Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 157 "Patah Hati"


__ADS_3

"Apakah kau sangat menginginkan diriku ini kembali menjadi penerus Papaku??" tanya Kak Langit dengan serius menatap wajahnya.


Mereka berdua saling menatap dengan satu pandangan yang intens.Kak Langit beberapa kali terlihat masih menahan tangisnya yang akan mengalir namun terlihat dia sudah bisa menahannya.Sedangkan gadis yang berada di depannya saat ini sangatlah heran dengan pertanyaan tersebut.Apakah Kak Langit mau menggantikan ayahnya sebagai pengusaha.


"Aku tidak memaksa jika kakak tidak mau, tak apa.. Tetapi aku ingin kakak bertemu dengan Papamu sebelum meninggal."jawab Himawari jujur, dengan nada lirih agar Kak Langit tidak bertambah bersedih lagi akan kata-kata yang ia lontarkan padanya.


"Hm..haa..aku sebenarnya sangat menyesal kenapa aku tak mendengarkan pesanmu itu."


"Setelah aku sadar ternyata semua sudah sangat terlambat... Hiks..hiks..hiks..hiks.."


Pria itu menangis lagi di bahu Himawari dan menumpahkan semua perasaannya yang ia tahan selama ini, sekarang dengan kepergian ayahnya maka semua sudah berahir tidak ada lagi orang yang ia benci,karena meninggalkan ibu dan dirinya waktu dahulu.


Terlihat di kamarnya terpajang foto dari ibu dan ayahnya, banyak gambar keluarganya itu. Masa kecil itu sungguh menyenangkan, dan terlihat wajah Kak Langit yang sumringah,tak ada sama sekali kesedihan di matanya.


Sorot matanya sendu namun memancarkan kebahagiaan yang sangat mendalam,karena saat itu keluarga yang utuh membuat Kakak Langit menjadi anak pria yang ceria dan juga periang.Setelah puas mengamati semua foto yang terpajang di dinding. Gadis itu menatap lekat wajah Kak Langit dengan perasaan iba.


"Sudah, jangan menangis lagi, kakak harus bahagia dan sedikit terbuka agar bisa banyak teman." saran Himawari dengan mengelus punggung pria itu.


"Apa kau mau menerima lamaranku beberapa hari yang lalu??" tanya Kak Langit serius, dan memegang lembut kedua tagan gadis itu.


Untuk beberapa detik mereka berdua terdiam, dan Himawari akan memberikan kabar yang membahagiakan kepada pria itu, namun pasti menyakiti perasaanya. Karena Himawari amat mencintai orang lain bukan pria yang berada di dekatnya.Setelah beberapa kali menghela nafasnya Himawari akan membuka suaranya.


"Dengar Kak, aku dan Kak Bryan akan segera menikah, aku sangat mencintainya. Bisakah kakak menganggapku sebagai seorang adik." ujar Himawari dan mengelus punggung Kak Langit lagi dengan lembut .


"Kau lebih memilih pria itu ?,padahal aku lah yang lebih mencintaimu lebih dari dirinya ." ujar Kak Langit kecewa dengan jawabannya.

__ADS_1


"Maafkan aku, yang hanya bisa memberi mu luka, tetapi kuharap kau bisa mencari gadis lebih baik dari aku." ucap Himawari dengan memegangi kedua lengan Kak Langit.


Dengan perasaannya yang semakin sakit dan disertai perasaan sangat kecewa dari dalam lubuk hatinya,ia pun menundukkan wajahnya dengan lemas dan tak bertenaga.


"Maafkan aku ya kak, karena aku menambah luka, dan kesedihan di hatimu saja." ucap lirih Himawari dengan perasaan yang tidak enak.


Mungkin dengan seiring berjalannya waktu, Kak Langit akan segera move on, tapi untuk sementara rasa sakit yang ada akan membu at pria ini trauma.Namun Himawari pun harus mengambil keputusan, karena Kakak Langit masih tidak menerima penolakan Himawari.


"Ayolah kak, aku mau kau lebih bahagia dari yang sekarang, pasti kakak akan mendapat gadis lebih baik dariku." ujar Himawari dan membuka pintu kamarnya, setelah itu dia pun keluar dan menemui Rayan untuk menyiapkan makan malam bersama.


Namun Kak Langit tidak mau dan tetap dalam kamarnya. Mengunci dirinya sendiri lagi, jadi Himawari beranjak pulang dari rumah Kakak Langit, dan menitipkannya pada Rayan.


