
"Kenapa aku merasa hal ini aneh sekali dan sangat menyakitkan?,ada apa ini kenapa dia berbohong?, tapi aku masih tak..." Batin Bryan
"Apa yang terjadi padaku? ,padahal Himawari hanya berbohong, bukankah semua orang itu juga berbohong." Gumammnya dalam hati .
Hati Kak Bryan pun berkecamuk entah apa yang ia rasakan kali ini, kenapa jawaban dari Himawari yang tak membuat ia puas, dan dia juga merasa sedih perasaannya campur aduk.
"Kak, kenapa diam?,bagaimana kalau kita pulang pasti Shakira sudah menunggu." Ucap liri Himawari pada Kak Bryan dan mengamati
Kak Bryan sedang melamun,tidak fokus sama sekali dia hanya sedang gusar fikirannya agak kacau, karena gadis yang di sebelahnya itu memilih membohonginya daripada, berkata dengan jujur, dia juga penasaran kenapa dia lebih memilih untuk berbohong .
"Kak, kenapa kau diam?" Tanya dari Himawari.
Bryan yang mendengar itu pun lalu terkejut.
Dia memandang wajah Himawari yang polos.
"Dengarkan aku ingin kau kemarilah, aku hanya ingin memastikan suatu hal." Kata dari Kak Bryan terdengar sangat putus asa.
__ADS_1
"Maksud Kakak apa?" Tanya dari Himawari.
"Aku hanya akan memelukmu."Ujar dari Kak Bryan tiba-tiba membuat Himawari terkejut.
Dan Bryan pun memeluk Himawari, dan dia hanya bisa diam mematung karena masih tak percaya dengan apa yang Kak Bryan lakukan.
"Dengar, aku tahu kau memeluk Langit di belakang gudang, jadi jangan berbohong." Ucap Bryan lirih di telinga Himawari sontak membuat gadis kecil itu, merasa kaget.
"Apa ,jadi Kak Bryan tahu astaga apa yang telah aku perbuat?" Batin dari Himawari saat ini, dia pun bingung apa yang Kak Bryan ini lakukan kenapa dia memeluknya tiba-tiba.
"Kau, tahu aku merasa ada rasa yang aneh di antara kita." Ucap dari Kak Bryan kepadanya dan semakin erat memeluk Himawari .
"Ayolah Kak, lepaskan aku sedikit sesak." Ucap dari Himawari memohon pada Kakak Bryan serta berusaha melepaskan pelukannya yang terlalu erat .
"Sebentar saja, Kak Bryan tak akan pernah menyakitimu." Bisiknya.
"Ayolah Kak, maafkan aku ya Kak jika sudah membohoningimu." Bisik dari Himawari lirih.
__ADS_1
"Baiklah aku akan melepaskanmu." Jawab dari Kakak Bryan lirih sambil melepaskan pelukannya itu.
"Maafkan aku juga ya, aku rasa kau jangan berbohong lagi padaku." Protes dari Kakak Bryan pada Himawari ingin tak di bohongi lagi
Himawari hanya mengangguk dan masih terkejut akan tindakan Kak Bryan yang tak biasanya.
"Baiklah aku akan mengantarmu pulang, dan besok aku jemput saja sekolahnya, lagipula aku tak mau terlambat lagi." Bujuk Kak Bryan agar Himawari tak terlambat sekolah lagi .
"Tapi Kak, Bryan selalu pagi kalau berangkat bangunku agak siang Kak." Protes dari gadis bernama Himawari ini tampak sebal.
"Aku akan membangunkanmu, aku tak pernah terlambat sekolah sekalipun." Ujar dari Kakak Bryan sambil tersenyum sumringah sekali .
"Terserah Kakak, tapi sebenarnya aku lebih suka berangkat dengan Shakira." Gumam dari Himawari sambil memanyunkan bibirnya.
"Hahahahah." Tawa dari Bryan pun memecah keheningan malam itu.
Ada perasaan lega, dan ada perasaan aneh yang mulai terasa dalam dirinya saat ini.
__ADS_1
Mereka pun naik mobil dan menuju pulang ke rumah Himawari. Dan melesatkan laju dari mobilnya tersebut dengan sangat senang .
Bersambung...