
Langit pun pergi keluar kelas dan Himawari ikut di belakangnya, dia membuntuti Langit yang akan pergi istirahat.
Kakak Langit tetap dingin, cuek bebek tak menganggap ataupun juga menghiraukan gadis yang bernama Himawari, yang sedari tadi membuntutinya.
Aldi merasa sebal karena sebenarnya Aldi ingin memberi sedikit bantuan kalau ia mau mengajari Himawari, namun gadis itu malah berlari mendekati Langit. Nampak raut wajah sedang kecewa .
"Ah, Aku mau mengajarinya tapi kenapa dia malah mengejar Langit, gadis bodoh!" Umpat Aldi yang agak kecewa dan sedikit sebal pada Himawari, dia pun mengernyitkan alis lalu menyeringai .
"Ya sudahlah, aku akan pergi keluar kelas." Ujar dari Aldi kecewa dan keluar kelasnya .
Aldi pun pergi ke kantin Sekolah dan ia juga mengobrol dengan teman laki-lakinya lainnya.
Berbeda dengan Himawari dia membuntuti Langit, seperti bayangan ternyata Langit pun pergi ke kamar mandi, Himawari yang bodoh itu pun lalu duduk menunggu di tepi lapangan Basket yang tak jauh dari kamar mandi itu .
__ADS_1
Banyak siswa-siswi berlalu lalang berjalan melewati jalan tersebut. Namun Himawari tetap menunggu sampai Langit keluar dari kamar mandi itu.Akhirnya setelah beberapa menit pun pria itu keluar dan berjalan menuju perpustakaan, Gadis yang bernama Himawari itu masih tetap mengikutinya seperti seorang stalking, atau penguntit .Mereka pun sudah ada di dalam perpustakaan saat ini .
Saat Langit memilah buku yang akan ia baca Himawari mendekatinya, lalu ia pun berusaha mengajak berkomunikasi dengan Kak Langit.
"Ayolah Kak Langit, kita kan satu kelas, ajari aku ya aku mohon ."Permohonan Himawari namun ia bersuara lirih karena takut kalau banyak siswa mendengar suaranya yang saat ini berada di Perpustakaan.
"Bagaimana? kalau aku mengajari berbicara agar Kakak tidak menjadi siswa pendiam hm." Ujar dari Himawari memohon pada Kak Langit
"Ayolah Kak Langit, aku mau nilaiku naik aku rasa Kakak lebih pandai dariku."Ujar Himawari memohon padanya agar Langit ini mau bicara dan mau mengajari Himawari.
"Aigoo, enaknya jadi orang pintar dan pandai, bisa seenaknya bisa mengabaikankaku yang bodoh ini."Gumam gadis bernama Himawari ini, dia pun menaruh kepalanya di atas meja.
"Pergilah, aku mau membaca dengan tenang, kau sangat berisik." Ujar dari Langit sedikit tapi menohok hati gadis bernama Himawari .
__ADS_1
"Kakak, ini ckk,aku hanya ingin minta bantuan kebetulan kan kita satu kelas kak ,ayolah ya jangan pelit." Kata Himawari dengan lemah dan lembut agar pria berhati dingin ini luluh.
Namun Kak Langit pun tak menggubris sama sekali gadis yang berada di sampingnya itu.
Tetap membaca dengan tenang, dan juga dia amat fokus dalam membaca. Sehingga gadis yang ada di sampingya itu pun agak bosan .
"Ya sudah kalau Kakak tak mau padahal aku ingin nilaiku naik, aku lihat Kakak, jarang lah memperhatikan."Gumam dari Himawari .
"Aku lihat Kakak, duduk di belakang dan jauh dari Guru saat menerangkan tapi kenapa nilai Kakak bagus-bagus." Ujar Himawari dengan lirih, agar tidak mengganggu siswa lainya yang sedang membaca di perpustakaan saat ini .
"Hemmm, Aaahh.." Menghela nafas ...
Bersambung...
__ADS_1
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih