
Beberapa saat pun mereka sudah sampai di depan gerbang sekolahan,dan Kak Bryan lalu memarkir mobilnya di area parkiran.Saat di depan akan masuk kedalam ruangan kelas Himawari melihat Yuri menyeringai padanya tepat di pintu masuk kelas menghadangnya agar tak bisa masuk , namun Himawari tidak menghiraukannya langsung menerobos Yuri, menyenggol bahunya tetap masuk ke dalam kelasnya,namun karena suasana kelas masih nampak sepi banyak siswa yang masih belum hadir, hanya ada Yuri dan Himawari saja saat ini.Yuri mendekati Himawari dan berdiri tepat di depannya lagi sambil menatapnya sangat tajam.
"Hei, gadis pendek kenapa kau senang kalau Bryan mengejarmu?"Tanya Yuri dengan sinis.
"Hei... nenek lampir pergilah kenapa kau mau mengganggu ketenanganku?" Himawari pun meninggikan suaranya juga merasa tidak mau lagi di tindas oleh Yuri lagi ,karena seringkali Yuri mengerjainya,dan saatnya Himawari tak ambil diam akan hinaan selalu di layangkan dengan bibirnya yang berlipstik pink itu.
"Oh, sekarang kau sudah berani dasar gadis jala*g!!!" Umpat Yuri dan menjambak rambut Himawari dengan sekuat tenaganya, rambut Himawari seketika acak-acakkan.
"Lepaskaaaan!!!dasar nenek lampir..." Suara Himawari yang keras mengundang banyak siswa masuk kedalam kelasnya saat ini.
Lalu mereka tidak ada yang melerainya malah hanya memberi semangat, supaya tetap terus bertengkar, menurut teman-temannya saat ini Yuri dan Himawari adalah dua orang peserta dari sebuah pertandingan tinju ,mereka hanya memberi sorak sorai agar tetap terus saling berkelahi, bagi semua siswa saat ini sebuah pertunjukkan yang seru dan juga menantang.
"Ayo...ayo...ayo...ayo...!!!!!"
Beberapa saat Himawari pun lepas dari Yuri, dia mengerang kesakitan karena rambutnya sudah di jambak olehnya, dan acak-acakkan.
__ADS_1
"Argggghhhh..."
"Cukup Yuri kau gadis gila!, apa yang sedang kau lakukan kenapa kau selalu melampiaskan padaku?" Protes Himawari sambil merapikan rambut pendeknya,dan menatap Yuri dengan sebal sekali, dia sangat heran dengan gadis di depannya saat ini kenapa masih saja selalu berbuat sesuka hatinya, tak pernah memberi ketenangan dalam kehidupan Himawari .
"Hu...hu... hiks...hiks..." Yuri menangis dia ber akting kalau dia adalah gadis yang sudah di sakiti oleh Himawari seolah , Himawari adalah gadis yang jahat, dia pun mencoba memutar balikkan fakta yang sebenarnya.
"Sialan dasar Nenek lampir!!" Sambil melotot dan menyeringai ,melihat itu beberapa siswa pun , menarik juga mencoba menenangkan Yuri agar tidak menangis lagi.
"Sudah...sudah... diamlah..." Sambil mengelus pundak Yuri agar tak menangis lagi.
"Kau lagi ,aku kira kau sudah taubat jadi murid yang bandel tapi sekarang lihatlah, apa kau ini ingin jadi preman?" Suara Pak Surya sangat tinggi, karena marah pada Himawari sudah lama ia tak menghukum gadis ini, beberapa kali dia memang sering terlambat namun dia sudah tak pernah lagi, namun karena hari ini Himawari sangat sial di kerjain oleh Yuri,dan belum lagi semua orang tidak akan percaya akan penjelasannya dia pun memilih diam .
"Kenapa kau diam?!...sekarang kalian berdua ikuti bapak ke ruang BK!!!" Seru dari Pak Surya yang sedang marah besar dia berjalan menuju Ruang BK di ikuti Yuri dan Himawari saat ini.
Kak Langit yang baru datang melihat mereka, Himawari dan Yuri berjalan di belakang Pak Surya amat penasaran kenapa mereka berdua tertib,berjalan berdampingan di belakang guru olahraga itu, karena beberapa teman di dalam kelas sudah membahas tentang pertengkaran Yuri dan Himawari,akhirnya Kak Langit paham dan mengikuti berjalan ke Ruang BK.
__ADS_1
Di dalam ruangan BK saat ini mereka duduk berdampingan, di depan Pak Surya yang saat ini ingin mengetahui kejadian sebenarnya .
"Coba jelaskan kenapa kalian bisa bertengkar kenapa juga kau gadis kecil... berbuat seperti itu???" Tegur Pak Surya yang sangat marah masih pagi sudah ada pertengkaran, sangat tak pantas di lakukan dua siswi yang masih kecil seharusnya mereka rajin belajar .
Namun Himawari tidak mau menjelaskan dia memilih diam,dia ini sudah paham akan sifat Pak Surya yang sangat sering sekali memberi hukuman padanya, maka walaupun Himawari memberi penjelasan pastilah itu dianggapnya sebuah kebohongan.
Namun berbeda dengan Yuri, dia menjelaskan dengan detail, namun semua yang ia katakan adalah kebohongan saja, Himawari menghela nafasnya mencoba bersabar,ia menundukkan wajahnya.Setelah Yuri menjelaskannya pada Pak Surya, dia memandang Himawari yang sedang tertunduk lesu tak mengeluarkan satu patah kata pun. Pak Surya tak menaruh curiga sama sekali pada Yuri,dan akan memberi satu hukuman untuk Himawari agar jerah menjadi gadis bandel .
"Kau tak memberi penjelasan padaku?" Tanya Pak Surya kepada Himawari dengan melotot.
"Tidak terserah Bapak, lagipula walaupun aku memberi penjelasan pasti tak akan percaya!!" Dia menunduk lesu dengan suara lirih serta sangat kecewa pada hidupnya yang selalu saja sial , padahal dia tak mengganggu Yuri sama sekali namun Yuri selalu mengerjainya.
Yuri pun menyeringai tanpa di ketahui oleh Pak Surya, dia melihat Himawari yang sudah terpojok akan segera mendapat hukuman .
Merasa puas dan sangat lega sekali, tinggal menunggu hukuman apa yang akan di berikan Pak Surya kepadanya.
__ADS_1
Bersambung...