
Sore hari yang agak mendung ini Kak Bryan pergi ke rumah temannya, dia sudah pergi ke tempat latihan Kak Bram karena sangat ingin sekali bisa memenuhi syarat atas apa yang kemarin Abang Gamma berikan kepadanya.
Kak Bryan sedang menemui Kak Bram yang berlatih boxing, dan juga beladiri selain hanya seorang montir Kak Bram itu sangat pandai sekali dalam beladiri, walaupun bukan untuk lomba atau hanya keren-kerenan saja, karena baginya ilmu beladiri bisa membekali jikalau ada keadaan yang genting langsung bisa di gunakan , dan beberapa kali memang semua orang akan berada dalam keadaan sulit,walau keadaan sulit sejatinya tak pernah di undang sama sekali dalam hidup kita, tapi nyatanya walau tak kita undang keadaan itu tetap akan menghampiri kita dengan sesuka hatinya.
"Dimana Bram?, apa dia tak datang di rumah tadi juga tak ada?"Gerutu dari Kak Bryan, dia celingukkan mencari dimanakah temannya itu berada , namun tak ada satupun orang yang dia kenal.
Kak Bryan mengitari tempat itu, lalu akhirnya dia pun menemukan Kak Bram yang sedang duduk beristirahat penuh dengan keringat di sekujur tubuhnya ,dan nampaknya dia sangat kelelahan.
Kak Bryan menghampirinya secepat kilat,dia menepuk bahu Kak Bram lalu muncul dengan tiba-tiba di depannya, membuat Kakak Bram sedikit terkejut dengan kedatangannya, Kak Bryan karena tidak biasanya dia mau melihat latihan sore seperti ini. Ada angin apa yang membuatnya kerasukan menjadi pria rajin.
__ADS_1
"Wei, kenapa kau kemari mimpi apa kau?" Tanya Kak Bram sambil memandang wajah Kak Bryan dengan tatapan penuh kecurigaan.
"Sebenarnya aku ingin berlatih beladiri, dan ajari aku boxing juga lagipula aku sedang tak ada kegiatan."Ujar Kak Bryan yang tidak mau berkata yang sebenarnya, padahal dia sangat ingin belajar beladiri,dikarenakan sangat ingin mengalahkan Abang Gamma, agar Himawari segera mau menerima cintanya.
"Aku sudah hafal dengan perangaimu, tidak mungkin sekali kalau kau ingin belajar beladiri dengan tiba-tiba."Ujar Kak Bram dengan nada meledek, dia juga mencibirkan bibirnya yang sebelah,lalu dia mengernyitkan kedua alisnya.
Berarti tak mungkin jika tak ada sebab yang sangat urgent.Kak Bram sangat paham dan ingin mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi pada Bryan sehingga dia ingin belajar beladiri padanya sore ini.
"Begini, Himawari punya Abang jago beladiri aku pernah sekali berlatih dengannya,dan aku kalah hanya dalam sekali banting."Curhat dari Kak Bryan dengan nada memelas pada Kakak Bram, dia juga terlihat lesu tak bersemangat.
__ADS_1
"Oh, jadi karena itu kau mau berlatih, berarti kau di beri ujian ha...ha..ha..." Tawa dari Kak Bram meledek Kak Bryan , dengan terbahak- bahak lalu dia pun menepuk pundaknya juga beberapa kali.
"Kau meledekku?, dasar pria gila aku sedang kesulitan seharusnya kau itu membantuku." Protes dari Kak Bryan pada sahabatnya agar mau menolongnya, agar bisa mendapat ilmu beladiri dengan cepat dan bisa mengalahkan Abang Gamma.
"Ya kau harus semangat, dan terus berusaha jika kau hanya duduk dan melamun tak akan ada hasilnya."Ujar Kak Bram sambil berdiri dia akan berusaha memberi pelatihan pada Kak Bryan agar bisa mendapatkan cintanya, tidak seperti ini seperti baju kumal tak di setrika, dia nampaknya lesu tak bersemangat sama sekali.
"Baiklah aku akan segera berganti baju, dan melakukan pemanasan." Ujar Kak Bryan lalu tersenyum lega karena sahabatnya mengerti perasaanya,dia berharap walau tak bisa sama sekali mengalahkan Abang Gamma, namun ia tetap akan berusaha sekuat tenagannya dan mendapat apresiasi.
"Aku harap akan segera berhasil, tunggu aku Himawari." Batin Kak Bryan dengan penuh perasaan sambil pemanasan dia berharap akan segera bisa meningkatkan beladirinya.
__ADS_1
Kakak Bram memandang sahabatnya dengan tatapan hangat,lalu tersenyum sangat bangga
Karena Kak Bryan walau anak yang terkadang manja, bisa merubah sedikit sikapnya dan dia menjadi pria bertanggung jawab .