Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 136 "Sssstttt"


__ADS_3

Demikian pula Himawari tidur dengan air liur yang menetes, tidak itu saja beberapa kali dia hampir jatuh dari ranjang kamar tidurnya .


Karena jika ia tidur pasti tidak akan bisa diam, hanya kelopak matanya saja yang mengatup.


Namun gerakkan badanya tetap seperti anak yang sedang membuka matanya,masih tetap saja aktiv seperti biasanya.Dan seperti biasa, tubuhnya yang mungil pun bergeser kesana kemari dan alhasil dia jatuh dari ranjang yang berukuran mini .


"Bruuuuggghhhh...." tubuhnya jatuh di atas lantai karena bergerak aktiv.


"Aduh....sialan sakit..." erang Himawari sambil memegangi pinggangnya.


Seraya dengan membuka kelopak matanya sedikit gontai berjalan dia pun mengambil air putih di meja makan.Setelah menenggak satu gelas dia melihat seseorang itu tidur di bawah kasur lantainya saat ini.


Berselimut tebal menutupi tubuhnya karena malam ini sangatlah dingin.


Himawari melihat itu mengira kalau ibunya lah yang tidur di kasur lantai itu.Tidak ambil pusing maka dia pun langsung ikut nimbrung tidur di bawah kasur lantai itu.


Dan dengan mendekap erat dari belakang tubuh Kak Bryan.Tak sengaja Himawari mulai memeluknya dari belakang. Tubuh Kak Bryan menghadap membelakangi Himawari.


"Kenapa ibu tidur di bawah kan dingin?, kalau gitu aku temani ya." gumam Himawari mulai menyandarkan kepala di belakang punggung Kak Bryan yang lebar. Himawari merasa aneh karena kenapa tubuh ibunya sangat lebar, dan juga bau parfum yang ia cium sangat berbeda dengan aroma tubuh ibunya.


Seperti bau parfum seorang pria yang ia kenal sedari lama.


"Hem,apa aku barusan memikirkan Kak Bryan ha... ?,Himawari...Himawari pasti aku belum sadar benar." gerutunya dengan suara kecil.


Dengan tak sengaja badan Kakak Bryan pun memutar pandangan mereka saling beradu .


Himawari langsung membelalakan matanya ternyata bukan mimpi, memang benar adalah Kakak Bryan dengan wajah tampanya itu, dan semua yang di milikkinya.Serta parfum aroma khas pria yang dia pakai tetap mulai dari dulu waktu SMA.Himawari mengusap-usap untuk beberapa kali kelopak matanya,takut kalau ia mengigau.Kakak Bryan menatapnya karena baru menutup mata,sudah mendapat pelukan dari belakang,membuatnya segera terbangun seketika.


"Haaaaa....!" teriak Himawari.

__ADS_1


Namun sebelum suara teriakkannya di dengar oleh ibunya, tangan Kak Bryan membekapnya.


"Sssttt...diamlah jika kau teriak ibumu akan bangun,ini bukan salahmu kau mengira aku ibumu." ujar lirih Kakak Bryan dengan wajah tampan maksimalnya,dengan menatap wajah Himawari sepertinya belum tersadar sepenuh nya, karena itu Himawari kebingungan akan bangkit dari kasur lantai.


Namun Kakak Bryan menariknya agar tubuh kecilnya mendekat ke dada bidangnya,lalu ia mngusapnya pelan sudut bibirnya karena ada sisa air liur.Sambil menahan tawa, tersenyum dan memeluknya semakin erat.


"Sudahlah jangan mendorong, sebentar saja aku hanya akan memelukmu saja." gumam Kak Bryan dengan mencium aroma rambut Himawari,aroma sahmpoo dengan khas jeruk yang tak pernah berubah.Selera anak-anak,ia memang suka buah jeruk maka semua bahan dan produk yang dia pakai selalu aroma jeruk.


"Rambutmu aroma jeruk,wah kau ini memang seperti anak-anak."ucap Kakak Bryan dengan menciumi pucuk kepalanya.


"Jangan begitu aku geli..."ujar Himawari saat ini dengan menahan detak jantung yang lari berolahlaraga seperti lomba marathon tingkat internasional.


