Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 173 "Siapa Dalangnya?"


__ADS_3

"Duh, kenapa perasaanku gak enak ya??" ucap Himawari saat ini dengan jantung berdebar, dia sangat mengkhawatirkan sahabatnya.


"Tenang saja, kita akan menyelamatkannya, jangan khawatir." ujar Kakak Bryan berusaha menenangkan Himawari.


"Tapi, baru kali ini Shakira di sergap orang, ia sangat pandai beladiri Kak." ujar Himawari ia semakin gusar dan khawatir terhadap teman sekaligus sahabatnya itu.


"Tenang saja." bisik lembut kak Bryan dengan menggenggam erat jari-jemari Himawari.


Gadis itu pun mengangguk berusaha untuk percaya pada kekasihnya itu. Mereka berdua mengintai untuk sementara karena di lihat dari keadaan, tidak menguntungkan karena tempat ini banyak sekali preman menjaga.


Dengan demikian jika Kakak Bryan tiba-tiba datang, maka semua para preman itu akan menangkap dan sia-sia saja mereka jika tak bisa menyelamatkan dan ikut tertangkap.


Kak Bryan pun mendapat ide cemerlang , ia pun melihat keadaan untuk sementara, masih tetap bersembunyi di tempat yang amat dan mengintai jika ada celah. Dan jika waktu yang tepat maka ia akan menyelamatkan Shakira.


"Jangan bersuara, diamlah untuk sementara kita akan mengintai disini, sampai keadaan bisa menguntungkan." bisik Kak Bryan.


"Percayalah padaku." suara lirih dan lembut Kak Bryan menenangkan Himawari.


Himawari mengangguk dengan pasti, dia percaya pada kekasihnya itu. Pasti sudah mempunyai rencana yang matang.


Maka mereka berdua tidak bersuara dan tetap bersembunyi dengan mengawasi pergerakkan semua para preman itu. Dengan seksama Kak Bryan mengamati dari kejauhan.


Dalam ruangan itu Shakira akhirnya berhasil melepas semua ikatan tali di kedua tangan, dan juga kakinya. Setelah itu mengamati tiap sudut ruangan. Dengan seksama namun di tiap sudut tak ada celah. Dengan kata lain jika ingin keluar jalan satu-satunya adalah pintu.


Tak ada cara lain selain melewati pintu yang saat ini terkunci rapat.


"Sial !, aku harus punya rencana !" ujar Shakira


Namun tiba-tiba pintu terbuka, para preman melihat Shakira terlepas tanpa ikatan mereka menatap tajam. Mendekati gadis berwajah oriental itu. Dengan intens mereka berusaha mengintimidasi Shakira.


"Diam kau !!, jangan melawan kami !!" ujar salah satu preman itu dengan melotot dan juga menyeringai.


Dia menatap Shakira dengan pandangannya yang mengerikan, memperlihatkan tubuhnya yang gempal, bertabur tatto ular naga, serta dengan kepala plontos tanpa sehelai rambut.

__ADS_1


"Apa kau lihat-lihat!!?" hardik Shakira, dengan menyeringai menatapnya tajam.


"Dasar cilok gadungan, cuih !!" ledek Shakira dan sukses membuat pria bertubuh gempal dan bertatto itu marah dengan seketika.


"Berani-beraninya !!, dasar gadis siaaalaan !!"


"Hiaaaa...!!!" berteriak


Dia pun berusaha memukul Shakira dengan segala kekuatan yang dia mampu, namun ia bukan tandingan Shakira sama sekali.


Hanya dengan tendangan dan sedikit kuncian dari Shakira itu,berhasil tumbang dengan satu bantingan gadis itu.


"Booommm...!"


"Dasaar pria bodoh !!, makanya berlatih yang rajin jika ingin mengalahkan aku !!" ujar gadis menyombongkan dirinya, sambil tersenyum miring Shakira meledek dengan tatapannya.


"Kurang ajaaar !!" umpat dari preman lainnya.


Shakira memasang kuda-kuda lalu menarik lengan, menendang perut preman itu untuk beberapa kali, sambil menahan dan berusaha memegangi lengan preman itu sekuat tenaga.


"Buagh, buagh, buagh..."


Namun preman itu pun segera membalikkan keadaan, melepas cengkraman Shakira dan ia berhasil memukul beberapa kali gadis itu.


Setelah itu dia menendang paha Shakira lalu dia pun jatuh tersungkur. Limbung dan tidak bisa membalasnya. Akhirnya Shakira berada di lantai.


Shakira pun bangkit dan menyeringai kepada preman itu. Setelah itu dia mendekat secepat kilat dan memukul dengan pergerakkan yang tak bisa di baca preman itu. Akhirnya gadis lihai beladiri itu pun berhasil menendang dan mengunci gerakkan lawannya. Namun karena di belakang ada seorang preman lainnya. Dia tiba-tiba ambruk terjatuh di lantai yang dingin karena pukulan sebuah benda yang tumpul di belakang kepalanya.


"Brugggghhhh..."


"Dasaaar gadis tengik berani sekali melawan."


"Makasih bos, dia berhasil menghajarku."

__ADS_1


"Plethak, kau ini badan saja besar, gadis ini bisa mengalahkanmu, dasar bodoooh !!"


"Maaf boss..!!"


Sementara di persembunyian Himawari yang semakin khawatir melihat Shakira, dia tidak bisa lagi menahan diri dan hanya diam saat ini, ingin rasanya dia berlari ke arah sahabat nya itu.Sedangkan kini Kakak Bryan berusaha meyakinkan Himawari dengan memandang wajahnya. Agar tida khawatir, bisa menahan dirinya untuk saat ini. Menatapnya dengan pandangan teduh.


"Tahanlah dirimu, sebentar lagi dengarkan aku, kita harus bisa memanfaatkan keadaan."


"Lihatlah para preman banyak sekali." ujar Kak Bryan berusaha meyakinkan kekasihnya itu.


"Shakira di hajar para preman itu, aku tidak tega melihatnya..." suara Himawari bergetar dan dia menitihkan air matanya .


"Bersabarlah sebentar lagi hmmm..." ucap Kak Bryan dengan lirih.


Saat jam 12.00 tiba Kakak Langit datang, dan dia masuk dengan paksa, dengan tatapannya yang murka karena berani menyekap gadis yang ia cintai.


"Dimana gadis itu katakan?, apa yang kalian inginkan!?" cecar Kak Langit yang penasaran dan sangat khawatir dengan gadis bernama Himawari.


"Oh, datang juga kau akhirnya... bagus, ingat jika kau membawa orang lain, maka dia tak akan hidup." jawab dari bos preman itu dan tersenyum miring.


Sembari menyalakan rokok dia pun duduk dan menatap Kakak Langit dengan tatapan yang intens. Berharap pria itu akan ketakutan padanya. Lalu meniup-niup asapnya ke arah Kak Langit.


"Aku tak mau berlama-lama, lepaskan dia!! , dan kalian bisa sesuka hatimu menangkap aku." ujar Kak Langit tak gentar sama sekali.


"Hoooo, kau....sok jadi jagoan ternyata...!!"


"Siapa yang menyuruh kalian?, untuk apa hal ini kalian lakukan?, apakah kalian ingin uang?" tanya Kakak Langit dengan amat penasaran siapa dalang dari semua ini.


"Pertanyaannya satu-satu jangan keburu-buru ha...ha...ha..." sambil tertawa terbahak-bahak.


"Cih, apakah uang?, dan apa yang menyuruh kalian ada disini??" tanya Kak Langit lalu ia melihat semua sudut ruangan dengan teliti.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2