
"Weeekkk..."Ledek Shakira pada Kak Bryan sambil menjulurkan lidahnya.
Kak Bryan membuang muka, dan mengambil minumannya,kemudian dia pun melihat wajah Himawari yang polos, dan kebingungan.
Kakak Bryan pun mendapat ide yang sangat cemerlang, dia hendak memisahkan Shakira dan Himawari , agar bisa berduaan saja.
"Bram, bagaimana kalau kita pulang antarlah Shakira ok, biar Himawari denganku." Kakak Bryan sambil menatap lekat wajah Kak Bram.
"Memang kenapa?"Tanya Kak Bram polos, tak paham maksud dari Kak Bryan, melanjutkan menikmati mie nya.
"Dasar pria bodoh..."Batin Kak Bryan pada Kak Bram yang polos.
Setelah mereka itu menghabiskan makanan , maka Shakira dan Kak Bram pulang bersama, dan Kak Bryan pulang bersama Himawari.
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
"Door...door..door..door" Suara tembakan dari sebuah pistol jenis revolver, karena suaranya sangat nyaring siapapun yang mendengarnya akan terkejut dan shock sekali.
"Baik cut...bagus Gamma, kau sangat keren sekali, jangan lupa ya nanti kalau ada job lagi aku hubungi ok." Ujar pria yang membawa toa di tangan kanannya, dia pun mengamhampiri Abang Gamma.
"Ok, Pak lagipula aku akan semangat jika ada job lagi, jangan lupa ya kenalkan aku dengan beberapa orang kemarin."Ujar Bang Gamma dengan tersenyum sumringah.
Ternyata pria yang membawa toa dan mulai menghampiri Abang Gamma adalah seorang sutradara, dia amat sangat mengenal Abang Gamma.
🌻🌻🌻🌻🌻
Dan Kak Bryan menepikan mobilnya di tepi jembatan yang sepi, dan sekaligus melihat pemandangannya, dia hendak menanyakan pada Himawari perihal, beberapa hari yang lalu dia pun ingin mendengar jawabannya langsung dari bibir Himawari.
"Oh iyaaa, masalah tempo hari bisakah kau menjawabnya sekarang, dan aku harap kau mau bilang ya." Ujar dari Kak Bryan menatap lekat wajah Himawari yang memerah terkena sinar mentari, dia sangat gugup belum tahu harus menjawab apa perihal pertanyaan dari Kak Bryan.
__ADS_1
"Sebenarnya, aku juga belum mengerti kak, dan aku rasa bisakah Kak Bryan memberiku waktu lagi."Jawab Himawari lirih menunduk karena canggung, bingung, gugup, tak tahu harus menjawab apa kepada Kak Bryan.
"Hemmm, lagipula kau hanya bilang satu kata saja please..."Rengek Kak Bryan memelas ke Himawari agar dia mau menjawab iya.
"Hei,... apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya seseorang tiba-tiba menyeruak ,dan entah darimana terdengar tidak asing sama sekali, di telinga Kak Bryan dan Himawari.
Pria tampan memakai jas hitam tampan, dan juga maskulin, tidak itu saja jago beladiri, dan tiba-tiba menepuk pundak Kak Bryan mulai menatapnya lekat kedua bola matanya yang indah,namun Kak Bryan sangat terkejut sekali kedatangan pria ini, tak lain bernama Abang Gamma, hadir di tengah-tengah percakapan mereka berdua saat ini.
"Abang Gamma?"Tanya Kak Bryan ,matanya pun melotot hampir terlepas.
"Kenapa kau melihatku seperti melihat hantu, memang apa yang kalian bicarakan?" Tanya Abang Gamma pada Kak Bryan dan Himawari
Kak Bryan menelan selivanya karena sudah takut akan di hajar oleh Abang Gamma, dan untuk Himawari ingin sekali menceritakan hal ini pada Abangnya saat ini.
Mereka bertiga itu saling menatap satu sama lainnya, dan terlihat ketakutan, canggung dan ada yang kebingungan. Abang Gamma agak terheran dan curiga apa yang di sembunyikan sehingga Kakak Bryan ekspresi raut wajahnya terlihat seperti itu.
__ADS_1
Bersambung...