"Dug...dug..dug.." suara detak jantung yang bertalu-talu.


"Ya Tuhaaaann...kenapa degup jantungku tidak karuan ??" batin Himawari dan kepala nya menempel di dada bidang Kakak Bryan, dengan detak jantung yang tidak karuan juga.


Himawari memerah pipinya sama dengan Kak Bryan,lalu Kakak Bryan mengecup bibirnya itu dengan penuh perasaan."Cup."


"Maafkan aku ,karena aku tak bisa menahan perasaanku."ucap lirih hanya di dengar oleh Himawari dan Kak Bryan, sembari tersenyum amat manis.


Kak Bryan memeluknya kembali dengan erat, dan menempelkan kepala Himawari di dada bidangnya, sambil berselimut tebal.


"Aduuuh, kenapa perasaanku jadi tak karuan?" batin Himawari dengan menahan degupnya yang serasa akan meledak saja.


Malam pun sudah berganti pagi saatnya dia bangun dan membantu ibunya berbelanja ke pasar tempat langganannya. Kak Bryan pun mengantar karena motor kecil Himawari saat ini berada di sebuah gedung ,perusahan besar tempat Lukman bekerja.Kak Bryan menyuruh untuk mengantarnya tepat ke alamat rumah Himawari.Jika nanti dia istirahat makan siang


Himawari berbelanja ke pasar di bantu oleh Kak Bryan,dengan beberapa jam keliling ke tempat penjual sayuran dan daging seperti biasa dia mendapat semua bahannya yang dibutuhkan untuk bahan di kedai ibunya.


"Apakah sudah?, kau mau kita sarapan aku rasa perutku sudah berbunyi." ucap Kakak Bryan dengan mengelus perutnya yang sudah kelaparan sejak tadi.

__ADS_1


"Ayuuk, kakak mau kita beli bubur ayam?,ada disana itu aku biasanya selalu makan enak." ucap Himawari sambil menunjukkan ke arah tempat kedai bubur ayam langganannya itu.


"Baiklah ayo kita makan di sana ." ucap Kak Bryan dengan menggandeng tangannya dan menyebrang jalan.


Mereka berdua berada di kedai bubur ayam itu,seperti biasa Himawari selalu memesan dengan porsi super dengan toping berbagai macam dan sudah terhidang di meja makan.



"Waaah,kenapa kau membawa pria tampan lainnya lagi?, kali ini Himawari?" tanya sang pemilik kedai itu dan melihat wajah Kakak Bryan yang segar karena habis mandi dan tatapannya tajam, serta dia mengernyitkan kedua alisnya ke arah Himawari.


"Oh, bisa di lihat dari ekspresi wajahnya apa dia ini pacarmu?" tanya pemilik kedai bubur ayam itu dengan tersenyum.


Lalu pergi ke dapur sambil bergumam sendiri.


"Enaknya jadi anak muda, bisa berkencan di mana-mana, bahkan di pasar juga." gumam sang pemilik kedai bubur itu terdengar oleh Kakak Bryan.


"Hei, siapa pria yang kau ajak ke kedai bubur ini?" tanya Kak Bryan dengan menatap lekat wajah Himawari yang agak canggung.


"Ehm, itu Kak Langit kak, tapi aku tak sengaja bertemu disini, kalau Kak Bryan aku memang mengajakmu."ujar Himawari sambil memasuk kan satu sendok, bubur ayam ke mulut Kakak Bryan dan terlihat Kak Bryan yang akan marah tidak jadi, dan menahannya seketika.


"Makan dulu, nanti baru berbincang ok."ucap Himawari sembari menikmati bubur ayam.


Mereka berdua lalu menikmati bubur ayam bersama,dengan wajah sumringah Himawari.


Kak Bryan akan marah denganya tidak jadi,di karenakan dengan senyuman manis gadis itu dengan sekali saja.Membuat perasaannya itu seperti tak tega jika marah kepadanya.


"Semoga waktu seperti ini akan terus terjadi pada kita berdua." batin Kakak Bryan dengan pipinya yang kemerahan menatap gadis yang berada di depannya saat ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2