Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 161 "Shakira 2"


__ADS_3

Himawari mulai menceritakan kisahnya pada Shakira jika dia bekerja di kantor untuk bisa membantu Kakak Langit berbaikkan dengan ayahnya, namun nasib tidak berkata demikian ayahnya meninggal dunia karena sudah lama mengidap penyakit mematikan.Dan sekarang Kak Langit amat menyesali perbuatanya itu.


Tidak itu saja Himawari menceritakan kalau Kak Langit adalah anak tunggal, namun saat ini dia sudah mempunyai adik tiri perempuan bernama Renata. Pernah di kantor bersama temannya dia membully Himawari, hingga dia berani menjambak rambutnya.


"Gadis kurang ajar beraninya dia..." gerutu dari Shakira yang tidak tahan akan perlakuannya terhadap Himawari.


"Tapi waktu itu Kak Langit, membantuku jadi mereka tak berani membullyku lagi." ujar dari Himawari.


"Awas aja kalau aku nanti bertemu mereka, akan kuhajar mereka.!!!" gerutu Shakira dan menyeringai, bak seperti seekor serigala yang akan mendapat mangsanya.


Himawari menatap wajah Shakira tak berubah sama sekali. Selalu menyukai adegan pukul memukul, tak itu saja jiwa semangat Shakira menjalar ke tubuhnya saat ini.


Malam ini rupanya akan terasa amat panjang karena kedatangan dari Shakira. Ibu Himawari sangat senang dengan kehadiran salah satu teman baik yang sudah lama tidak berjumpa.


"Hei, kenapa kau mau saja bekerja disana?" tanya Shakira dan menyeringai ke arahnya.


"Ya karena aku mau saja, tapi nanti aku akan segera mengundurkan diri aku akan mencari kerjaan lainnya saja." ujar Himawari curhat ke Shakira, dan dia tersenyum kecil.


"Kau kan baru kerja, kenapa kau mau resign?" tanya Shakira lalu dia menggaruk rambutnya yang kini agak panjang.


"Kak Bryan akan marah kalau tahu aku bekerja di kantor milik Ayah Kak Langit, Shakira." ucap Himawari dan mengerucutkan bibirnya yang kecil ke arah sahabatnya itu.


"Kau, tak menceritakan hal itu padanya." cecar dari Shakira dan menepuk pundak Himawari.


Himawari hanya menggelengkan kepalanya beberapa kali, karena dia memang tak berani bercerita perihal bekerjanya di kantor. Karena jika ia bercerita maka pasti Kakak Bryan tidak akan pernah mau mengijinkan akan hal itu .


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Himawari


"Sudahlah aku juga tidak tahu, lebih baik kau jujur saja agar dia tidak salah paham." saran dari Shakira ada benarnya karena jika Kakak Bryan sampai mengetahui kalau Himawari itu sudah mau berbohong,maka secepatnya atau lambat laun akan mengetahuinya juga.


"Tapi dia sangat sibuk, nanti kalau sudah balik aja aku akan bercerita yang sejujurnya kepada Kak Bryan."curhat Himawari lalu dia memeluk Shakira sahabatnya.

__ADS_1


"Aduh, jangan erat-erat aku tak bisa bernafas." ujar Shakira karena pelukan sahabatnya bikin engap, terlalu erat baginya.


"Besok kita jalan-jalan ya." ajak Himawari.


"Siap, aku akan berlibur disini sepuasnya." ujar Shakira dengan penuh semangat.


🌻🌻🌻🌻🌻


Saat ini di rumah Kakak Langit Rayan dengan setia ia membantu semua kegiatanya, karena Rayan adalah pria yang baik serta dia adalah pria penyayang binatang, maka ia bercerita ke pada Kak Langit kalau dia mempunyai banyak peliharaan kucing.


Dia menjelaskan nama, warna serta semua karakter hewan peliharaanya itu kepada Kak Langit. Dan Kakak Langit hanya menyengir ke arah Rayan, menguap beberapa kali.


"Hei, Rayan kau bercerita kepada siapa saja?" tanya Kak Langit.


"Apanya tuan muda??" tanya Rayan polos, dia tak tahu kalau ceritanya itu amat membosan kan akan membuat semua orang yang seperti di beri dongeng pengantar tidur.


"Ya tentu cerita itu." gerutu Kak Langit lalu ia menggelengkan kepalanya.


