
Malam ini pukul 19.00 wib ternyata semua pelanggan Coffee ini datang dan pergi secara bergantian , banyak yang masih duduk-duduk dan juga ada yang pulang mungkin mereka harus mengerjakan pekerjaan lainnya juga .
Terlihat hujan mulai mengguyur kota, air itu menetes lagi karena kebetulan ini musim penghujan, maka tak heran kalau hujan akan datang setiap saat dan kapanpun dia mau .
"Wah hujan lagi, tapi tidak apalah emang lagi musimnya." Gumam Himawari sembari duduk di tepi jendela .
"Oh ya Aku pulang dulu, aku masih ada urusan yang sangat penting." Pamit Pak Baek pada kami karena Pak Baek pemilik dari Coffee ini maka ia terkadang datang dan juga terkadang ia tidak hadir di Coffee miliknya tersebut .
"Ya Pak, hati-hati ." Ujar dari Himawari polos.
"Langit jangan lupa kau tidur di Coffee saja, lagipula kamar di belakang masih nyaman untuk tidur." Kata Pak Baek pada Langit dan keluar dan menaikki mobil warna biru nya lalu melesakkanya ,memecah tetesan air hujan di malam ini.Dan Kak Langit hanya mengangguk
Himawari pun menedekati Langit, dan melihat ekspresi wajahnya yang datar .
__ADS_1
"Kakak, rumahmu itu dimana aku pernah lihat kakak jalan searah denganku, apakah Kakak tinggal di daerah dekat rumahku?" Tanya dari Himawari dengan penasaran . Bola matanya bulat dan tetap terarah mengamati Kak Langit
"Ehm, iya aku tinggal di dekat daerah situ." Jawab Kak Langit dengan nada datar dan diam setelahnya.
"Apa Kakak sering tidur di belakang Coffee itu Aku penasaran waktu Kakak pingsan selalu mengigau." Tukas dari Himawari mengamati wajah Kak Langit .
"Aku mengigau apa?" Tanya dari Kak Langit .
"Kakak, menginggau, ehm...aku rasa kakak memanggil Mama Kakak." Ucap Himawari lirih , dan menundukkan kepalanya setelah itu.
"Tentu saja Kakak, lagipula aku rasa Kakak itu hanya butuh teman, maukah Kakak berteman denganku?" Tanya Himawari pada Kak Langit.
"Kau ini." Ucapnya dengan amat lirih namun nadanya agak ragu.
__ADS_1
"Ayolah, jangan terlalu pendiam, ehm Aku rasa hanya perlu mencari teman untuk mengobrol, dan jangan membuat Kakak itu ..." Himawari pun tak meneruskan kata-katanya itu .
"Hmmm ahh, jangan terlalu sok tahu waktu itu aku hanya kelelahan saja, jadi tidak usah kau ambil pusing." Jawab dari Kakak Langit yang memperingatkan Himawari agar tidak ikut campur urusannya .
"Aku bermaksud baik, agar kakak tak terlalu pendiam, bagaimana kalau bermain dengan Kak Bryan dia itu baik, Shakira juga baik." Ujar Himawari menawarkan untuk berteman pada Kak Langit agar mereka lebih dekat lagi .
"Sudahlah, teruskan pekerjaanmu saja, besok kau jangan membuntutiku lagi." Tegasnya dan membuang muka pada gadis kecil di samping nya saat itu.
"Kau kan pintar Kak, aku hanya ingin kakak mau mengajariku itu saja, dan aku mau jadi teman kakak mengobrol." Ujar dari Himawari dan tersenyum setelahnya .
"Dan lagian kenapa Kakak selalu begini sich?" Gumam Himawari dengan sebal , jelas-jelas dia mau berbaik hati agar Kakak langit punya teman mengobrol, namun dia malah acuh dan tak mau di dekati .
"Sudahlah jangan membahasnya lagi." Ujar dari Kak Langit lalu ia pun pergi ke belakang gudang Coffee mengambil beberapa biji kopi dan susu, krim, untuk membuat dan meracik Coffee pesanan pelanggan .
__ADS_1
Bersambung...
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih