
Himawari saat ini tidak berada di toilet dia sedang menikmati wahana lainnya sendirian.
Tanpa di ikuti dua pria tampan dan keren itu, dia naik semua wahanya yang dia inginkan.
Bebas berteriak dengan keras sesukanya saja terus melanjutkan setiap wahana yang belum ia naikki. Semua di jelajahi satu per satu amat memuaskan membuatnya semakin semangat
Dia memanglah berencana untuk membuat kedua pria beken semakin akrab saja, mereka berdua tidak bertengkar lagi.Ternyata misinya sukses besar bahkan dia di abaikan saat ini.
Para pria lupa kalau mereka sekarang sedang berkencan bertiga, namun karena Himawari saat ini tak menampakkan batang hidungnya.
Mereka tidak mencari Himawari dan tetap masih bercerita satu sama lainnya.
Mengobrol dengan hangat antara pria lain dan pria lainnya juga.
Setelah beberapa jam mereka tersadar kalau saat ini Himawari tidak segera kembali dari toilet. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk mencarinya.Kak Langit dan Kak Bryan mecari kesemua sudut taman ria saat ini,dan
akhirnya pun mereka berdua menemukannya dia duduk sendirian di sebuah bangku dengan membawa es cone, diam mengamati semua pengunjung yang berlalu lalang , matanya itu tertuju untuk mengamati sekeliling saja.
Sesekali dengan menjilati es krim di tangan kanannya, Himawari dan ekspresinya datar.
"Kau disini, kenapa sendirian bukankah saat ini kita berkencan bertiga?" tanya Kak Bryan pun membuat Himawari menoleh ke arahnya.
Dan Kak Bryan mengambil alih es krim gadis kecil itu, dan melahapnya secara cepat.
"Kakak tidak berbincang dengan Kak Langit?" tanya Himawari pada Kak Bryan memandang lekat wajah tampannya.
"Dia sedang mencarimu , kami berpencar, tapi aku yang pertama kali menemukanmu." ucap Kak Bryan penuh perasaan sambil melahap es krim Himawari.
"Benarkah?, kalau begitu ayo kita cari Kakak Langit nanti dia tersesat." jawab Himawari .
Namun tangan Himawari di genggamnya erat oleh Kak Bryan , lalu dia pun berhenti sejenak.
__ADS_1
"Ada apa kak??" tanya Himawari dan menatap wajahnya.
"Sekarang aku mau mengajakmu untuk pergi ke suatu tempat ,kau mau??" tanya Kak Bryan kepada Himawari dengan penuh perasaan .
Kakak Langit yang tahu perasaanya saat ini, tepat melihat Bryan yang menatap wajah kecil Himawari dengan penuh perasaan sangatlah sedih, dan merasa tercabik-cabik namun dia akan tetap memperjuangkan perasaannya hingga Himawari benar-benar menolakknya.
Saat dia berjalan mendekati mereka berdua. Akan tetapi Kakak Bryan mengajak Himawari menaikki taksi dan entahlah kemana mereka akan pergi saat ini.
Kakak Langit pun seketika menghentikan langkahnya, dan hanya memandangi dari kejauhan saja.
"Bagaimana pun, dan apapun yang terjadi aku akan mengejarnya." batin Kak Langit dengan menghela nafas yang sangat panjang sekali.
🌻🌻🌻🌻🌻
Ternyata Himawari saat ini di ajak oleh Kakak Bryan pergi ke sebuah Rumah Sakit, dan saat ini mereka berdua berada tepatnya di sebuah ruangan.Ruangan itu nampak tertutup rapat.
Kakak Bryan membuka ruangan itu wajahnya yang sumringah berubah drastis dan seketika menjadi masam, dan bersedih.
Namun wajahnya sangat cantik, wajah yang hampir sama, miriplah dengan wajahnya Kak Bryan bisa di pastikan bahwa dia adalah ibu Kak Bryan.Himawari tidak bertanya ataupun membuka suaranya hanya diam .
Kakak Bryan menyisiri rambut ibunya, setelah itu dia memulai membersihkan tangan ibunya mengelap dengan lap basah agar lebih bersih
Himawari hanya diam mematung melihatnya kalau Kak Bryan mempunyai seorang ibu yang di rawat di sebuah rumah sakit.