Di dalam rumahnya Himawari hanya sering menghela nafas panjang, karena dia sudah mengatakan semua yang harus dia katakan.


Beberapa menit berlalu ada panggilan dari Kakak Bryan, dari luar negeri.Di mengangkat dengan perasaan yang sumringah.


📱"Tentu, kakak kapan pulang?, aku sudah tak sabar menunggu kepulanganmu.." ujar gadis itu, dengan perasaan rindu .


📱"Tapi aku sangat sibuk disini, jadi aku tak sempat menghubungimu.." ujar Kak Bryan di ponsel dengan nada lesu, karena dia harus bekerja keras. Dan sangat sulit menghubungi Himawari.Merasa sangat rindu pada kekasih nya itu.


📱"Iya gak papa, aku sudah membereskan semua masalahku, jadi aku sangat lega hari ini." ujar Himawari, tersenyum sumringah .


📱"Baiklah, kalau misal aku pulang tidak bisa tepat waktu apa tidak apa-apa??, karena aku rasa pekerjaanku sangat banyak.." ujar Kakak Bryan dengan nada kecewa, karen bisa saja dia pulang terlambat dan berada di luar negeri agak lama dari hari yang di tetapkan.


📱" Hem, gimana ya ?, pulang saja dengan cepat aku rasa pekerjaanmu itu akan segera selesai." ujar gadis itu, dan tersenyum kecil.

__ADS_1


📱" Baiklah, aku tutup telepone nya, daaa." salam perpisahan Kak Bryan pada Himawari.


📱"Da..." dan Himawari menutup ponselnya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Di dalam kamar Kak Langit menatap semua foto, dan lukisan bersama Himawari dengan perasaan sedih. Karena gadis yang dia amat cintai menolaknya, dan bersamaan dengan kepergian ayahnya untuk selama-lamanya .


Rayan tahu tuan mudanya sedang bersedih dan mengetuk pintu beberapa kali, karena dia ingin menghibur Kak Langit yang bersedih itu.


"Thok..thok.. Tuan muda ada aku disini, mari kita makan dulu yuukkk.." bujuk Rayan pada tuan mudanya itu.


Masih tidak ada balasan dan jawaban, dan hanya keheningan yang ada.Setelah beberapa kali Rayan pun berhasil membujuk Kak Langit.


Dia membuka pintu kamar dan membiarkan masuk, setelah itu Rayan melihat semua yang ada di kamar tuan mudanya itu. Merasa kalau hampir sama dengannya. Karena Rayan anak yatim piatu yang di asuh oleh Pak Bara,karena itu Rayan mengabdi seumur hidupnya kepada keluarganya. Melihat Kak Langit yang sedang bersedih sama dengan perasaanya beberapa tahun yang lalu waktu di jalanan,tanpa makan tanpa rumah. Dia hanya sebatang kara saja .


Datanglah seorang pria kaya raya, membiayai semua kebutuhannya, menjadikan pengawal pribadinya. Pak Bara adalah sosok pria yang dermawan serta tegas di mata Rayan walau beberapa tahun silam beliau, meninggalkan istri dan putra semata wayangnya itu, masih ada kebaikan yang masih tersisa.Masih tetap membayangi pria bernama Rayan.


"Tuan muda masih ada aku disini, kau mau aku bercerita tentang pertemuanku dengan Ayahmu?" tanya Rayan, dia berusaha keras agar Kak Langit tidak bersedih terlalu dalam.


"Dengar ya tuan muda baik-baik aku akan bercerita agar, kau lebih bersemangat lagi." bujuk Rayan pada majikannya, agar Kakak Langit mau tersenyum kembali.


Setelah beberapa saat Rayan bercerita masa kecilnya dia betapa sangat sengsara, hinga ia pernah di pukuli banyak orang karena hanya mencuri makanan. Karena sangat kelaparan nya dia, Rayan kecil mencuri makanan untuk mengisi perutnya yang sudah perih dan sakit.


Namun tidak ada orang yang berbelas kasih, padanya hanya mengatai Rayan adalah anak yang suka mencuri,padahal dia mencuri untuk pertama kalinya. Saking kelaparannya waktu itu.Setelah beberapa saat dia di temukan oleh Pak Bara, ayah Kak Langit. Dan sekarang dia menjadi dewasa dan baik hati.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2