Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 130 "Memperkenalkan Diri"


__ADS_3

Mereka meninggalkan kedai ibu Himawari dan berjalan menuju ke arah rumahnya.


"Rumahku, di depan situ Kak, tapi agak kecil dan aku rasa Kak Langit akan tahu habis ini." ujar Himawari sembari menunjuk jarinya ke arah depan jalan, dia meringis karena rumah yang ia tinggali sekarang lebih kecil daripada rumahnya yang dahulu.


Dia pun tersenyum kecil karena rumahnya, yang dulu sudah di jual oleh ibunya dan kini harus membeli rumah yang agak kecil lagi.


"Tak apa,aku akan sering ke rumahmu, karena walau rumah kecil yang penting nyaman, dan tinggal bersama ibu." ucap Kak Langit penuh arti, karena tempat tinggal ternyaman jika kita berada di dekat dengan orang tua yang kita cintai.


apalagi berkumpul dengan seorang ibu yang masih peduli dengan kehadiran anaknya.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah kecil yang serba sederhana itu, Himawari merebah di atas kasur di depan televisi lalu dia mulai mneghela nafas panjang.Sambil melempar tas kecilnya dengan sembarangan.


"Maaf ya Kak, aku lelah sekali dan pagi tadi sepulang berbelanja aku langsung membantu ibu." gumam Himawari mengatupkan kedua kelopak matanya.


"Tidurlah, jika kau lelah siapa yang melarang?" ucap Kak Langit dan duduk di ruang tamunya.


🌻🌻🌻🌻🌻


Setelah melakukan rapat penting Kak Bryan yang lelah beristirahat di sebuah pantry, dia membuat teh camomile kesukaanya sambil menyeduh daun teh dia memasukkan satu sendok teh gula di dalam cangkirnya, setelah itu dia memasukkan air hangat di dalamnya.


"Kau disini, aku mencarimu ."ucap pria dengan berjas warna hitam itu sambil melonggarkan dasinya. Dia pun duduk di pantry membawa makanan untuk Kak Bryan.


"Ini makanlah ,aku tadi membeli makanan di restoran depan, kau pasti suka." ucap pria itu sambil membuka bungkusan yamg ia bawa.


Ternyata dia membawa makanan jepang, dan semua tertata rapi sekali di atas meja dengan aroma menggugah selera. Pria itu menciumi aroma makanan khas Sushi yang masih fresh dan hangat , karena dia tidak memakannya di restoran hanya membawa untuk Kakak Bryan.


"Oh, maafkan aku, habis ini aku akan mampir ke kedai seseorang, jadi aku mau makan di sana saja." ucap Kak Bryan dengan duduk di sebelahnya dan menyeruput teh camomile buatannya sendiri.


"Kau tega sekali, aku membawanya langsung dari restoran, dan ini masih hangat." ucapnya sedikit kecewa , karena sudah susah payah membawanya ke pantry, Kak Bryan menolak.


"Kau bisa memakannya, maaf ya." ujar Kakak Bryan dengan meminum teh buatannya itu.

__ADS_1


"Kau ini memang, cobalah sedikit saja Bryan." ucapnya sedikit memelas,agar mau mencicipi


"Tak mau, kau saja yang memakannya." ucap Kak Bryan dengan tersenyum kecil, dia mulai menghabiskan teh hangatnya.


"Aiiish, aku tadi melihat presentasi mu, aku rasa kau akan mendapat project besar." ucap pria itu, dengan menepuk pundak Kak Bryan.


"Iya, dan aku akan mengikutkanmu lagi, asal kau tidak marah-marah seperti tadi siang!! " protes Kak Bryan dan menaruh cangkirnya itu


"Iya maaf-maaf, tadi siang itu kau kemana?" tanya pria itu dengan penasaran,dan menatap wajah Kak Bryan yang sumringah sekali.


"Aku bertemu seseorang yang lama telah aku cari."ujar Kak Bryan dengan semangat dia pun tersenyum sumringah karena bertemu gadis yang sedari SMA di sukainya.


"Apakah dia kekasihmu?" tanya pria itu dia menatap lekat-lekat wajahnya Kak Bryan yang memerah.


"Iya, dia kekasihku." jawab Kak Bryan sambil menganggukkan kepalanya.


