
Tiba-tiba ada pelanggan datang membuka pintu Coffee itu , dan terlihat mereka berdua agak sebal, mungkin karena hujan itu agak membuat orang kesusahan, karena air yang jatuh itu , membuat beberapa orang mengeluh karena baju mereka kebasahan, tidak itu saja hujan juga bisa membuat perasaan beberapa orang menjadi sedih. Hanya ada beberapa saja yang menganggap hujan itu berkah dan juga menyenangkan, tapi banyak orang akan mengeluh karena kedatangannya yang tak terduga sama sekali membuat kebingungan.
"Siaaal, bajuku basah lihatlah !sepatuku kotor dan basah juga." Ujar dari Kak Bryan sebal dan menggelengkan kepalanya .
"Sama, lagipula kenapa kau tak naik mobilmu kenapa kau susah payah ?,naik motorku yang butut itu?"Seru dari Shakira pada Kak Bryan mereka saling memandang penuh emosi, dan sebal.
"Kenapa kalian kemari?, Kak Bryan kau tahu aku disini?"Tanya Himawari kepada Shakira dan Kak Bryan sambil tersenyum.
"Tentu saja tahu karena tadi lihat, ponselku dan ada orang yang mengupload story, aku lihat kau ada di belakangnya." Ujar dari Kak Bryan dia pun duduk melepas sepatunya yang basah .
"Iya, dia menghampiriku, padahal aku masih berlatih ngedance, kenapa kau disini menjadi pelayan?" Tanya Shakira dengan tiba-tiba .
"Ehm, Aku membantu Kak Langit, tadi siang aku menumpahkan makanannya." Himawari menundukkan kepalanya, karena dia merasa tidak enak .
"Kau merasa tak enak?" Tanya Shakira lagi .
__ADS_1
Himawari menganggukkan kepalanya dengan pelan-pelan .
"Oh jadi begitu, aku kira kau butuh uang dan bekerja sampingan disini." Ujar dari Bryan mengamati Himawari.
"Mana ada orang tak butuh uang ,tapi aku tuh senang disini banyak orang yang lalu-lalang Kak , mereka tampak senang." Ucap Himawari sambil melihat air hujan semakin deras yang sedang mengguyur kota .
"Kenapa Kak Bryan dan Shakira kesini?" Tanya Himawari, masih melihat hujan yang sedang turun dengan lebatnya .
"Tentu saja menemanimu." Jawab Bryan lirih suaranya yang lembut terdengar di telinga.
"Iya, aku tidak bawa mobil dan motor Shakira hampir mogok di jalan terkena genangan air hujan." Jawab Kak Bryan sambil tersenyum.
Dibelakang Langit tampak sedih karena saat ia melihat hujan, ada beberapa memori masa silamnya yang membuat perasaannya tidak karuan. Dia beberapa kali menghela nafasnya dan juga menatap hujan yang deras saat ini .
"Hem... ahhh." Beberapa menit ia pun berdiri mematung mengamati tetesan embun hujan masuk melalui celah-celah kaca jendela. Dan seolah hujan bisa mengekspresikan perasaan dalam hatinya saat ini, membuat hatinya agak sakit dan sedih .
__ADS_1
"Kenapa Kak Langit tidak kembali?, apa yang terjadi padanya?" Gumam Himawari di depan jendela saat ini.
"Apakah Kak Bryan lapar?, dan kau juga apa lapar, atau haus?" Tanya dari Himawari pada Shakira dan Bryan .
"Iya aku kedinginan dan juga lapar." Tukas dari Bryan sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tanganya beberapa kali.
"Aku hanya kedinginan, aku mau minuman yang hangat saja." Ujar dari Shakira .
"Dimana Kak Langit ,kenapa dia tidak lekas kembali?" Ujar Himawari mengamati ,ternyata dia masih tak kunjung kembali ke depan .
"Sebentar Shakira tunggu Kak Langit dia akan kembali, dia masih ada di gudang mengambil bahan biji kopi, dan bahan-bahan lainnya"Kata Himawari dan duduk setelahnya .
Bersambung...
Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih
__ADS_1