Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 119 "Terjaga"


__ADS_3

Himawari pun mengamati Kakak Langit dan Abangnya saat ini,mereka berdua mempunyai kemiripan mulai dari sikap,dan terkadang juga sikap bijaksana Kak Langit yang tiba-tiba itu bermunculan membuatnya teringat Abangnya


"Aku rasa Abang itu dan Kakak Langit sangat cocok hi..hi..hi.." ucap Himawari dan sembari cekikikan melihat mereka berdua nampaknya akrab.


"Benarkah?, lalu aku tanya jika diantara dua pria ini kau akan lebih memilih yang mana?" tanya Abang Gamma yang tiba-tiba membuat gadis kecil itu kebingungan.


Abang Gamma memandang Kakak Bryan dan melihat wajah Kak Langit, Abang Gamma pun bermaksud agar Himawari ini memilih antara salah satu pria yang ada di sampingnya itu.


"Apa yang kau maksud Bang?, aku mau tidur saja !" jawab Himawari dengan ketusnya dia pun naik ke atas dan merebahkan tubuhnya.


Beberapa saat kemudian Shakira pun dengan lengkapnya memakai piyama tidur bewarna pink, membawa guling dan selimut masuk ke dalam rumah Himawari.


"Ha, kenapa mereka berdua ada disini bang?" tanya Shakira terkejut melihat ada dua pria di dalam , dia pun berjalan ke arah kamar gadis kecil itu.


"Sudahlah kau tidur saja , temani Himawari." jawabnya Abang Gamma sambil meringis lalu Shakira naik menuju ruangan kamar Himawari


"Ha nyamanya... aku merindukanmu." sambil memeluk sahabatnya tersebut.


"Kenapa kau tidur disini?" tanya Himawari dan membalik badan menatap Shakira.


"Aku ,tadi siang kemari kau tak ada, apa kau sedang berkencan??" tanya Shakira kepada temanya itu.


"Iya, aku berkencan dengan Kak Langit dan juga Kak Bryan." curhat Himawari dengan polosnya.


"Apaaaa!!" Himawari membekap mulutnya Shakira. Dengan sekuat tenaga.


"Blweh... apa sich ??,gadis gila mereka berdua semua suka padamu." ujar Shakira dan wajah nya terkejut heran kenapa bisa mereka adalah pria bodoh, padahal Himawari tak cantik dan juga tidak pandai, apalagi tidak kaya sama sekali. Shakira pun menggelengkan kepala.


"Kenapa kau menggelengkan kepala??" tanya Himawari pada Shakira.


"Heran saja kenapa dua pria itu bisa menyukai mu sekaligus??" ucap Shakira, sedikit terkejut.


"Aku tidak tahu, jangan keras-keras." bisiknya.


"Pilih saja salah satunya dari mereka, kalau kau sudah bisa memilih jangan dua-duanya." ucap Shakira memberi saran pada gadis itu.

__ADS_1


"Tapi aku bingung, aku menyukai siapa dari mereka berdua, Kak Langit pendiam apa Kak Bryan yang baik itu." ucap Himawari bingung.


"Begini saja jika kau lama tidak bertemu dua pria di bawah itu siapa yang paling ingin kau lihat?" ucap Shakira memberi saran agar lebih muda memilih.


"Aku lebih memilih siapa ya?" sambil berfikir keras, karena Himawari terkadang jika berada di dekat Kak Bryan dia memikirkan Kak Langit dan sebaliknya, saat bersama Kak Bryan dia masih menghawatirkan keadaan Kak Langit .


"Entahlah aku pusing, bagaimana kalau kita tidur saja." ucap dari Himawari dan menghela nafasnya dengan panjang,lalu menutup tubuh lecilnya dengan selimut, dan meringkuk.


Shakira pun memeluknya dari belakang dan berbisik dengan lembut.


"Sudah jangan di fikirkan, kita tidur saja, aku juga lelah." bisik Shakira pada sahabatnya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Abang Gamma pun menyuruh Kakak Langit untuk tidur di kamarnya karena mungkin dia butuh teman,membiarkan Kakak Bryan tidur di sofa, karena mungkin dia tidak akan mau di bangunkan. Nampak sangat kelelahan sekali.


