Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 111 "Kencan Bertiga 2"


__ADS_3

Kak Langit yang sudah terbiasa naik bus,tak asing sama sekali dia sangatlah nyaman,dan tidak menghiraukan penumpang lainnya.Dia hanya duduk diam dan tenang seperti biasa.


Tidakk merasa heran dengan kepribadiannya yang pendiam dan introvert, namun saat ini Himawari mengamati sikap dari kedua pria tersebut, sambil tersenyum manis karena dari mereka berdua itu sifatnya sangatlah berbeda sekali.


Mereka bertiga pun menuju taman ria akan berkencan bertiga, Namun anehnya para pria hanya menyetujui gadis kecil itu, tanpa ada penolakkan sedikitpun. Mereka sebentar lagi akan sampai. Untuk bersenang-senang dan sekalian mengisi waktu libur mereka .


Hari ini mereka bertiga sangat rukun dan juga sangat damai, bertiga melakukan kencan asik ala Himawari yang bodoh itu, dia mengajak ke taman ria,dan seharian ini bersenang-senang menghabiskan waktu mereka untuk bermain sepuasnya.Himawari sudah tidak sabar lagi .


Beberapa menit kemudian mereka bertiga itu ada di depan sebuah taman ria, takjub sekali seperti seorang anak kecil yang saat mereka libur di bawa oleh kedua orang tua mereka .


Dan saat itu lah momen terindah bagi semua anak-anak di muka bumi ini.Himawari sangat sumringah terlebih lagi karena mereka bertiga sudah lama tak berkunjung ke taman ria.


"Dengar Kak Langit, Kak Bryan jangan anggap musuh kalian berdua adalah teman, dan hari ini kita bertiga bersenang-senang." Himawari menggandeng kedua lengan Kak Langit, dan Kak Bryan dia menganggap kedu pria itu bak kakak laki-lakinya.


Mereka berdua hanya menganggukan kepala, setuju dengan ucapan dari gadis kecil yang bernama Himawari.Dengan aroma parfumnya yang segar dia bisa menghipnotis kedua pria tampan nan rupawan ini, tanpa penolakkan .


Mereka bertiga mulai memasukki taman ria.



Di dalam taman ria saat ini sangatlah banyak pengunjung, mereka berdesak-desakkan dan juga memang saat ini hari libur maka wajarlah semua orang pergi ke tempat seperti ini.

__ADS_1


Dan Himawari mengajak para pria untuk naik wahana Roller Coaster, karena baginya adalah wahana kesukaanya mulai sedari kecil, walau tak terlalu tinggi, tidak terlalu menegangkan bisa untuk merilekskan diri kita,keseruan yang sesaat membuat detak jantung terpompa lagi dengan kuat, dan efeknya sangat luar biasa kita akan lebih merasa bersemangat lagi.



"Haaaaa...." teriak Kak Bryan dari atas roller coaster.


"Haaaaa...." teriak Kak Langit juga dari atas


roller coaster.


Himawari tak berteriak karena dia sangatlah menikmati kebersamaan dengan kedua pria yang takut, karena lajunya semakin kencang saat turun, perlahan lagi saat naik saat meliuk -liuk amat menyenangkan terlebih saat roller coaster itu kecepatanya bertambah.


Namun itu hanya sesaat karena hanya satu putaran saja, saat turun Himawari memberi tanda pada mereka berdua untuk naik sekali lagi namun Kak Bryan dan Kak Langit sudah tak tahan mereka berdua menolaknnya.


Para pria sepakat mengalihkan Himawari dan mengajaknya ke wahana lainnya saja,karena masih banyak wahana lagi yang perlu mereka nikmati. Mereka bertiga kali ini memutuskan untuk menonton bioskop kali ini yang di putar film genre thriller,mereka bertiga pun saat ini duduk berdampingan. Himawari berada tepat di tengah asyik sedang makan pop corn dan meminum minuman cola nya,Kak Bryan fokus begitu juga Kak Langit, karena genre sangat brutal pembunuhan ini mengerikan. Tampak mereka bertiga sama-sama ketakutan sekali.


Film ini tidak cocok sama sekali di lihat oleh mereka bertiga yang takut akan darah, dan ada beberapa adegan sadisnya.


"Sial, kenapa aku tadi mengajak melihat film?" batin Kak Bryan mengumpat karena saat ini ia ketakutan sekali.


"Aduuuh, kenapa banyak sekali adegan yang mengerikan?" batin Kak Langit terlihat gusar.

__ADS_1


Himawari menutup matanya dengan jari-jari kecilnya,sesekali dia pun melihat di antara celah-celah untuk memastikan pembunuhnya.


"Aduh..., pembunuh sialan kenapa semakin menegangkan???" Himawari mengumpat dan suaranya lirih agar tak terdengar pengunjung yang lainnya.



film selesai di putar mereka bertiga keluar dari gedung bioskop, saat ini mereka berjalan bersama-sama hendak mencari makan siang.


Karena mereka nampaknya sudah kelelahan padahal masih banyak sekali wahana yang akan mereka naikki, namun sudah tak tahan apalagi tadi mereka bertiga semua takut.


Film thriller yang cukup menguras tenaga dan juga fikiran,karena saat melihat degup jantung berdentum tidak karuan , mata fokus melihat apalagi saat pembunuhnya muncul tiba-tiba.


Semua penonton teriak histeris, dan ternyata musik dari film juga mendukung sekali cukup membuat jantung akan lepas dari tempatnya .


"Kenapa kalian berdua tidak menonton film romantis saja jika kita akhirnya takut semua?" ujar Himawari melihat wajah Kak Bryan dan Kak Langit yang masih tegang.


"Ha...ha..ha.." para pria kompak tertawa lepas lega karena filmnya sudah selesai di putar.


"Aish... malah tertawa ayo kita makan saja aku lapar sekarang, kalian berdua harus mau mentraktir aku."ajak Himawari, Kak Langit dan Kak Bryan di gandengnya dengan senang .


Para pria hanya patuh dan menuruti semua kemauan Himawari, mereka berjalan ke arah Food Court dan mencari makan siang, untuk mengisi nutrisi karena setelah kehabisan isi tenaga mereka berjuang melihat film thriller.

__ADS_1


Para pria pasrah pada Himawari yang saat ini menyeretnya ke arah Food Court, karena dia akan makan gratis dengan sepuasnya tentu di temani dua pria keren, ganteng sekaligus akan membuat iri para gadis yang melihatnya


Bersambung...


__ADS_2