Beberapa menit kemudian setelah menyuapi ibunya, Kak Bryan mengajak Himawari keluar ruangan dan mengajaknya mengobrol.
Mereka duduk di taman yang agak sepi, dan Kak Bryan mulai membuka suaranya.
"Itu tadi Mamaku, dia terkena sebuah penyakit depresi,aku dulu mempunyai seorang adik, dia perempuan ." ucap lirih dari bibir Kakak Bryan
"Iya kak, ceritakan saja aku akan setia untuk mendengarkannya." sambil mengelus-elus punggung Kak Bryan menenangkan hati pria tampan yang sedang bersedih itu.
__ADS_1
"Kami kehilangan adikku kecilku saat aku itu berusia 10 tahun, dia itu di culik seseorang di taman ria." mata Kak Bryan berkaca-kaca dan akan berlinang air mata yang sudah tak bisa ia bendung lagi .
"Hiks..hiks...hiks.." menangis di atas pundak Himawari dan menghentikan ceritanya karena tidak kuat lagi jika dia bercerita panjang lebar.
"Menangislah Kak,aku rasa itu akan membuat lebih baik setelahnya." ujar Himawari sembari mengelus punggung Kak Bryan yang saat ini menangis seperti seorang gadis.
Satu jam berlalu mereka berdua hanya diam, dan akhirnya Kakak Bryan mau meneruskan ceritanya pada Himawari.Himawari sangatlah antusias pada Kak Bryan menatap lekat pada wajah tampan namun sembab karena wajah nya yang habis menangis selama satu jam itu
"Saat di ketemukan adikku sudah meninggal, itu membuat Mamaku terpukul, menyalahkan dirinya sendiri." ujar Kak Bryan dengan amat lirih , pada Himawari sembari masih mentes kan air mata di pipinya.
Himawari pun menggenggam erat jari jemari pria tampan itu, dengan penuh perasaan yang hangat memberinya sedikit kekuatan.Lalu dia mengusap lembut pipi Kak Bryan menghilang kan air mata yang menetes jatuh seenaknya, dengan sedikit sentuhannya, yang lembut dari jari-jemari Himawari.
"Sejak saat itu aku hidup sendiri, dan Papaku selalu pergi bersama banyak gadis." sambil menundukkan wajahnya yang sangat sedih .
"Kau tahu, aku malu dengan semua aib ku, tapi hari ini aku ingin kau mengetahuinya." ucap Kak Bryan pada Himawari dengan wajah tampannya itu dia menatap lekat mata gadis kecil itu , agar saling mengetahui perasaan mereka satu sama lainnya.
"Apakah kau masih mau dengan pria yang banyak aibnya seperti aku ini??" tanya Kak Bryan tiba-tiba membuat kedua bola mata Himawari akan lepas dengan begitu saja.
"Aku tak begitu kaya, berbeda dengan Langit dia adalah seorang putra tunggal dari salah satu pengusaha terkaya." ucap Kakak Bryan pada gadis yang berada tepat di hadapannya itu .
Sontak membuat wajah Himawari tertekuk dan mengernyitkan kedua alisnya, dia tidak mengira sama sekali ternyata Kakak Bryan sangat mengenalnya.
"Kau terkejut, aku sangat mengenalnya dia hanya berpura-pura kalau dia anak miskin." ujar Kak Bryan pada Himawari dengan tegas.
"Namun walaupun demikian, aku tetap tak akan memberinnya celah,karena aku sangat menyukaimu." ucap Kak Bryan lagi dia mulai menegaskan pada Himawari.
"Perlu kau ingat, walau dia lebih kaya dariku, aku tak akan pernah mengalah darinya." ucap tegas dari bibir ranum Kak Bryan kepadanya.
Himawari hanya tertegun dia merasa bersalah dan juga sedih sekali,selama ini dia hanyalah tahu kalau Kakak Bryan pria yang periang dan tak pernah terlihat bersedih sama sekali.
Mungkin dia menutupi semua itu agar semua orang tak tahu.Karena baginya kesedihannya akan dia tanggung sendiri tidak untuk di beri tahukan pada semua orang.
__ADS_1
Bersambung...