yang ikut di sekap dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"Kenapa mereka berdua ikut tertangkap?" batin Shakira.
Setelah ruangan itu kembali terkunci, Shakira mulai membuka kelopak matanya dan dia pun menatap ke arah temannya itu, yang saat ini masih pingsan.
"Dasar bodoh, aku bilang cari bantuan tapi kenapa mereka malah ikut di sekap??" batin Shakira dan memanyunkan bibirnya ke arah mereka yang masih pingsan.
Sedang Kak Bryan masih sama bersembunyi di tempat tadi yang tak terlihat, agar dia bisa menyelamatkan temannya serta Himawari.
Karena hanya tersisa dia saja harapan satu- satu nya .
"Aku harus bisa bertahan, karena hanya ini caranya agar bisa aku untuk menyelamatkan mereka semua." batin Kak Bryan.
"Cepaat, cari ke semua tempat jangan sampai lolooossss !!!" teriak bos preman itu.
"Baik Bossss, kami akan mencarinya, pasti tidak jauh dari sini." jawab beberapa dari anak buah preman itu dengan kompaknya.
Untuk sementara Kak Bryan masih tak terlihat dan tak di temukan oleh beberapa preman itu.
Namun karena mereka kelelahan mereka pun memutuskan untuk berhenti sejenak, dan Kak Bryan tahu kalau para preman yang sedang kelelahan itu. Akan mengambil kesempatan itu . Karena waktu saat ini menunjukkan jika pukul 03.00 wib, maka mereka semua akan tertidur pulas. Kak Bryan akan segera mencari bantuan dan segera menyelamatkan ketiga orang yang sedang di sekap itu.
Ternyata benar para preman itu tertidur Kak Bryan keluar dari persembunyiannya, lalu ia menelepon bantuan yaitu polisi terdekat.
Setelah itu ia pun melihat dari celah kalau Himawari di ikat bersama Kak Langit, dan juga Shakira. Namun Shakira sudah sadar ia berusaha membuka ikatan Himawari ,setelah itu dia juga membuka ikatan Kak Langit.
Kak Bryan memberi tanda pada Shakira kalau dia sudah mencari bantuan dan memanggil pak polisi,beberapa menit lagi mereka akan datang. Shakira hanya melihat Kak Bryan dia menatap dengan pandangan ketakutan saat melihat Kak Bryan, ternyata di belakangnya ada seorang preman menyeringai membawa pisau belati tajam. Bahkan ia sudah siap akan menghunuskannya pada Kak Bryan.
"Pergilaaah, lari Bryan jangan berdiri di situ!!" teriak Shakira agar Kak Bryan segera berlari.
Sedangkan Kak Langit dan Himawari seketika terbangun mendengar teriakkan dari Shakira.
__ADS_1
Bersambung...