"Benarkah?, aku yakin dia mengantuk sekali jika mendengar ceritamu itu." tebakan Kakak Langit, membuat mata Rayan pun melotot seketika.


Kedua bola matanya akan keluar semua dan dia amat tak menyukai ekspresi wajah Kakak Langit yang meledeknya.


"Tuan muda, kenapa kau bilang begitu??" tanya Rayan dengan mengerucutkan bibirnya.


"Jangan bercerita pada orang lain lagi, atau semua orang akan menjauhimu." saran dari Kak Langit, sedikit membuat Rayan merasa kalau omongannya kasar.


Tapi memang benar semua cerita tentang kucing Rayan akan seperti sebuah dongeng, pengantar tidur bagi semua yang mendengar dan jika Rayan meneruskan ceritanya akan membuat telinga panas. Dan tidak tahan lagi.


"Tuan muda lalu aku harus bercerita apa?" tanya Rayan dengan penasaran yang tinggi.


"Bagaimana kalau besok kau ajari aku beladiri saja hemm??" tanya dari Kakak Langit yang dengan tiba-tiba. Membuat Rayan tak habis fikir kenapa tuan mudanya itu seantusias ini.

__ADS_1


"Boleh, tapi kenapa tiba-tiba??" tanya Rayan.


"Nanti kau akan tahu." jawab Kak Langit, yang menarik sudut bibirnya dan melahap makan malamnya . Rayan tak paham tuan mudanya itu.Perilakunya tersebut kenapa tiba-tiba saja.


🌻🌻🌻🌻🌻


Kakak Bryan sekarang sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, dan semua kru nya saat ini beristirahat di sebuah rumah yang mewah. Karena mereka semua adalah satu tim maka Kak Bryan tinggal bersama untuk sementara waktu. Kak Bryan yang akan membersihkan tubuhnya yang seharian penuh telah bekerja.


Dia pun berjalan ke arah kamar mandi yang besar dengan balutan handuk di pinggangnya, dengan sedikit memijat-mijat daerah kening karena pusing. Seharian telah bekerja keras .


"Benar-benar melelahkan sekali, kenapa hari ini sangat melelahkan ya?, aku ingin segera balik ke Indonesia." gerutu Kak Bryan dan di benaknya dia mengingat wajah Himawari .


"Ah, kenapa aku seperti orang gila saja??" batin Kak Bryan dan masuk ke dalam bak kamar mandinya, dia berendam air hangat dengan taburan kelopak bunga mawar merah, dan menghirup aroma lilin aroma terapi.


Lamat-lamat bunyi alunan lagu, musik klasik dari bethoven terdengar, Kak Bryan menikmati lalu ia membaca buku di tangan kanannya.


Untuk sementara waktu dia pun merilekskan tubuhnya dengan rendaman air hangat yang harum dengan banyak kelopak bunga. Untuk saat ini hal itu bisa memulihkan tubuh Kakak Bryan yang kelelahan.


"Thok...thok..." suara ketukan pintu membuat mood dari Kak Bryan pecah seketika.


"Ada apa??!, aku ini sedang berendam jangan ganggu aku ck !!. Siapa siiich ganggu orang aja??" gerutu Kak Bryan dengan menyeringai.


"Ini aku, mau ku gosok punggungmu??" suara dari seseorang yang menawarkan diri untuk menggosok punggung pria itu, dan sembari tersenyum kecil dan genit.


"Tak mau, sudah jangan ganggu aku !!" bentak dari Kak Bryan.


"Duhhh, galak banget sich...Tampan-tampan tapi kok galaknya mintak ampun..." ujar dari salah satu tim Kak Bryan, dia adalah Merry asistennya dia seorang pria namun dia agak seperti wanita, karena kerjanya yang sangat sering dengan wanita maka kepribadiannya agak berubah sangat drastis seperti layaknya seorang wanita.


Kak Bryan memperkerjakannya karena hasil baju yang dia rancang sangat baik, sampai detailnya sekalipun dia adalah pria yang amat teliti dengan baju yang ia desain Kakak Bryan menganggapnya sebagai salah satu timnya yang solid. Walau dengan perilakunya yang agak seperti seorang wanita. Tapi jika dengan masalah pekerjaan dia sangat rapi, detail dan amat teliti, serta semua hasil rancangannya akan best seller.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2