"Tapi kenapa jika kekasih lama tidak bertemu dan baru bertemu sekarang?" tanya pria itu sembari mengunyah sushi tepat di mulutnya.


"Haaa, kau ini pria yang aneh punya kekasih tapi baru menemukannya." ucap pria itu amat heran dengan Kak Bryan saat ini.


"Sudahlah, cepat habiskan makanannya, dan kembalilah bekerja kau nanti di cari bosmu." saran Kak Bryan pada pria yang berada di depannya, dia menikmati sushi bawaannya.


Kaka Bryan hanya bisa menatapnya dengan tersenyum,karena dia melahap semuanya tak bersisa dengan amat cepat.


"Kau tak mau jangan salahkan aku,karena aku benar-benar kelaparan." ucapnya lalu menjilati ujung jarinya karena terkena saus.


"Sudahlah, aku pergi dulu ya... jika ada yang mencari bilang besok aku akan kesini, dan jangan ada yang menggangguku." ucap Kak Bryan dan pergi keluar dari pantry itu.


Pria itu hanya mengangguk saja mendegar ucapan Kak Bryan,dia menatap punggungnya sambil menggerakkan bahunya beberapa kali, setelah itu mencibirkan bibirnya.


"Ah, tidak tahulah kenapa dia seenaknya saja pergi begitu saja."ucapnya sambil menenggak air mineral.

__ADS_1


Kakak Bryan menuju arah parkiran dan masuk ke dalam mobilnya sambil tersenyum bahagia


"Aku akan datang, aku akan makan di kedai Himawari hari ini dan berkenalan dengan ibu nya ,hihihi..." gumam Kak Bryan dengan amat sumringah dan menyalakan mobilnya menuju ke arah kedai Himawari.


Beberapa saat kemudian dia sudah di depan kedai ibu Himawari dan masuk kedalamnya.


Kak Bryan memesan beberapa makanan dan juga minuman, namun dia tidak melaihatnya di manapun, hanya ada ibu Himawari saat ini.


"Oh, ya bu boleh bertanya saya adalah Bryan, dan saya adalah kekasih Himawari, dimana dia saat ini ya bu?" tanya Kak Bryan membuat ibu Himawari terkejut sekali dengan apa yang ia dengar barusan.


"Apa anakku mempunyai kekasih?, tapi nak, setahu ibu Himawari itu tidak pernah punya hubungan dengan seorang pria." ujar ibunya sambil duduk di sebelah Kak Bryan ,menatap wajah Kak Bryan yang memerah saat ini.


Ibu nya Himawari amat terkejut dengan apa yang barusan di dengarnya, keheranan karena masih tidak percaya.


"Iya, tapi kami sudah saling mengenal mulai SMA bu, karena dulu kami masih remaja,bang Gamma melarang." ucap Kakak Bryan dengan tegas dan berbicara sopan kepada Ibunya itu.


"Benarkah?,tapi anak itu tidak pernah cerita, baru kali ini ada pria yang tegas sepertimu." ucap ibu Himawari memuji keberanian Kak Bryan langsung di depanya.


"Benar bu, aku menyukai putrimu mulai kami remaja, dan saat ini saya ingin memperkenal kan diri saya." ucap Kak Bryan dengan malu, tapi tegas karena sudah lama dia tak bertemu maka dia memutuskan dengan berani,serta ia berusaha agar ibu Himawari merestuinya.


"Tapi, nak Bryan apakah orang tua mu tahu kalau kau suka anakku?" tanya ibu Himawari.


"Mamaku sudah meninggal, dan Papaku itu sudah menikah lagi, saya hidup sendiri saja." ucap Kak Bryan jujur dan agak bersedih saat mengingat kata mama yang keluar dari bibir nya saat ini.


"Maafkan aku ya, kau pasti mandiri dengan semua yang sudah kau lalui itu." ucapnya ibu Himawari dan tersenyum kecil.


"Iya bu, bolehkah saya menganggap anda ini sebagai mama saya?" tanya Kakak Bryan dia amat senang sekali, bisa bertemu dengan ibu Himawari.


Karena bisa memperkenalkan diringa walau secara dadakan, membuat jantungnya mulai berdesir, dan berdegup tidak menentu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2