Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 107 "Cadangan"


__ADS_3

"Dengar Himawari rajin belajar, perbaikki nilai semua mata pelajaranmu ok." peringatan dari guru wali kelas Himawari dan dia pun berjalan meninggalkan kelas, dengan membawa buku yang banyak di tangannya.


"Baik..." jawab lirih Himawari wajahnya terlihat lesu dan agak pucat.


Karena dalam kelasnya hanya Himawari yang selalu ketinggalan, nilainya tidak memenuhi standart di kelas itu, dia pun harus memutar otak agar tidak ketinggalan nilainya .


"Astaga... semoga aku bisa, dan nilaiku mau naik..." batin Himawari dengan menggeleng kan kepalanya beberapa kali, raut wajahnya yang masam tampak kacau .


Melihat itu Kak Langit mengulas senyum, dia sangat suka ekspresi Himawari yang lucu dan unik,sesekali dia memandangnya namun dari kejauhan saja.


Semua teman dan guru berhambur keluar dan hanya ada Kak Langit serta Himawari dalam kelas, dan Kak Langit mendekat ke mejanya .


"Dengar, aku akan membantumu agar nilai ujian akhir semester naik." ujar Kak Langit pada Himawari dan duduk di sampingnya .


"Benarkah?, lalu aku harus rajin belajar dan tak keluyuran?" tanya Himawari pada Kakak Langit dan menyandarkan kepalanya di atas meja saat ini.


"Tentu saja,dan ehm bagaimana kalau kita itu menjalin hubungan?" ujar Kakak Langit yang tiba-tiba menohok serta mengejutkan gadis kecil itu, dia pun merasa aneh dengan ucapan yang dia dengar barusan.


Karena setahu Himawari Kak Langit adalah pria pendiam, dan dia tidak pernah berbicara sembarangan. Maka dia tidak percaya sama sekali dengan apa yang barusan ia dengar .


"Apa yang barusan aku dengar ini?, menjalin hubungan?"tanya Himawari terkejut segera ia menatap ke arah wajah Kak Langit, memang dia tidak sedang bercanda namun dia amat serius dengan perkataannya.


"Benar sekali, aku tahu kau sedang menjalin hubungan dengan Bryan." ujar Kak Langit dan ia mengernyitkan kedua alisnya saat ini pada Himawari.


"Lalu bagaimana kalau kau menjalin dengan diriku juga?" tanya Kak Langit membuat gadis ini merasa sangat aneh, dia berharap saat ini hanya candaan dari Kak Langit yang sedang menghiburnya saja .


"Apa kakak bercanda?" Himawari melotot

__ADS_1


"tidak." Kak Langit menjawab sambil senyum


"Lalu kenapa kakak bilang demikian?" Heran


"Apakah Kakak sedang sakit?" semakin heran


"Tidak juga aku sangatlah serius." sambil menatap wajah Himawari .


Seketika seperti tak ada angin tak ada hujan Kak Langit yang baik hati , dan jarang berkata ini membuat Himawari bingung akan ucapan yang membuat galau. Mereka berdua saling menatap satu sama lainnya sangat canggung


"Aku tahu kau pasti akan menolakku." ucap dari Kakak Langit dengan pandangan yang teduh.


Himawari hanya terdiam tidak mengucapkan satu patah kata pun, dia juga sangatlah heran karena Kak Langit yang ia kenal tidak seperti ini, dia kira Kak Langit sedang kesurupan.


"Jangan menggoda tidak lucu." ujar Himawari


"Hemmm, mana ada aku serius jangan bilang Bryan ,masalah akan selesai anggap saja aku cadanganmu." ujar Kak Langit dan mengelus rambut Himawari yang pendek itu sembari tersenyum manis.


"Ehm,sebenarnya aku itu ti tidak..." sebelum Himawari melanjutkan kata-katanya teman masa kecilnya sudah ada di dekatnya .


"Hei, sedang mengobrol apa kenapa kalian berdua sangatlah tegang??" Shakira berdiri di depan meja Himawari saat ini, membuatnya semakin bingung harus menjawab apa.


"Hei, Himawariiiii !!!" dengan nada tinggi.


Sontak Himawari pun terkejut menggerakkan bahunya seketika,dan membuyarkan lamunan


"Aku pergi dulu ya, dan jangan lupa Himawari aku serius dengan semua yang aku ucapkan."

__ADS_1


Kak Langit pergi dari kelas dan melambaikan tangannya pada Himawari, dia pun mengabai kan Shakira dan tanpa menyapanya .


"Kenapa dia seperti itu?" tanya Shakira dan menatap temannya masih dengan ekspresi wajah terkejut.


"Ehm, tidak apa-apa ayo kita pulang saja." ujar Himawari namun dalam fikirannya sekarang masih terngiang-ngiang akan ucapan dari Kak Langit barusan.


Beberapa menit pun mereka sudah sampai


rumah Himawari, karena Shakira berencana untuk menginap dan belajar bersama maka dia tetap berada di kamar Himawari.


"Kau harus naik ,dan aku yakin bisa !!!" ujar Shakira pada temannya menaruh beberapa buku di meja belajarnya saat ini.


Shakira membaca buku pelajaran dan duduk di bawah kasur Himawari sambil memakan buah apel merah yang segar, dan merasakan kalau dia sangat suka dengan siang ini.


Tidak berlatih beladiri karena akan ada ujian akhir semester.Tidak dengan Himawari yang membisu sejak siang pertemuan dengan Kak Langit tadi, dan membaca buku pelajarannya dengan lesu tidak serius sama sekali.


"Apa yang kufikirkan?" batin Himawari


"Apa Kak Langit sudah gila ya?" batin lagi.


"Sudahlah aku belajar saja, nanti juga Kakak Langit akan sadar akan omong kosongnya." batin Himawari dan melanjutkan membaca buku pelajarannya saat ini.


Shakira dan Himawari pun belajar bersama sampai larut malam, karena mereka berdua ingin sekali mendapat nilai ujian yang bagus maka berencana tak akan kemana-mana jika ujian akhir semester belum usai.


Shakira sangat serius jika sudah membaca buku pelajarannya,maka dia akan melupakan semua yang berbau bersenang-senang .


Dia akan tetap berusaha keras membantu nilai Himawari agar naik, dan tidak menjadi bahan olokkan satu kelas, karena memang Himawari tidak terlalu pintar dalam semua mata pelajaran, dia hanya bisa mengerjakan beberapa materi dengan sebisanya saja.

__ADS_1


Namun tahun ini dia sangat bertekad untuk memperbaikki nilainya.


Bersambung...


__ADS_2