
Ternyata nafas Kak Bryan masih ada namun secara tidak sengaja susu hangat di tangan Himawari tumpah mengenai wajah Kak Bryan yang tertidur lelap.Sontak dia pun gelagapan.
Maka segera terbangun dari tidurnya mengira kalau dia sedang tenggelam di dalam lautan. Dan mengelap wajahnya, yang basah kuyup karena segelas susu Himawari tumpah tepat di atas wajahnya.
"Apa ini?"gerutu Kak Bryan dengan mengelap wajahnya yang basah.
"Maaf Kak, aku tak sengaja." ucap Himawari.
"Oh, ini apa?" dan baju Kakak Bryan pun juga basah terkena tumpahan susu nya juga.
"Aduh maaf ya kak, atas kecerobohanku." permohonan maaf Himawari dan memelas.
"Oh, aku kira aku tadi tenggelam di lautan, dan ternyata hanya minumanmu, ha..ha..ha..ha.." tawa lepas Kakak Bryan pagi-pagi terdengar keras sekali, karena Himawari malu merasa tidak enak karena membuat ulah. Pipinya pun memerah seketika.
"Syukurlah..."
Kak Bryan mengusap kedua kelopak matanya menatap Himawari yang merasa bersalah.
"Tidak apa-apa,aku ketiduran ya, aku sudah kelelahan." sambil menggerakkan beberapa kali kelopak matanya yang masih basah .
"Baju kakak basah, aku ambilkan baju Abang Gamma." Himawari pun segera pergi ke arah rumah Abang Gamma, dia pun mengambil baju ganti untuk Kak Bryan,melihat Abangnya yang sedang tidur terlelap bersanding dengan Kak Langit.
Karena masih pagi maka mereka berdua tidak sadar kalau Himawari masuk ke dalam kamar dan melihat mereka berdua.
Setelah mendapat baju Abangnya dia kembali ke dapur rumahnya sendiri.
"Ini kak, baju gantinya nantik kakak masuk angin." sambil menyodorkan dua baju ganti.
"Kenapa ada dua?,satu saja." ucap Kak Bryan.
Dia pun mengambil kaos bewarna cream dan segera melepas bajunya di depan Himawari.
Gadis itu menatapnya tidak berkedip sama sekali, menelan saliva nya dengan kasar, dan baru kali ini ada seorang pria yang melepas baju tepat di depan matanya.
"Lho seharusnya kakak pergi ke kamar mandi, kenapa ganti disini?" ucap Himawari protes.
__ADS_1
Namun walau bibirnya protes, matanya pun melihat badan Kak Bryan yang tak berpakaian dengan tersenyum kecil.Badanya agak kurus karena tubuh Kakak Bryan yang tinggi terlihat tak ada lemak di perutnya sama sekali.
"Memang kenapa?, bukankah lebih cepat bila seperti ini." jawabnya sambil ia mengenakan baju ganti dari Himwari.
"Dan lihatlah badanku atletis ya kan?!" sambil menggerakkan satu matanya saja tepat ke arah Himawari.
"Ting"
"Dengar kenapa kau tidak tidur?, apa kau ini semalaman menungguiku terbangun?" tanya dari Kak Bryan mengernyitkan kedua alisnya.
Penasaran apa karena dia tertidur di sofa itu, membuatnya Himawari tak bisa tertidur, dan terjaga semalaman. Menatap wajah Himawari mengerucutkan bibirnya.
"Tidak...,aku hanya terbangun saja dan mau minum ini tapi ku lihat Kakak kalau tidur amat tenang, dan tak bergerak." sanggah Himawari.
Dia pun duduk di sofa dan menyandarkan tubuhnya, semalaman tidak tidur membuat agak lelah.
"Ha..ha..ha...kau kira semua orang kalau tidur harus mendengkur, bergerak kesana-kemari." ucap Kak Bryan dengan tersenyum melihat wajah Himawari.
Terheran karena memang saat Kakak Bryan tertidur tidak bersuara bahkan mendengkur sekalipun, sangat tenang dan amat nyenyak.
"Aku kalau kelelahan memang seperti itu, dan aku lihat jam hampir subuh aku pulang dulu ya." pamit Kak Bryan sembari mengemasi semua baju kotor dan tas kecilnya.
"Baiklah ,aku taruh sini tak usah minta maaf." Kakak Bryan pun mengambil kunci mobilnya saat ini keluar rumah Himawari.