Abang Gamma dan Kak Langit tidur di satu kamar yang sama dan bersanding, Abangnya pun sangatlah penasaran sekali dan kepo apa yang membuat para pria ini menyukai adiknya yang bodoh itu .


"Kenapa kau bisa suka adikku yang bodoh dan ceroboh itu??" tanya Abang Gamma .


"Jadi kau tahu kalau Bryan itu juga menyukai adikku yang bodoh itu." ucap Abang Gamma.


Kakak Langit hanya menjawab mengangguk saja dan menatap wajahnya Abang Gamma.


"Lalu jika kau sudah tahu kenapa kau masih menyukainya?, aku rasa aneh sekali."tanya Abang Gamma penasaran pada Kakak Langit.


"Entahlah ya, aku rela walaupun aku tidak di anggap apa-apa hanya aku sangat suka saja pada adik abang." ucapan Kak Langit seketika membuat hati Abang Gamma terenyuh.


"Kau pernah merasa patah hati sebelumnya?, kalau aku pernah, namun aku memberi saran kalau kau..." Abang Gamma menghentikan perkataanya tiba-tiba.


"Apakah Abang takut kalau aku akan patah hati?" tanya Kaka Langit dengan tersenyum kecil pada Abang Gamma.


"Kenapa malah tersenyum kau ini aneh?" ujar Abang Gamma dan menggelengkan kepala.


"Kan masih panjang Bang, lagian aku akan tetap berada di sisi Himawari apapun yang terjadi." ucap Kak Langit pantang menyerah.

__ADS_1


"Kau yakin, Bryan dan Himawari saling suka." ucap tegas Abang Gamma agar Kak Langit mengurungkan niatnya dengan menyukai gadis yang sudah menjalin hubungan apalagi dengan pria lain, akan membuatnya terluka.


"Aku menyukainya, lantas bagaimana?, dan aku tidak bisa mengendalikan perasaanku." ucap Kak Langit dengan bersedih karena ia memang tulus menyukai Himawari sama dengan Kak Bryan.


Abang Gamma hanya bisa diam mematung akan sikap Kak Langit.


🌻🌻🌻🌻🌻


Waktu terus bergulir malam pun kini hampir usai, waktu menunjukkan pukul 03.00 wib.


Himawari yang tidak bisa tertidur entah apa yang membuatnya terjaga malam ini.Dia pun turun dari kamarnya segera ke dapur minum susu hangat karena jika ia minum itu maka akan segera tertidur.


Dia meminum susu hangat di sebelah Kakak Bryan yang sedang tertidur amat lelap sekali, bahkan tidak tahu Himawari sedang memberi selimut di tubuhnya.


"Sruuutt... sruuttt.." Himawari meminum susu.


"Kenapa yang lain bisa tidur?, aku tidak bisa?" batin dari Himawari karena matanya kini ingin mengatup, namun perasaannya tidak ingin.


Maka alhasil dia terjaga semalaman, dengan meminum susu hangat ini dia berharap cepat tertidur .Di lihatnya sesekali wajah Kak Bryan yang kelelahan , terlihat saat tertidur wajah itu tak berubah sama sekali namun karena diam dan tidak bergerak Himawari mendekatkan jari di bawah lubang hidung Kak Bryan saat ini.


Ternyata nafas Kak Bryan masih ada namun secara tidak sengaja susu hangat di tangan Himawari tumpah mengenai wajah Kak Bryan yang tertidur lelap.Sontak dia pun gelagapan.


Maka segera terbangun dari tidurnya mengira kalau dia sedang tenggelam di dalam lautan. Dan mengelap wajahnya, yang basah kuyup karena segelas susu Himawari tumpah tepat di atas wajahnya.


"Apa ini?"gerutu Kak Bryan dengan mengelap wajahnya yang basah.


"Maaf Kak, aku tak sengaja." ucap Himawari.


"Oh, ini apa?" dan baju Kakak Bryan pun juga basah terkena tumpahan susu nya juga.


"Aduh maaf ya kak, atas kecerobohanku." permohonan maaf Himawari dan memelas.


"Oh, aku kira aku tadi tenggelam di lautan, dan ternyata hanya minumanmu, ha..ha..ha..ha.." tawa lepas Kakak Bryan pagi-pagi terdengar keras sekali, karena Himawari malu merasa tidak enak karena membuat ulah. Pipinya pun memerah seketika.


"Syukurlah..."

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2