Di parkiran depan rumahnya Abang Gamma, dia terkejut melihat mobilnya Kak Langit yang rapi terparkir tepat di sana. Mobil merah sport yang baru dan mulus itu membuatnya marah .
Dia pun masuk ke rumah Himawari lagi, dan dengan ekspresi wajah agak masam.
"Hem, apa ada yang ketinggalan kak?" tanya Himawari sembari mencuci gelasnya .
"Tidak cuman, aku ingin tanya kenapa mobil pria itu, ada di depan rumah Abang Gamma?" tanya Kak Bryan dengan tegas mendekati Himawari dengan menatapnya ,kedua bola matanya terlihat tajam menyala.
Himawari agak canggung dan kebingungan, akan pertanyaan itu.
"Ehm, itu karena Kak Langit menginap dan tidur dengan Abang Gamma kak." jawabnya.
__ADS_1
"Sialaan pria itu,kenapa dia tidak berhenti juga apa dia pria yang selalu ikut campur dalam urusan orang lain?!" Kak Bryan terlihat sebal.
"Maaf kak, tapi tadi malam Abang Gamma yang mengajaknya bukan aku." Himawari menaruh gelasnya dan berdiri di dekat Kak Bryan. Matanya yang polos memelas agar Kak Bryan tidak marah.
"Haaa... sudahlah aku juga pusing, nanti aku rasa aku tidak masuk sekolah, kau berangkat dengan Shakira saja." Kak Bryan masih marah tapi karena banyak urusan maka dia pun akan berpamitan.
"Ingat, kau harus tegas apa kau masih tidak bisa mengusirnya?" tanya Kak Bryan kepada Himawari karena merasa tidak ingin di tinggal oleh gadis kecil itu.
"Tapi kak, Kak Langit itu sangat baik ,aku tak tega jika terus menghindarinya, lagipula dia juga yang membantu aku."ucap Himawari tak mau mengusir Kak Langit, menurutnya Kak Langit tidak bersalah sama sekali.
"Jika begini terus, kau akan menjauh dariku, dan kau juga akan memilihnya daripada aku?" tanya Kak Bryan membuat mulut Himawari mulai membeku karena tidak bisa mengambil keputusan untuk menjauhi Kak Langit.
"Aku tahu, kau tidak enak namun dia tak sama denganmu, dia itu jelas-jelas menyukaimu,dan berharap kau meninggalkanku." ucapan Kakak Bryan terdengar lirih di telinga Himawari, dia terlihat masih mengerjapkan kedua matanya.
"Baiklah, nanti kita bahas, dan jangan lupa ya berangkat dengan Shakira saja,dan aku tidak masuk hari ini, banyak hal penting yang harus aku kerjakan maaf ya." ucap Kak Bryan di pun mengelus rambutnya Himawari lalu ia pergi meninggalkannya.
"Aduh, apa yang harus ku perbuat kenapa jadi seperti ini ,jadi rumit sekali??!" batin Himawari semakin berkecamuk.
Dia pun mengacak-acak rambut pendekknya.
"Sialaaan, kenapa harus seperti ini,siapa yang akan mengusir pria dengan tiba-tiba,aku gila!"
Himawari pun kembali ke kamar tidurnya,dan menatap Shakira yang terlelap sekali, karena sahabatnya kalau tidur seperti seorang pria.
Mendengkur, berputar, meneteskan air liurnya dan bahkan kentut sembarangan,semua hal tersebut namun hanyalah membuat Himawari tersenyum.
"Kenapa, Kak Bryan tidurnya tenang sekali?, dan sahabatku satu ini kalau tidur seperti pria, bahkan kentut sembarangan." gerutu Himwari
"preeet...preeet..." suara kentut Shakira, dan Himawari memukul pantat sahabatnya itu .
"Plaaak.."
Menggelengkan kepalanya karena melihat Shakira sangat keheranan, tak sama dengan pria yang menyukainya.Bahkan tidak bergerak sama sekali kalau tidur terlihat seperti orang yang pingsan saja.
"Kenapa hidup ini seperti ini haaaa...!?" gerutu Himawari dan merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
Karena tidak bisa tidur maka dia pun memilih untuk terjaga, sebentar lagi akan berangkat , dia akan kesiangan jika memilih untuk tidur.
Bersambung...